TINJAUAN YURIDIS INVASI NEGARA RUSIA TERHADAP NEGARA UKRAINA DALAM HUKUM INTERNASIONAL
Abstract
ABSTRACT
This thesis comprehensively examines the legality of Russia's military actions against Ukraine commencing on February 24, 2022, from an international law perspective. Employing normative methodology, the study analyzes the Draft Articles on Responsibility of States for Internationally Wrongful Acts (ARSIWA), United Nations Charter particularly Article 2(4), and Rome Statute of the International Criminal Court. Findings indicate that the entry of Russian armed forces into Ukrainian territory without lawful consent fulfills all elements of invasion as defined in UN General Assembly Resolution 3314 of 1974. Such actions constitute internationally wrongful acts attributable to the Russian state, thereby generating international responsibility. Russia is obligated to cease violations, provide assurances of non-repetition, and perform reparation through restitution, compensation, or satisfaction. This research contributes theoretical and practical insights into state responsibility mechanisms in contemporary armed conflicts and highlights enforcement challenges when perpetrators possess Security Council veto power.
Keywords : invasion, international law, state responsibility, Russia-Ukraine, ARSIWA, state sovereignty
ABSTRAK
Skripsi ini mengkaji secara mendalam legalitastindakan militer Rusia terhadap Ukraina yang dimulaipada tanggal 24 Februari 2022 dari perspektif hukuminternasional. Penelitian menggunakan pendekatannormatif dengan menganalisis secara komprehensif Draft Articles on Responsibility of States for Internationally Wrongful Acts (ARSIWA), Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa khususnya Pasal 2 ayat (4), serta Rome Statute of the International Criminal Court. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa masuknya angkatan bersenjata Rusia ke wilayah Ukraina tanpa persetujuan sah memenuhisemua unsur definisi invasi sebagaimana diatur dalamResolusi Majelis Umum PBB 3314 tahun 1974. Tindakan tersebut merupakan perbuatan melawan hukuminternasional yang dapat diatribusikan kepada negara Rusia sehingga menimbulkan tanggung jawabinternasional. Rusia wajib melakukan cessation(penghentian pelanggaran), memberikan jaminan non-repetition, serta melaksanakan reparasi dalam bentukrestitusi, kompensasi finansial. Penelitian ini berkontribusimemberikan pemahaman teoritis dan praktis mengenaimekanisme pertanggungjawaban negara dalam konflikbersenjata modern serta menyoroti tantangan penegakanhukum internasional ketika pelaku memiliki hak veto di Dewan Keamanan PBB.
Kata Kunci: invasi, hukum internasional, tanggungjawab negara, Rusia-Ukraina, ARSIWA, kedaulatannegara.
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.
Powered by Open Journal System Developer(s): Public Knowledge Project






