ANALISIS GHARAR DALAM KONTRAK DIGITAL PADA BISNIS STARTUP DI INDONESIA: PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

Muhammad Imanul Akhyar, Moh Muhibbin, Isdiyana Kusuma Ayu

Abstract


ABSTRAK

This study aims to analyze the existence of gharar (uncertainty) in digital contracts used by startup businesses in Indonesia and how Islamic law views it. The research applies a normative juridical method with conceptual, statutory, and comparative approaches. The findings indicate that digital contracts in startup practices often involve gharar in the form of vague contract objects, ambiguous pricing, unclear execution time, and hidden terms. In Islamic law, these fall under gharar fahish, which invalidates a contract. Therefore, transparency, legal literacy, and stronger regulatory frameworks are necessary to ensure digital ecosystems align with Sharia principles.

Keywords: Gharar, Digital Contract, Startup, Islamic Law, Muamalah

ABSTRAK

 

Perkembangan teknologi digital telah melahirkan berbagai model bisnis startup di Indonesia yang banyak menggunakan kontrak digital dalam operasionalnya. Meskipun efisien, kontrak digital berpotensi mengandung gharar unsur ketidakpastian yang bertentangan dengan prinsip hukum Islam. Islam melarang segala bentuk akad yang mengandung gharar karena dapat menimbulkan ketidakadilan dan merugikan salah satu pihak. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk mengidentifikasi bentuk gharar yang muncul dalam kontrak digital startup dan menawarkan solusi berdasarkan prinsip syariah.

Kata Kunci : Gharar, Kontrak Digital, Startup, Hukum Islam, Muamalah

 

 

 


Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, Shaykh. Hadith Sahih Muslim. Tanpa tahun.

Abdusshomad, Alwazir. “Blockchain dalam Ekonomi Syariah: Meningkatkan Transparansi dan Akuntabilitas Zakat, Wakaf, dan Sukuk.” Jurnal Ekonomi Syariah 2, no. 2 (2024).

Adil, Mustafa. Islamic Finance Development Report 2021. Tanpa tahun.

Aksamawanti, Aksamawanti. “Gharar: Hakikat dan Pengaruhnya Terhadap Akad.” Syariati: Jurnal Studi Al-Qur’an dan Hukum 5, no. 01 (2019): 43–56. https://doi.org/10.32699/syariati.v5i01.1184

Alam, Nafis, Lokesh Gupta, dan Abdolhossein Zameni. Fintech and Islamic Finance: Digitalization, Development and Disruption. Cham: Springer, 2019. https://doi.org/10.1007/978-3-030-24666-2

Al-Suwailem, Sami Ibrahim. “Decision-Making under Uncertainty: An Islamic Perspective.” Tanpa tahun.

Amin, Ma’ruf. Fatwa Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia. Dewan Syariah Nasional-MUI, 2017.

Anggraeny, I. & Ayu, I.K. “The Implementation of Honesty Principles in Therapeutic Agreements Based on the Health Law Perspective in Indonesia.” Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology, 14(4), 2020.

Arifin, Sirajul. “Gharar dan Risiko dalam Transaksi Keuangan.” TSAQAFAH 6, no. 2 (2010): 312. https://doi.org/10.21111/tsaqafah.v6i2.123

Az-Zuhaili, Wahbah. Fiqih Islam wa Adillatuhu. Vol. 5. Jakarta: Gema Insani, 2011.

Benny. “Urgensi Kepastian Hukum dalam Transaksi Digital.” Jurnal RechtsVinding 9, no. 2 (2020).

Dalimunthe, Dermina, Abu Huroirah Pasaribu, dan Muhammad Arsad Nasution. “Bentuk Gharar Dalam Jual Beli Biji Kopi Ditinjau Dalam Hukum Islam.” Jurnal El-Thawalib 2, no. 2 (2021): 1–13. https://doi.org/10.24952/el-thawalib.v2i2.3738

Fiqh Academy, International Islamic. Resolutions and Recommendations of the International Islamic Fiqh Academy. 2021.

International Islamic Fiqh Academy. Keputusan dan Rekomendasi Majma’ Al-Fiqh Al-Islami. Organisasi Konferensi Islam, 1988.

Kawengian, Maikel Giovani. “Analysis of Digital Startup Business Trends in 2024.” Jurnal Ilmu Ekonomi 12, no. 2 (2024).

Makmu, Geubrina. “Bisnis Startup: Fenomena, Problematika, dan Analisis Perspektif Hukum Ekonomi Syariah.” Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam 5 (2023).

Mega Kilawati dan Nasrulloh. “Transformasi Konsep Gharar dalam Akad Syariah: Analisis Literatur terhadap Keuangan Digital.” Holistik Analisis Nexus 1, no. 12 (2024): 89–94. https://doi.org/10.62504/nexus1071

Muthia Azzahra, Lara Dwi Alma, Intan Nuraini Azzahra, dan Wismanto. “Gharar Konsep Memahami dalam Fiqih: Definisi dan Implikasinya dalam Transaksi.” Hikmah: Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam 1, no. 4 (2024): 145–53. https://doi.org/10.61132/hikmah.v1i4.265

Muhibbin, Moh., Hidayatullah, M. Syukron, dan Ihsan, M. Nur. “Penggunaan Jasa Rekening Bersama (REKBER) Perspektif Islam.” El-Qist: Journal of Islamic Economics and Business, 9(1), 2019: 16–31.

Noh, Mohd Shahid Mohd. “Riba dan Gharar dalam Aplikasi Kewangan Digital: Satu Sorotan.” Jurnal Hukum Islam 2, no. 2 (2023).

Osterwalder, Alexander, dan Yves Pigneur. Business Model Generation: A Handbook for Visionaries, Game Changers, and Challengers. New York: Wiley & Sons, 2013.

Qardhawi, Yusuf. Halal dan Haram dalam Islam. Surabaya: PT. Bina Ilmu, 1993.

Saʿbīq, As‐Sayyid. Fiqh‐us‐Sunnah. Tanpa tempat, tanpa tahun.

Siedel, George J., dan Helena Haapio. Proactive Law for Managers: A Hidden Source of Competitive Advantage. Burlington, VT: Ashgate Publishing Company, 2011.

Siliwangi, Siliwangi. “Analisis Kritis terhadap Larangan Gharar dalam Transaksi Bisnis Modern: Studi Pustaka Berbasis Literatur Fikih Muamalah.” Jurnal Hadratul Madaniyah 11, no. 2 (2025): 56–62. https://doi.org/10.33084/jhm.v11i2.9104

Solove, Daniel J., dan Woodrow Hartzog. “The FTC and the New Common Law of Privacy.” SSRN Electronic Journal (2013). https://doi.org/10.2139/ssrn.2312913

Zuhayli, Wahbah al-, dan Abdul Hayyie Al-Kattani. Fiqih Islam wa Adillatuhu. Kuala Lumpur: Darul Fikir, 2010.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Powered by Open Journal System Developer(s): Public Knowledge Project