HAK ATAS TANAH DALAM LINTASAN SEJARAH KONFLIK AGRARIA ANTARA KORPORASI DAN MASYARAKAT (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 650 K/TUN/2022)

Muhamad Taufik Hidayat

Abstract


Examining the factors taken into account by the judge in Supreme Court Decision Number 650 K/TUN/2022, this paper examines how positive law in Indonesia regulates the resolution of agrarian conflicts. Using a statute approach, a case approach, and a conceptual approach, the research method is normative juridical. Primary legal documents, secondary legal materials, and disseminated legal materials gathered through document and literature reviews make up the data used. At the same time, this study used a descriptive qualitative approach to analyse the legal materials. Findings indicate that: First, there are two legal avenues open to parties involved in agrarian/land disputes in Indonesia, and they are court/litigation and non-court/non-litigation (such as negotiation, conciliation, and mediation). The disputing parties have the option of taking the matter to court (District Court or State Administrative Court) if they are unable to reach a resolution through negotiation. Second, the judge took into account the fact that the AMDAL in the Environmental Permit for PT Tambang Mas Sangihe's Gold Mining Activities did not incorporate community and local wisdom while ruling on the Cassation Application of PT TMS in Supreme Court Decision Number 650 K/TUN/2022. It is necessary to cancel the object of the dispute because it violates several laws, including Article 32 of 2009 concerning Environmental Protection and Management and Article 26 A number 1 of 2014 concerning Amendments to Law Number 27 of 2007 concerning Management of Coastal Areas and Small Islands. The Work Contract for the Sangihe Islands, which is classified as a Small Island, does not have a permit or recommendation from the Minister of Maritime Affairs and Fisheries.

Keywords: Resolution, Conflict, Agrarian


Full Text:

PDF

References


Buku:

Bambang Sunggono, (2016), Metodologi Penelitian Hukum, Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Boedi Harsono, (2003), Hukum Agraria Indonesia, Sejarah Pembentukan Undang-Undang Pokok Agraria Isi dan Pelaksanaannya, Jakarta: Djambatan.

F. M. Hadin Muhjad dan Nunuk Nuswardani, (2012), Penelitian Hukum Indonesia Kontemporer, Yogyakarta: Genta Publishing.

George H. Sabine, (1961), A History of Political Theory, Third Edition, London: Holt, Rinehart and Winston.

Heru Nugroho, (2001), Menggugat Kekuasaan Negara, Surakarta: Muhammadiyah University Press.

Huala Adolf, (2004), “Hukum Penyelesaian Sengketa Internasional” Jakarta: Sinar Grafika.

Isnaini dan Angraini A. Lubis, (2022), Hukum Agraria: Kajian Komprehensif, Medan: Pustaka Prima.

Jimmy Joses Sembiring, “Cara Menyelesaikan Sengketa di Luar Pengadilan (Negosiasi, Mediasi, Konsoliasi, & Arbitrase)” Jakarta: Visi Media.

Lilik Mulyadi, (2007), Kompilasi Hukum Pidana dalam Perspektif Teoristis dan Praktek pradilan, Bandung: Mandar Maju.

M.Yahya Harahap, (2000), Pembahasan Permasalahan dan Penerapan KUHAP: Pemeriksaan Sidang Pengadilan, Banding, Kasasi dan Peninjauan Kembali, Jakarta: Sinar Grafika.

Moeljatno, (2008), Asas-asas Hukum Pidana Edisi Revisi, Jakarta: Rineka Cipta.

Muhammad Tahir Azhary, (1992), Negara Hukum Suatu Studi Tentang Prinsip-Prinsipnya Dilihat Dari Segi Hukum Islam, Implementasinya Pada Periode Negara Madinah dan Masa Kini, Jakarta: Bulan Bintang.

Peter Mahmud Marzuki, (2005), Penelitian Hukum (Edisi Revisi), Jakarta, Kencana Prenada Media Group.

Ridwan HR, (2014), Hukum Administrasi Negara, Jakarta: Rajawali Pers.

Mukti Arto, (2004), Praktek Perkara Perdata pada Pengadilan Agama, cet. V, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sutrisno Hadi, (1990), Metodologi Research, Yogyakarta: Andi Offset.

Soerjono Seokanto dan Sri Mamudji, (2006), Penelitian Hukum Normatif Suatu Tinjauan Singkat, Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.

Supriadi, (2015), Hukum Agraria, Jakarta: Sinar Grafika.

Sukandarrumidi, (2016), Bahan-Bahan Galian Industri, Yogyakrta: Gadjah Mada University Press.

Urip Santoso, (2012), Hukum Agraria: Kajian Komprehensif, Jakarta: Kencana.

Suyud Margono, (2004), “ADR (Alternatif Dispute Resolution) & Arbitrase Proses Pelembagaan dan Aspek Hukum” Bogor: Ghalia Indonesia, 2004.

Zainuddin Ali, (2010), Metode Penelitian Hukum, Jakarta: Sinar Grafika.

Jurnal:

Jimly Ashiddiqie, (1994), Gagasan Kedaulatan Rakyat dalam Konstitusi dan Pelaksanaannya di Indonesia, Jakarta: Ichtiar Baru van Hoeve. h. 11

Kirana Raissa Hamdani dan Christian Andersen, Tinjauan Yuridis Terhadap Kewenangan Kementrian Energi Sumber Daya Mineral (KESDM) Dalam Pelaksanaan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Dikaitkan Dengan Pemanfaatan Mineral Ikutan Berdasarkan Perundang-Undangan Pertambangan di Indonesia Dikaitkan Dengan Asas Manfaat, Unes Law Review, Vol. 6, No. 3, (2024).

Lyandra Fadila Okta, Moh Muhibbin, and Noorhuda Muchsin. "Penetapan Pengadilan Agama Nomor 85/Pdt. P/2023/PA. Pn Tentang Pertimbangan Hakim Menolak Permohonan Dispensasi Kawin." Dinamika, Vol. 30, No. 2, (2024), h. 10092.

Putri Rahmadani, Penyelesaian Sengketa Ganti Kerugian Dalam Pengadaan Tanah Untuk Pembangunan Jalan Tol Section Binjai-Pangkalan Brandan Berbasis Perlindungan Hukum, Locus Journal of Academic Literature Review, Vol. 1, No. 4, (2022).

Putera Astomo, “Prinsip-Prinsip Negara Hukum Dalam UUD NRI 1945”, Jurnal Hukum Unsulbar, Vol. 1, No. 1, (2018).

Satriawan Desman, Pengelolaan Usaha Pertambangan Mineral Dan Batubara Pasca Berlakunya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja, Jurnal Esensi Hukum, Vol. 3 No. 2, (2021).

S.F. Palgun, “Negara Hukum dan Kekuasaan Kehakiman”, Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, No. 9 Vol. 4, (1997).

Yandri Radhi Anadi dan Rizky Akbar. "Tindak Pidana Pencucian Uang (Money Laundering) Yang Dilakukan Oleh Korporasi Menurut Hukum Positif Di Indonesia." Negara dan Keadilan, Vol. 12, No. 2, (2023).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Powered by Open Journal System Developer(s): Public Knowledge Project