AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN PULUTAN (Urena lobata L.) DENGAN METODE DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) DAN FRAP (Ferric Reducing Antioxidant Power)
Abstract
ABSTRAK
Pendahuluan: Radikal bebas yang berlebihan memicu stres oksidatif yang memegang peranan bagi penyakit degeneratif. Daun pulutan (Urena lobata L.) memuat senyawa fitokomia yang brekemungkinan sebagai antioksidan. Riset ini bermaksud untuk menelaah kinerja antioksidan sari etanolik daun pulutan melalui metode DPPH dan FRAP.
Metode: Simplisia daun pulutan disarikan memakai metode maserasi kinetik-suhu. Senyawa senyawa fitokomia pada ekstrak didiagnosis melalui skrining fitokimia. Aktivitas antioksidan diuji dengan metode DPPH dan FRAP, menggunakan asam askorbat dan asam galat sebagai pembanding. Nilai IC₅₀ ditentukan melalui persamaan regresi linear, dan perbedaan antar kelompok ditelaah memakai uji independent t-test.
Hasil dan Pembahasan: Capaian skrining fitokimia memperlihatkan bahwa sari etanolik daun pulutan memuat senyawa flavonoid, fenol, alkaloid, triterpenoid, dan saponin. Ekstrak tersebut memperlihatkan aksi antioksidan dengan nilai IC₅₀ sebesar 55,76 ppm pada metode DPPH (kategori kuat), sedangkan pada metode FRAP nilai IC₅₀ jauh lebih tinggi, yaitu 439,36 ppm (kategori sangat lemah). Capaian ini memperlihatkan bahwa aktivitas antioksidan sari etanolik daun pulutan lebih dominan pada metode DPPH dibandingkan metode FRAP.
Simpulan: Sari etanolik daun pulutan memiliki aktivitas antioksidan dan cenderung bekerja lebih dominan melalui mekanisme penangkapan molekul tak berpasangan (radical scavenging) dibandingkan mekanisme daya reduksi (reducing power).
Kata Kunci: Urena lobata, Antioksidan, DPPH, FRAP, IC50
Pendahuluan: Radikal bebas yang berlebihan memicu stres oksidatif yang memegang peranan bagi penyakit degeneratif. Daun pulutan (Urena lobata L.) memuat senyawa fitokomia yang brekemungkinan sebagai antioksidan. Riset ini bermaksud untuk menelaah kinerja antioksidan sari etanolik daun pulutan melalui metode DPPH dan FRAP.
Metode: Simplisia daun pulutan disarikan memakai metode maserasi kinetik-suhu. Senyawa senyawa fitokomia pada ekstrak didiagnosis melalui skrining fitokimia. Aktivitas antioksidan diuji dengan metode DPPH dan FRAP, menggunakan asam askorbat dan asam galat sebagai pembanding. Nilai IC₅₀ ditentukan melalui persamaan regresi linear, dan perbedaan antar kelompok ditelaah memakai uji independent t-test.
Hasil dan Pembahasan: Capaian skrining fitokimia memperlihatkan bahwa sari etanolik daun pulutan memuat senyawa flavonoid, fenol, alkaloid, triterpenoid, dan saponin. Ekstrak tersebut memperlihatkan aksi antioksidan dengan nilai IC₅₀ sebesar 55,76 ppm pada metode DPPH (kategori kuat), sedangkan pada metode FRAP nilai IC₅₀ jauh lebih tinggi, yaitu 439,36 ppm (kategori sangat lemah). Capaian ini memperlihatkan bahwa aktivitas antioksidan sari etanolik daun pulutan lebih dominan pada metode DPPH dibandingkan metode FRAP.
Simpulan: Sari etanolik daun pulutan memiliki aktivitas antioksidan dan cenderung bekerja lebih dominan melalui mekanisme penangkapan molekul tak berpasangan (radical scavenging) dibandingkan mekanisme daya reduksi (reducing power).
Kata Kunci: Urena lobata, Antioksidan, DPPH, FRAP, IC50
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.