PERBANDINGAN RENDEMEN DAN KADAR TOTAL FLAVONOID EKSTRAK ETANOL 96% PADA DAUN DAN BATANG UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas L.)
Abstract
ABSTRAK
Pendahuluan: Ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) merupakan salah satu bahan pangan fungsional yang berpotensi dikembangkan karena mengandung berbagai senyawa bioaktif, termasuk flavonoid. Meskipun demikian, penelitian yang membandingkan rendemen ekstrak dan kadar total flavonoid pada daun dan batang ubi jalar masih relatif terbatas. Perbedaan karakteristik anatomi dan fungsi fisiologis antarorgan diduga berperan dalam memengaruhi akumulasi metabolit sekunder. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk membandingkan rendemen serta kadar total flavonoid ekstrak etanol 96% yang diperoleh dari daun dan batang ubi jalar ungu.
Metode: Simplisia daun dan batang diekstraksi menggunakan etanol 96% melalui metode perkolasi. Rendemen ekstrak dihitung sebagai perbandingan antara bobot ekstrak kering dan bobot awal simplisia, sedangkan kadar total flavonoid ditentukan secara spektrofotometri UV-Vis dengan kuersetin sebagai standar. Analisis data dilakukan menggunakan uji Mann-Whitney U untuk membandingkan rendemen serta uji independent samples t-test untuk mengevaluasi perbedaan kadar total flavonoid.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen ekstrak etanol 96% daun ubi jalar ungu (5,464 ± 0,415%) lebih tinggi dibandingkan ekstrak batang (4,052 ± 0,791%) (p<0,05). Kadar total flavonoid ekstrak etanol 96% daun (36,412 ± 0,121 mg QE/g) lebih tinggi dibandingkan ekstrak batang (21,094 ± 0,089 mg QE/g) (p<0,05).
Simpulan: Jumlah rendemen dan kadar total flavonoid daun ubi jalar ungu lebih tinggi dibandingkan dengan batang, sehingga berpotensi sebagai sumber flavonoid alami yang lebih optimal dari tanaman ini.
Kata Kunci: Ipomoea batatas L., daun, batang, rendemen, total flavonoid
Pendahuluan: Ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) merupakan salah satu bahan pangan fungsional yang berpotensi dikembangkan karena mengandung berbagai senyawa bioaktif, termasuk flavonoid. Meskipun demikian, penelitian yang membandingkan rendemen ekstrak dan kadar total flavonoid pada daun dan batang ubi jalar masih relatif terbatas. Perbedaan karakteristik anatomi dan fungsi fisiologis antarorgan diduga berperan dalam memengaruhi akumulasi metabolit sekunder. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk membandingkan rendemen serta kadar total flavonoid ekstrak etanol 96% yang diperoleh dari daun dan batang ubi jalar ungu.
Metode: Simplisia daun dan batang diekstraksi menggunakan etanol 96% melalui metode perkolasi. Rendemen ekstrak dihitung sebagai perbandingan antara bobot ekstrak kering dan bobot awal simplisia, sedangkan kadar total flavonoid ditentukan secara spektrofotometri UV-Vis dengan kuersetin sebagai standar. Analisis data dilakukan menggunakan uji Mann-Whitney U untuk membandingkan rendemen serta uji independent samples t-test untuk mengevaluasi perbedaan kadar total flavonoid.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen ekstrak etanol 96% daun ubi jalar ungu (5,464 ± 0,415%) lebih tinggi dibandingkan ekstrak batang (4,052 ± 0,791%) (p<0,05). Kadar total flavonoid ekstrak etanol 96% daun (36,412 ± 0,121 mg QE/g) lebih tinggi dibandingkan ekstrak batang (21,094 ± 0,089 mg QE/g) (p<0,05).
Simpulan: Jumlah rendemen dan kadar total flavonoid daun ubi jalar ungu lebih tinggi dibandingkan dengan batang, sehingga berpotensi sebagai sumber flavonoid alami yang lebih optimal dari tanaman ini.
Kata Kunci: Ipomoea batatas L., daun, batang, rendemen, total flavonoid
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.