Hubungan Polifarmasi terhadap Potensi Interaksi Obat pada Peresepan Antihipertensi di Apotek Arjasa Kota Malang
Abstract
ABSTRAK
Pendahuluan: Hipertensi sering memerlukan kombinasi beberapa obat untuk mencapai target terapi. Penggunaan banyak obat (polifarmasi) dapat meningkatkan risiko terjadinya interaksi obat yang memengaruhi keamanan dan efektivitas terapi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan polifarmasi dengan jenis dan tingkat keparahan potensi interaksi obat pada resep antihipertensi di Apotek Arjasa Kota Malang.
Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif retrospektif menggunakan 141 resep pasien rawat jalan periode September–Desember 2025 yang dipilih secara purposive sampling. Potensi interaksi obat dianalisis menggunakan Drug Interactions Checker, sedangkan hubungan antarvariabel diuji dengan Chi-square dan korelasi Spearman Rank.
Hasil dan Pembahasan: Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar pasien termasuk dalam kelompok polifarmasi dengan penggunaan lebih dari lima jenis obat. Potensi interaksi obat yang paling sering ditemukan adalah interaksi farmakodinamik dengan tingkat keparahan moderat. Hasil analisis statistik memperlihatkan bahwa polifarmasi berhubungan secara signifikan dengan jenis potensi interaksi obat serta tingkat keparahan potensi interaksi obat (p=0,000).
Simpulan: Polifarmasi terbukti berhubungan secara signifikan dengan jenis maupun tingkat keparahan potensi interaksi obat pada resep antihipertensi di Apotek Arjasa Kota Malang. Dengan demikian, pelaksanaan skrining potensi interaksi obat secara berkala menjadi penting sebagai upaya meningkatkan keselamatan penggunaan obat dan mengoptimalkan keberhasilan terapi pada pasien yang menjalani polifarmasi.
Kata Kunci: Hipertensi, Polifarmasi, Interaksi Obat, Tingkat Keparahan
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.