PENGARUH PERBEDAAN DAERAH TUMBUH JAHE EMPRIT TERHADAP RENDEMEN, PROFIL FENOLIK, DAN POTENSI ANTIOKSIDAN
Abstract
ABSTRAK
Pendahuluan: Pola hidup modern yang tidak sehat, berkontribusi terhadap peningkatan radikal bebas dalam tubuh yang memicu stres oksidatif dan penyakit degeneratif. Antioksidan alami dari tanaman obat menjadi alternatif penting untuk menangkal radikal bebas, salah satunya adalah Jahe Emprit (Zingiber officinale var. amarum) yang kaya senyawa fenolik seperti gingerol, shogaol, dan zingeron. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan rendemen dan aktivitas antioksidan ekstrak metanol rimpang Jahe Emprit dari tiga daerah tumbuh berbeda: Batu, Lombok Barat, dan Bangkalan.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik untuk membandingkan aktivitas antioksidan ekstrak metanol rimpang Jahe Emprit dari tiga daerah tumbuh berbeda: Batu, Lombok Barat, dan Bangkalan. Ekstraksi dilakukan dengan metode Ultrasonic Assisted Extraction (UAE), dan aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH untuk menentukan nilai IC₅₀. Analisis statistik dilakukan menggunakan ANOVA.
Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen tertinggi diperoleh dari Daerah Batu (2,192%), diikuti Lombok Barat (1,706%) dan Bangkalan (0,614%). Namun, aktivitas antioksidan memberikan hasil berbeda secara signifikan. Hasil pengamatan uji profil KLT Fenolik menghasilkan spot noda yang sama dan jarak noda berbeda,sedangkan pada uji aktivitas antioksidan ekstrak dari pesisir Bangkalan menunjukkan aktivitas paling kuat dengan nilai IC₅₀ 35,846 μg/mL (kategori sangat kuat). Ekstrak dari Daerah Batu memiliki aktivitas kuat dengan nilai IC₅₀ 84,114 μg/mL, dan Lombok Barat menunjukkan aktivitas sedang dengan nilai IC₅₀ 105,590 μg/mL. Perbedaan ini menegaskan bahwa potensi aktivitas antioksidan tidak hanya bergantung pada kuantitas rendemen, tetapi lebih dominan dipengaruhi oleh kualitas kandungan senyawa bioaktif serta kondisi lingkungan tumbuh yang spesifik sebagai bentuk respons adaptasi terhadap stres abiotik. Simpulan: Jahe Emprit dari Bangkalan memiliki potensi tinggi sebagai sumber antioksidan alami, meskipun rendemennya lebih rendah. Hal ini menunjukkan bahwa potensi antioksidan lebih dipengaruhi oleh kandungan senyawa bioaktif dan lingkungan tumbuh daripada rendemen semata.
Kata Kunci: Antioksidan, Persen Rendemen, Profil KLT fenolik, Zingiber officinale var. amarum
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.