HUBUNGAN DURASI PENCAMPURAN INFUS DEXTROSE 10% TERHADAP STABILITAS FISIK DAN KIMIA INJEKSI AMINOFILIN

Meylita Shierly Erinda, Denis Mery Mirza, Yudi Purnomo

Abstract


ABSTRAK

Pendahuluan: Aminofilin memiliki kompatibilitas terbatas dalam cairan infus pada praktik Pencampuran sediaan intravena . Berdasarkan pedoman PNAA, aminofilin dapat dicampurkan dengan dekstrosa atau natrium klorida. Karena sifat asam dekstrosa dapat menurunkan stabilitas obat, perlu dikaji pengaruh durasi pencampuran aminofilin dengan infus dekstrosa 10% terhadap stabilitas fisik dan kimianya.

Metode: Penelitian ini bertujuan menilai potensi inkompatibilitas pencampuran injeksi aminofilin dengan infus dextrose 10%. Parameter yang diamati berupa pengamatan warna, kejernihan, kekeruhan, dan pH pada jam ke-0, 2, 4, dan 6. Data dianalisis menggunakan uji one way ANOVA dilanjutkan Tukey HSD (p<0.05) serta uji korelasi Pearson.

Hasil dan Pembahasan: Pencampuran sediaan intravena injeksi aminofilin dengan infus dextrose 10% mengalami peningkatan kekeruhan pada jam ke-2, 4 dan 6 sebesar 64%; 39% dan 36% dan penurunan pH sekitar 1,47%; 0,87%; 0,88%, namun perubahan tersebut masih berada dalam batas yang dapat diterima, yaitu tidak lebih dari ± 0,5. Terdapat pengaruh yang sangat kuat dan signifikan (p<0,05) antara durasi pencampuran dengan kekeruhan (r = 0,818) dan durasi pencampuran dengan pH (r = - 0,976).

Simpulan: Pencampuran injeksi aminofilin dengan infus dextrose 10% stabil dan kompatibel hingga 6 jam pada suhu ruang, tanpa perubahan signifikan pada pH maupun kekeruhan.

Kata Kunci: Aminofilin, Dextrose 10%, Inkompatibilitas, Stabilitas

 


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.