HUBUNGAN DURASI PENCAMPURAN INFUS KA-EN 3B TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA SEDIAAN AMPISILIN INJEKSI
Abstract
ABSTRAK
Pendahuluan: Ampisilin injeksi diketahui memiliki keterbatasan kompatibilitas ketika dicampurkan dalam larutan infus, khususnya dalam praktik pemberian intravena. Hingga saat ini, belum terdapat publikasi yang membahas secara spesifik potensi kompatibilitas antara ampisilin injeksi dengan larutan infus KA-EN 3B. Oleh karena itu, diperlukan kajian observasi untuk mengevaluasi kemungkinan terjadinya inkompatibilitas berdasarkan karakteristik fisik sediaan serta durasi waktu interaksi antara kedua komponen tersebut.
Metode: Penelitian ini merupakan studi observasi laboratorium yang menganalisis inkompatibilitas pencampuran infus KA-EN 3B dan injeksi ampisilin berdasarkan sifat fisikokimia bahan obat, dilakukan pada jam ke 0, 2, 4, dan 6 dengan tiga kali replikasi. Parameter diamati berupa fisik (organoleptis, kekeruhan) dan sifat kimia (pH). Data analisis yang digunakan berupa One Way ANOVA (p<0.05) dan korelasi Pearson.
Hasil dan Pembahasan: Pencampuran sediaan ampisilin injeksi dengan larutan infus KA-EN 3B (AMP/KA-EN 3B) yang diamati pada jam ke-0 hingga jam ke-6 menunjukkan bahwa larutan tetap jernih tanpa perubahan warna dan tidak mengalami peningkatan kekeruhan (<0.5 NTU). Nilai pH tetap stabil dengan perubahan kurang dari 0.5. Hasil uji korelasi Pearson terdapat pengaruh yang signifikan (p<0.05) antara durasi interaksi dengan kekeruhan (r = 0.710) dan pH (r = 0.895).
Simpulan: Hasil studi mengkonfirmasi kompatibilitas fisikokimia antara ampisilin dan KA-EN 3B serta [J21] menunjukkan bahwa durasi pencampuran mempengaruhi karakteristik sediaan. Kombinasi ini layak dikaji lebih lanjut pada tahap pra-klinis awal karena belum disertai evaluasi pada mahluk hidup.
Kata Kunci: Ampisilin, infus KA-EN 3B, durasi interaksi, sifat fisikokimia, kompatibilitas
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.