STUDI IN SILICO SENYAWA JAHE EMPRIT (ZINGIBERIS OFFICINALE VAR. AMARUM) TERHADAP ENZIM SIRTUIN-1 DAN ENZIM XANTHIN OKSIDASE SEBAGAI ANTI-OSTEOARTRITIS
Abstract
Pendahuluan: Kerusakan bertahap pada jaringan persendian yang dipicu oleh tekanan oksidatif serta peningkatan pembentukan molekul reaktif beroksigen atau disebut Reactive Oxygen Species (ROS) dikenal sebagai osteoartritis. Xanthin oksidase diketahui berperan dalam peningkatan ROS, sedangkan Sirtuin-1 berperan sebagai enzim antioksidan yang menjaga homeostasis seluler. Penggunaan antioksidan alami, seperti jahe emprit (Zingiber officinale var. Amarum) yang didalamnya terkandung senyawa non-fenolik dengan potensi aktivitas antioksidan. Sehingga menjadi alternatif potensial dalam terapi OA karena kandungan senyawa bioaktifnya.
Metode: Penelitian ini merupakan studi in silico yang mengevaluasi interaksi senyawa non-fenolik dari ekstrak jahe emprit terhadap enzim Sirtuin-1 (5BTR) dan Xanthin oksidase (2E1Q). Analisis dilakukan melalui proses molecular docking menggunakan Pyrx 0.8 dan visualisasi interaksi ligan-protein dengan Biovia Discovery Studio 2021. Prediksi sifat fisikokimia dan farmakokinetik senyawa diterapkan menggunakan teknik dengan SwissADME dan pkCSM.
Hasil dan Pembahasan: Hasil analisis in silico menunjukkan bahwa senyawa α-Linolenic acid memiliki afinitas pengikatan yang tinggi terhadap enzim Sirtuin-1 (PDB ID: 5BTR) dengan nilai binding affinity sebesar –5,8 kcal/mol dan kemiripan interaksi residu asam amino sebesar 40% terhadap ligan kontrol, resveratrol. Selain itu, senyawa ini juga menunjukkan potensi penghambatan terhadap enzim Xanthine oxidase (PDB ID: 2E1Q) dengan nilai binding affinity –7,2 kcal/mol. Di sisi lain, 4-Methoxybenzaldehyde menunjukkan profil farmakokinetik dan toksisitas yang paling optimal, meliputi absorpsi gastrointestinal yang baik, tidak bersifat hepatotoksik maupun menyebabkan iritasi kulit, serta memenuhi seluruh parameter Lipinski’s Rule of Five.
Kesimpulan: Senyawa α-Linolenic acid menunjukkan potensi terhadap enzim Sirtuin-1 dan Xanthine oxidase. Sehingga memberikan dasar ilmiah untuk pengembangan lebih lanjut terhadap pengembangan jahe emprit dalam terapi osteoartritis.
Kata Kunci: Jahe emprit, osteoartritis, Sirtuin-1, Xanthin Oksidase, molecular docking
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.