PENGARUH FASE MINYAK PADA FORMULASI KRIM ASAM OLEANOLIK: EVALUASI SIFAT FISIKA, KIMIA, DAN STABILITAS
Abstract
ABSTRAK
Pendahuluan: Asam oleanolik merupakan senyawa golongan triterpenoid yang memiliki potensi sebagai agen antioksidan, antimikroba, dan antiinflamasi, sehingga cocok digunakan dalam sediaan topikal seperti krim. Formulasi berbasis emulsi dengan fase minyak diperlukan untuk meningkatkan bioavaibilitas. Jenis dan panjang rantai asam lemak pada minyak, seperti olive oil, VCO, dan avocado oil, berpengaruh terhadap stabilitas fisik dan kimia krim asam oleanolik.
Metode: Penelitian kuasi-eksperimental membuat tiga formula krim asam oleanolik dengan olive oil (rantai panajng, VCO (rantai sedang), dan avocado oil (campuran rantai), lalu dievaluasi organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, dan stabilitas fisik menggunakan metode freeze-thaw (3 siklus).
Hasil: Semua formula homogen dengan warna putih dan bau khas masing-masing minyak. Hilai pH berada dalam rentang kulit (3,5-8); olive oil 7.72, VCO 7.73, avocado oil 8.06. daya sebar yang memasuki rentang yaitu olive oil. Setelah siklus cycling test, hanya formula olive oil yang mempertahankan daya sebar ideal dan pH stabil, menandakan kestabilan fisik tertinggi pada minyak rantai panjang.
Kesimpulan: Olive oil (rantai panjang) memberikan stabilitas dan daya sebar optimal pada krim asam oleanolik, sedangkan minyak dengan rantai lebih pendek cenderung meningkatkan atau menuurnkan viskositas sediaan.
Kata Kunci: Asam oleanolik; fase minyak; daya sebar;pH; stabilitas emulsiFull Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.