EVALUASI AKTIVITAS ANTIINFLAMASI EKSTRAK ETIL ASETAT KULIT BUAH MATOA (Pometia pinnata) SECARA IN VIVO

Naomira Salwa Kinarsyahranie, Nugroho Wibisono, Andri Tilaqza

Abstract


ABSTRAK
Pendahuluan: Matoa merupakan salah satu tanaman yang banyak dimanfaatkan sebagai tanaman herbal karena memiliki
kandungan senyawa metabolit sekunder golongan alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan terpenoid. Senyawa metabolit
sekunder yang terkandung pada matoa dimanfaatkan sebagai pengobatan antiinflamasi. Sehingga penggunaan pelarut etil
asetat untuk mengetahui aktivitas antiinflamasi kulit buah matoa menjadi tujuan penelitian ini.
Metode: Kulit buah matoa diekstraksi menggunakan metode Ultrasound Assisted Extraction (UAE) dengan pelarut Etil
Asetat kemudian dipekatkan dengan rotary evaporator. Hasil ekstraksi berupa ekstrak kental. Pengujian antiinflamasi
dilakukan dengan pemberian karagenan 1% sebanyak 0,2 mL secara intraplantar pada bagian telapak kaki tikus dan diukur
volume edema menggunakan pletismometer. Penelitian ini menggunakan 25 ekor tikus yang dibagi ke dalam 5 kelompok
perlakuan, antara lain kelompok kontrol negatif (CMC-Na), kelompok kontrol positif (asam mefenamat 500 mg/Kg BB),
kelompok perlakuan 1 (Ekstrak etil asetat dosis 50 mg/Kg BB), kelompok perlakuan 2 (100 mg/Kg BB), dan kelompok
perlakuan 3 (200 mg/Kg BB). Data dianalisis menggunakan one way ANOVA yang dilanjutkan dengan uji LSD.
Hasil dan Pembahasan: Hasil aktivitas antiinflamasi paling baik ditunjukkan oleh kelompok perlakuan 2 (Ekstrak etil
asetat dosis 100 mg/KgBB) diantara perlakuan dosis ekstrak dengan rata-rata nilai AUC volume edema sebesar 28.56 mL
menit dan persentase inhibisi inflamasi sebesar 37.60%. Hasil pengujian statistika menunjukkan adanya perbedaan yang
signifikan (p ≤ 0,05) antara kelompok kontrol negatif, kontrol positif, perlakuan 1, perlakuan 2 dan perlakuan 3 yang
dilihat menggunakan one way ANOVA yang dilanjutkan dengan uji LSD.
Simpulan: Pada perlakuan 2 (Ekstrak etil asetat dosis 100 mg/KgBB) yang diberikan pada tikus yang telah diinduksi
karagenan 1% memiliki aktivitas sebagai antiinflamasi paling tinggi yang dilihat dari persentase inhibisi sebesar 37.60%.
Kata Kunci: Antiinflamasi, Etil asetat, Kulit Buah Matoa


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.