EVALUASI POTENSI ANALGESIK EKSTRAK METANOL KULIT BUAH MATOA (Pometia pinnata) SECARA IN VIVO
Abstract
ABSTRAK
Pendahuluan: Kerusakan atau potensi kerusakan jaringan tubuh dapat memicu pengalaman yang tidak menyenangkan secara sensorik dan emosional, yang dikenal sebagai nyeri. Saat ini, penggunaan analgesik sintetik seperti NSAID menjadi pilihan utama dalam manajemen nyeri. Namun, konsumsi jangka panjang NSAID sering kali menimbulkan efek samping serius, oleh karena itu, pencarian alternatif berbasis tanaman herbal menjadi semakin penting. Salah satu tumbuhan yang mempunyai aktivitas sebagai analgesik alami adalah matoa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji sifat analgesik ekstrak metanol kulit buah matoa secara in vivo.
Metode: Serbuk kulit buah matoa diekstraksi dengan UAE menggunakan metanol (1:20). Pengujian analgesik dilakukan pada 25 tikus Wistar, dengan 5 kelompok perlakuan: kontrol positif (Asam Mefenamat 9 mg/kg BB), kontrol negatif (CMC Na 0,5%), serta tiga dosis ekstrak metanol kulit buah matoa (50, 100, 200 mg/kg BB). Ambang nyeri diukur setiap 1 jam selama 6 jam, dilakukan pengujian analisis Kruskal-Wallis, kemudian dilakuakan pengujian post hoc LSD.
Hasil dan Pembahasan: Persentase inhibisi nyeri pada kontrol negatif 0%, kelompok kontrol positif diberikan asam mefenamat memiliki persentase inhibisi nyeri 37.43, kelompok perlakuan dosis 50 mg/kg BB 37.43%, kelompok perlakuan dengan dosis 100 mg/kg BB 36.95%, sedangkan perlakuan dengan dosis 200 mg/kg BB memiliki aktifitas analgesik paling dengan nilai persentase inhibisi nyeri sebesar 39.72%. berdasarkan nilai AUC kelompok semua perlakuan memiliki postensi sebagai analgesik, data statistik menunjukkan perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan (p = <0.05).
Simpulan: Ekstrak metanol dari kulit buah matoa memiliki potensi sebagai dan dosis yang paling efektif terdapat pada kelompok perlakuan dengan dosis 200 mg/kg BB.
Kata Kunci: Matoa, analgesik, metanol
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.