PENGARUH PERBEDAAN KONSENTRASI SURFAKTAN TERHADAP SIFAT FISIK DAN KIMIA MIKROEMULSI MINYAK JAHE EMPRIT (Zingiber officinale var. Amarum)
Abstract
ABSTRAK
Pendahuluan: Minyak atsiri jahe emprit (Zingiber officinale var. Amarum) diketahui mengandung senyawa yang memiliki aktivitas antiinflamasi. Pada umumnya minyak atsiri digunakan rute topikal untuk inflamasi. Kelemahan minyak atsiri mudah menguap sehingga perlu diformulasikan menjadi sistem penghantaran mikroemulsi. Alasan pemilihan mikroemulsi karena memiliki stabilitas secara termodinamika serta memiliki kemampuan penetrasi yang baik. Mikroemulsi merupakan sistem penghantaran yang terdiri atas fase minyak, surfaktan, kosurfaktan dan fase air. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi surfaktan terhadap sediaan mikroemulsi.
Metode: Mikroemulsi dibuat menggunakan metode emulsifikasi spontan dengan menggunakan perbedaan konsentrasi surfaktan yakni 4%; 5% dan 6% yang dibuat dengan 3 kali replikasi. Selanjutnya, dilakukan pengujian karakteristik fisik berupa uji organoleptik meliputi warna, bau, kekeruhan dan homogenitas serta pengujian karakteristik kimia berupa pengujian pH dari sediaan mikroemulsi. Analisa statistik yang digunakan pada penelitian ini adalah one way ANOVA.
Hasil dan Pembahasan: Pada pengamatan organoleptik semakin tinggi konsentrasi surfaktan maka kekeruhan sediaan semakin low turbid. Pengujian pH dengan hasil formula 1 (5,79 ± 0,073), formula 2 (5,34 ± 0,075) dan formula 3 (5,14 ± 0,032). Nilai pH memiliki nilai signifikansi p<0,05 yang artinya memiliki perbedaan yang signifikan secara statistik.
Simpulan: Ketiga formula memiliki karakteristik fisik dan kimia yang berbeda sehingga dapat disimpulkan bahwa perbedaan konsentrasi surfaktan berpengaruh terhadap karakteristik fisik dan kimia mikroemulsi.
Kata Kunci: Mikroemulsi, Minyak Jahe Emprit, Surfaktan, Sifat Fisik, Sifat Kimia
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.