STUDI NORMALISASI SUNGAI GANGGANGMALANG AKIBAT BANJIR DI KABUPATEN NGANJUK MENGGUNAKAN PROGRAM HEC-RAS

Mochammad Yonif Elang Samudro, Azizah Rokhmawati, Ita Suhermin Ingsih

Abstract


Banjir merupakan salah satu bencana hidrologi yang sering terjadi di berbagai daerah di Indonesia, terutama pada wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) yang mengalami perubahan tata guna lahan serta peningkatan intensitas curah hujan. Sungai Ganggangmalang di Kabupaten Nganjuk merupakan salah satu sungai yang sering mengalami luapan air pada musim penghujan sehingga menyebabkan banjir di wilayah sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui debit banjir rencana, menganalisis profil aliran sungai saat terjadi banjir, serta mengevaluasi kapasitas penampang Sungai Ganggangmalang menggunakan program HEC-RAS. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis hidrologi dengan metode Hidrograf Satuan Sintetik Nakayasu untuk menentukan debit banjir rencana serta analisis hidrolika menggunakan pemodelan HEC-RAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa debit banjir rencana periode ulang 25 tahun sebesar 489,76 m³/detik dan terdapat beberapa penampang sungai yang tidak mampu menampung debit banjir tersebut. Oleh karena itu diperlukan upaya normalisasi sungai serta perencanaan tanggul sebagai solusi pengendalian banjir.
Flooding is one of the hydrological disasters that frequently occurs in various regions of Indonesia, particularly in watershed areas experiencing land-use changes and increasing rainfall intensity. The Ganggangmalang River in Nganjuk Regency is among the rivers that frequently overflow during the rainy season, resulting in flooding in the surrounding areas. This study aims to determine the design flood discharge, analyze the river flow profile during flood events, and evaluate the cross-sectional capacity of the Ganggangmalang River using the HEC-RAS program. The research method involves hydrological analysis using the Nakayasu Synthetic Unit Hydrograph method to estimate the design flood discharge, followed by hydraulic analysis through HEC-RAS modeling. The results indicate that the design flood discharge for a 25-year return period reaches 489.76 m³/s, and several river cross-sections are unable to accommodate this discharge. Therefore, river normalization and levee planning are required as flood control measures.

References


B. Umarilla, E. Noerhayati, dan B. Suprapto,

“Studi Pengendalian Banjir Pada SungaiLegundi Kota Probolinggo denganMetode HEC-RAS,”Univ. Islam Malang,2023.

http://repository.unisma.ac.id/handle/123

/7009

A. Salman, E. Noerhayati, dan A.Rachmawati,“STUDI NORMALISASISUNGAI REJOSO DIKABUPATENPASURUAN DENGANMENGGUNAKANMETODE HEC-RAS.,”J.Rekayasa Sipil E-J.,vol. Vol 9, No 4, 2021

Y. R. Kurniawan, B. Suprapto, dan A.

Rachmawati, “Studi Normalisasi SungaiBadukAkibat Banjir di Kabupaten NganjukMenggunakan Program HEC-RAS,”Univ.IslamMalang, 2023.

http://repository.unisma.ac.id/handle/123

789/7004

Syarifuddin, dkk, 2000,Sains Geografi,Jakarta : Bumi Aksa

D.S.Hartati ,E.Noerhayati,danA.Rachmawati,“STUDI PENGENDALIANBANJIR DI SUNGAI PENGULURAANKAB.MALANG MENGGUNAKAN METODEHEC-RAS.,”J.Rekayasa Sipil E-J., vol. Vol11, No1, 2021

Nana Rihana Y. Wele, Azizah Rokhmawati,and Bambang Suprapto, “Studi PerencanaanNormalisasi Sungai Kobe Di KecamatanWeda Tengah Kabupaten HalmaheraTengah,”J. Rekayasa Sipil, vol. 12, no. 3,pp. 54–64, 2022


Refbacks

  • There are currently no refbacks.