ANALISIS KEPATUHAN SOP PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS DAN DAMPAKNYA TERHADAP PERENCANAAN INFRASTRUKTUR BANGUNAN RUMAH SAKIT CAHAYA MEDIKA KECAMATAN PRAYA LOMBOK TENGAH
Abstract
Pengelolaan limbah medis merupakan aspek penting dalam menjaga kesehatan lingkungan dan mencegah risiko pencemaran. Studi ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik limbah medis, tingkat kepatuhan terhadap Prosedur Operasi Standar (SOP), dan dampaknya terhadap perencanaan infrastruktur di Rumah Sakit Cahaya Medika Praya, Lombok Tengah. Metode kualitatif deskriptif digunakan, dengan data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber limbah berasal dari berbagai unit layanan seperti perawatan rawat inap, unit gawat darurat, laboratorium, dan apotek, dengan jenis limbah termasuk limbah infeksius, benda tajam, obat-obatan, bahan kimia, dan limbah radioaktif. Pengelolaan limbah mengikuti tahapan SOP yaitu pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, dan penyimpanan sementara. Namun, tantangan tetap ada, seperti kepatuhan staf yang tidak konsisten dan pengawasan yang kurang optimal. Analisis SWOT menunjukkan posisi rumah sakit berada di kuadran I, yang menunjukkan potensi pertumbuhan dan inovasi. Produksi limbah medis adalah 21.122 kg/hari, dan limbah non-medis adalah 3,54 kg/hari. Kesimpulannya, kepatuhan terhadap SOP berdampak positif pada perencanaan infrastruktur, khususnya dalam penyediaan fasilitas penyimpanan, jalur pembuangan limbah khusus, dan sistem pengendalian infeksi.
ABSTRAK
Medical waste management is a crucial aspect of maintaining environmental health and preventing the risk of pollution. This study aims to analyze the characteristics of medical waste, the level of compliance with Standard Operating Procedures (SOPs), and its impact on infrastructure planning at Cahaya Medika Praya Hospital, Central Lombok. A descriptive qualitative method was used, with data collected through observation and interviews. The results indicate that waste sources originate from various service units such as inpatient care, the emergency department, the laboratory, and the pharmacy, with waste types including infectious waste, sharps, pharmaceuticals, chemicals, and radioactive waste. Waste management follows the SOP stages of sorting, collection, transportation, and temporary storage. However, challenges remain, such as inconsistent staff compliance and suboptimal supervision. A SWOT analysis indicates the hospital's position in quadrant I, indicating potential for growth and innovation. Medical waste generation is 21,122 kg/day, and non-medical waste is 3.54 kg/day. In conclusion, compliance with SOPs has a positive impact on infrastructure planning, particularly in the provision of storage facilities, dedicated waste pathways, and infection control systems.
Keywords: medical waste, SOP, hospital, infrastructure, B3
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Daftar Pustaka
“Martiah, Roziqin, Rosdiana "Penegak Hukum Terhadap Pencemaran Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawitdi Kabupaten Penajam Paser Utara Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.” (2020).
Muhammad Zidan Alfinto, Nasruddin “Strategi Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Di Rumah Sakit Umum (RSUD) Ulin Kota Banjarmasin.” (2025).
“Supriyanto, S., dkk. (2023). [The hospital: Technical report series No. 122. Geneva: WHO.]. (Mengutip WHO, 1957).”
Berliana, Putri Nadia, Restu Hikmah Ayu Murti, dan Wahyu Dwi Utomo. “Kajian Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) PT. X.” INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi 2, no. 2 (2023): 400–408. https://doi.org/10.55123/insologi.v2i2.1280.
Flora, Henny Saida. TANGGUNG JAWAB RUMAH SAKIT TERHADAP TENAGA MEDIS DALAM PELAYANAN KESEHATAN. 2, no. 1 (2024).
Permenkes No. 17 Tahun 2019
Permen LHK No. 56 Tahun 2015
Refbacks
- There are currently no refbacks.
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)