STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN STRUKTUR DENGAN METODE SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN MENENGAH (SRPMM) PADA GEDUNG TEKNIK 2 KAMPUS UIN 3 DI KOTA BATU

Nizal Ardiansya Tama, Anang Bakhtiar, Gilang Ramadan Kololikiye

Abstract


Gempa bumi adalah getaran alami pada permukaan bumi yang disebabkan oleh pergerakan lempeng tektonik di bawah permukaan bumi. Oleh karena itu, diperlukan sistem struktur yang tepat untuk menahan gaya seismik pada bangunan. Berdasarkan SNI 1726:2019 tentang Persyaratan Desain Seismik untuk Bangunan dan Struktur Lainnya, salah satu sistem struktur yang dapat diterapkan adalah Sistem Rangka Penahan Momen Menengah (SRPMM), yang memerlukan ketentuan detail dan penguatan khusus untuk komponen-komponen struktur. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang sebuah bangunan empat lantai dengan menggunakan konsep struktur alternatif berdasarkan Sistem Rangka Penahan Momen Menengah (SRPMM). dilakukan sesuai dengan SNI 1726:2019, SNI 1727:2020, dan SNI 2847:2019. Hasil analisis struktur menunjukkan bahwa ketebalan pelat 160 mm sudah memadai untuk lantai dua hingga tingkat atap. Tulangan pelat yang disediakan terdiri dari Ø12–125 mm untuk daerah penyangga dan rentang pada arah X, serta Ø10–125 mm untuk daerah penyangga dan rentang pada arah Y. Balok sekunder dirancang dengan dimensi 30 × 60 cm, diperkuat dengan tulangan 7D19 pada bagian penyangga dan 3D19 pada bagian bentang. Balok primer memiliki dimensi 40 × 75 cm, diperkuat dengan tulangan 16D19 pada bagian penyangga dan 7D19 pada bagian bentang. Kolom dirancang dengan dimensi 70 × 70 cm dan diperkuat dengan batang longitudinal 16D25, sedangkan kawat pengikat Ø12 digunakan sebagai tulangan melintang. Sistem pondasi terdiri dari tiang pancang beton pracetak dengan kedalaman 16 m. Berdasarkan data Uji Penetrasi Standar (SPT), daya dukung tiang pancang yang diperbolehkan adalah 68,4 ton per tiang. Kata kunci: Struktur tahan gempa, (SRPMM), beton bertulang, perancangan tahan gempa, pondasi tiang, SNI 1726:2019.
Earthquakes are natural ground vibrations caused by the movement of tectonic plates beneath the earth's surface. Therefore, an appropriate structural system is required to resist seismic forces in building structures. Based on SNI 1726:2019 concerning Seismic Design Requirements for Buildings and Other Structures, one of the structural systems that can be applied is the Intermediate Moment Resisting Frame System (SRPMM), which requires specific detailing and reinforcement provisions for structural components. This study aims to redesign a four-story building using an alternative structural concept based on the Intermediate Moment Resisting Frame System (SRPMM). The building has a length of 123 m, a width of 66 m, and a height of 17.8 m. The design and analysis were carried out in accordance with SNI 1726:2019, SNI 1727:2020, and SNI 2847:2019. Structural analysis results indicate that a slab thickness of 160 mm is adequate for the second floor through the roof level. The slab reinforcement provided consists of Ø12-125 mm for both support and span regions in the X-direction, and Ø10-125 mm for both support and span regions in the Y-direction.The secondary beams are designed with dimensions of 30 × 60 cm, reinforced with 7D19 bars at the supports and 3D19 bars at the spans. The primary beams have dimensions of 40 × 75 cm, reinforced with 16D19 bars at the supports and 7D19 bars at the spans. The columns are designed with dimensions of 70 × 70 cm and reinforced with 16D25 longitudinal bars, while Ø12 stirrups are used as transverse reinforcement. The foundation system consists of precast concrete piles with a depth of 16 m. Based on the Standard Penetration Test (SPT) data, the allowable pile bearing capacity is 68.4 tons per pile.
Keyword : Earthquake-resistant structure, (SRPMM), reinforced concrete, seismic design, pile foundation, SNI 1726:2019.

References


Rudiansyah, A., Suprapto, B., & Bakhtiar, A. (2018). Studi Perencanaan Struktur Akibat Penambahan Shearwall Pada Gedung Asrama Balai Teknik Air Minum Dan Sanitasi Wilayah Ii Provinsi Jawa Timur. Jurnal Rekayasa Sipil, 6 No.2, 122–130.

Winata, T. A., Warsito, W., & Suprapto, B. (2019). Studi Alternatif Gedung Fisip Universitas Islam Malang Dengan Metode Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM). Jurnal Rekayasa Sipil, 202–207

Ismail Huzain, Warsito, Bambang Suprapto (2021). PERENCANAAN GEDUNG RUMAH SAKIT ISLAM AHMAD YANI SURABAYA MENGGUNAKAN SISTEM STRUKTUR GANDA.

Warsito, Rizal Pratama, 2022. (2022). Studi Alternatif Perencanaan Struktur Dengan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (Srpmk) Pada Pembangunan Gedung Kantor Wilayah Bri Malang. | Jurnal Rekayasa Sipil, 12(3), 1–11.

Istimawan Dipohusodo, 1993, Struktur Beton Bertulang, Departement Pekerjaan Umum RI.

Gideon Kusuma, Vis W.C.,1993. Dasar-dasar Perencanaan Beton Bertulang Edisi Kedua Seri Beton 1, Penerbit Erlangga, Jakarta.

Sardjono, 1984, Pondasi Tiang Pancang Jilid 1, Penerbit Sinar Wijaya, Surabaya.

Sardjono, 1988, Pondasi Tiang Pancang Jilid 2, Penerbit Sinar Wijaya, Surabaya

SNI 1726-2019. (2020). SNI 1726-2019. 8

SNI 1727-2020. (2020). SNI 1727:2020 Beban desain minimum dan Kriteria terkait untuk bangunan gedung dan struktur lain. Jakarta, 8, 1–336.

SNI 2847-2019. (2019). Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung. Sni 2847-2019, 8, 720.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.