ANALISIS PENINGKATAN PERKERASAN KAKU (RIGID PAVEMENT) MENGGUNAKAN METODE AASHTO 1993 DAN MDPJ 2024 PADA RUAS JALAN TAMANASRI - PANTAI LICIN AMPELGADING KABUPATEN MALANG
Abstract
Ruas Jalan Tamanasri–Pantai Licin, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang merupakan jalur penghubung kawasan permukiman, pertanian, dan pariwisata yang mengalami peningkatan volume lalu lintas, khususnya kendaraan berat, sehingga diperlukan perencanaan peningkatan perkerasan yang mampu memberikan pelayanan optimal selama umur rencana. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai CBR tanah dasar, menghitung LHR dan lalu lintas rencana, menentukan tebal perkerasan kaku menggunakan metode AASHTO 1993 dan MDPJ 2024, serta membandingkan hasil desain kedua metode tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data primer berupa survei lapangan dan data sekunder berupa data lalu lintas, tanah dasar, serta pedoman perencanaan. Hasil penelitian menunjukkan nilai CBR tanah dasar sebesar 5,2%, LHR sebesar 2.356 kendaraan/hari, beban lalu lintas rencana sebesar 1,86 × 10⁷ JSKN pada metode MDPJ 2024 dan 1,57 × 10⁷ ESAL pada metode AASHTO 1993 selama umur rencana 30 tahun. Perencanaan dengan kedua metode menghasilkan perkerasan kaku tipe Jointed Plain Concrete Pavement (JPCP) dengan tebal pelat beton yang sama, yaitu 250 mm, sedangkan evaluasi metode MDPJ 2024 menghasilkan nilai fatigue sebesar 3,90% dan erosi sebesar 32,08% yang masih memenuhi persyaratan desain. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode AASHTO 1993 dan MDPJ 2024 menghasilkan desain perkerasan yang aman dan layak diterapkan. Oleh karena itu, disarankan agar penelitian selanjutnya menggunakan data lalu lintas yang lebih panjang, melakukan pengujian tanah dasar pada lebih banyak titik, serta membandingkan dengan metode perencanaan perkerasan lainnya untuk memperoleh hasil yang lebih komprehensif.
Kata Kunci: Perkerasan Kaku, AASHTO 1993, MDPJ 2024, CBR, LHR.
Abstract
The Tamanasri–Pantai Licin Road Section in Ampelgading District, Malang Regency serves as an important transportation corridor connecting residential, agricultural, and tourism areas. The increasing traffic volume, particularly heavy vehicles, has resulted in the need for pavement improvement planning capable of providing optimal service throughout the design life. This study aims to determine the subgrade California Bearing Ratio (CBR), calculate the Average Daily Traffic (ADT) and design traffic load, determine the rigid pavement thickness using the AASHTO 1993 and MDPJ 2024 methods, and compare the design results obtained from both methods. The research employed a quantitative descriptive approach using primary data collected through field surveys and secondary data consisting of traffic data, subgrade characteristics, and pavement design guidelines. The results indicate that the subgrade CBR value is 5.2%, with an ADT of 2,356 vehicles per day. The design traffic load was calculated as 1.86 × 10⁷ JSKN using the MDPJ 2024 method and 1.57 × 10⁷ ESAL using the AASHTO 1993 method for a 30-year design life. The pavement design results from both methods produced a Jointed Plain Concrete Pavement (JPCP) with thei samei concreitei slab thickneiss of 250 mm. Furtheirmorei, thei MDPJ 2024 eivaluation yieildeid fatiguei and eirosion valueis of 3.90% and 32.08%, reispeictiveily, which satisfy thei deisign reiquireimeints. It can bei concludeid that both thei AASHTO 1993 and MDPJ 2024 meithods producei safei and feiasiblei paveimeint deisigns. Theireiforei, futurei studieis arei reicommeindeid to utilizei longeir traffic obseirvation peiriods, conduct subgradei inveistigations at morei locations, and comparei additional paveimeint deisign meithods to obtain morei compreiheinsivei reisults.
Keyword: Rigid Paveimeint, AASHTO 1993, MDPJ 2024, CBR, ADT.
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Rokhmawatii, A. (2021). Peiran iinfrastruktur jalan teirhadap peiniingkatan koneiktiiviitas dan peirtumbuhan eikonomii wiilayah. Jurnal Teikniik Siipiil
Uniiveirsiitas Iislam Malang, 15(2), 45–54.
Bakhtiiar, A. (2020). Analiisiis kondiisii lalu liintas dan peingaruh keindaraan beirat teirhadap kiineirja peirkeirasan jalan. Jurnal Teikniik Siipiil Uniiveirsiitas Iislam
Malang, 14(1), 21–30.
Iingsiih, Ii. S. (2021). Kajiian parameiteir deisaiin peirkeirasan kaku beirdasarkan peidoman nasiional dan iinteirnasiional. Jurnal Teikniik Siipiil Uniiveirsiitas Iislam Malang, 15(1), 40–49.
Suprapto, B. (2022). Peirbandiingan meitodei peireincanaan peirkeirasan kaku diitiinjau
darii teibal peilat beiton. Jurnal Teikniik Siipiil Uniiveirsiitas Iislam Malang, 16(1),
–42.
Noeirhayatii. (2023). Eivaluasii parameiteir teikniis peireincanaan peirkeirasan kaku pada
jalan deingan lalu liintas beirat. Jurnal Teikniik Siipiil Uniiveirsiitas Iislam
Malang, 17(1), 1–10.
AASHTO. (1993). Guiidei for Deisiign of Paveimeint Structureis. Washiington, D.C.: Ameiriican Associiatiion of Statei Hiighway and Transportatiion Offiiciials. Keimeinteiriian Peikeirjaan Umum dan Peirumahan Rakyat (PUPR). (2023).
Kondiisii
dan Kiineirja Jalan Nasiional dan Daeirah. Jakarta: Diireiktorat Jeindeiral Biina
Marga.
Keimeinteiriian Peikeirjaan Umum dan Peirumahan Rakyat (PUPR). (2024). Manual
Deisaiin Peirkeirasan Jalan (MDPJ) 2024. Jakarta: Diireiktorat Jeindeiral Biina Marga.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)