PRIORITAS PERBAIKAN RUAS JALAN PRINGKUKU-DERSONO KABUPATEN PACITAN MENGGUNAKAN METODE PROVINCIAL/KABUPATEN ROAD MANAGEMENT SYSTEM (PKRMS) DAN METODE SURFACE DISTRESS INDEX (SDI)
Abstract
The Pringkuku–Dersono road section is a district road of approximately 10.19 km in Pacitan Regency, East Java, which plays an important role in inter-district connectivity. This study aims to identify pavement distress types, evaluate pavement condition, and determine repair priorities using the Surface Distress Index (SDI) and Provincial/Kabupaten Road Management System (PKRMS) methods, as well as to visualize the results using Geographic Information System (GIS). Field surveys were conducted to collect primary data including road inventory and pavement condition data. SDI analysis produced distress index values per 100 m segment, while PKRMS used the Treatment Trigger Index (TTI). Spatial visualization was performed using ArcGIS for SDI and QGIS for PKRMS. The study identified eight types of distress: depression crack, other cracks, patching, rutting, ravelling, edge damage, potholes, and disintegration. SDI results showed 80.37% good, 4.91% fair, 9.81% mildly damaged, and 4.91% severely damaged conditions, with a maintainability level of 85.28%. PKRMS results showed 43.18% good, 33.27% fair, 14.72% mildly damaged, and 8.83% severely damaged conditions, with a maintainability level of 76.45%. Under SDI, treatment ranges from routine maintenance for good segments to reconstruction for severely damaged segments (4.91%), whereas under PKRMS, good and fair segments both receive routine maintenance while severely damaged segments (8.83%) require rehabilitation/reconstruction. PKRMS proved more sensitive in detecting pavement degradation, identifying more unstable pavement (23.55%) than SDI (14.72%), and is recommended as the primary method for this study.
Ruas jalan Pringkuku–Dersono merupakan jalan kabupaten sepanjang kurang lebih 10,19 km di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, yang berperan penting dalam konektivitas antarkecamatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis kerusakan perkerasan, mengevaluasi kondisi perkerasan, dan menentukan prioritas penanganan menggunakan metode Surface Distress Index (SDI) dan Provincial/Kabupaten Road Management System (PKRMS), serta memvisualisasikan hasilnya menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Survei lapangan dilakukan untuk mengumpulkan data primer, meliputi data inventarisasi jalan dan data kondisi perkerasan. Analisis SDI menghasilkan nilai indeks kerusakan per segmen 100 m, sedangkan PKRMS menggunakan Treatment Trigger Index (TTI). Visualisasi spasial dilakukan menggunakan ArcGIS untuk SDI dan QGIS untuk PKRMS. Penelitian ini mengidentifikasi delapan jenis kerusakan, yaitu retak penurunan (depression crack), retak lainnya (other cracks), tambalan (patching), alur (rutting), pelepasan butir (ravelling), kerusakan tepi (edge damage), lubang (potholes), dan disintegrasi (disintegration). Hasil SDI menunjukkan kondisi baik sebesar 80,37%, sedang 4,91%, rusak ringan 9,81%, dan rusak berat 4,91%, dengan tingkat kemantapan jalan sebesar 85,28%. Hasil PKRMS menunjukkan kondisi baik sebesar 43,18%, sedang 33,27%, rusak ringan 14,72%, dan rusak berat 8,83%, dengan tingkat kemantapan jalan sebesar 76,45%. Berdasarkan metode SDI, penanganan yang diberikan berkisar dari pemeliharaan rutin untuk segmen dengan kondisi baik hingga rekonstruksi untuk segmen dengan kondisi rusak berat (4,91%), sedangkan pada metode PKRMS, segmen dengan kondisi baik dan sedang sama-sama mendapatkan penanganan pemeliharaan rutin, sementara segmen dengan kondisi rusak berat (8,83%) memerlukan penanganan rehabilitasi/rekonstruksi. Metode PKRMS terbukti lebih sensitif dalam mendeteksi penurunan kondisi perkerasan, dengan mengidentifikasi persentase perkerasan tidak mantap yang lebih besar (23,55%) dibandingkan metode SDI (14,72%), sehingga direkomendasikan sebagai metode utama dalam penelitian ini.
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Ahmad, F. S. (2022). Dampak Pembangunan Jalan Tol Trans Jawa terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Jawa Tengah: Institut Pertanian Bogor. Jurnal Ekonomi Dan Kebijakan Pembangunan, 11(1), 1–18.
Jahja, M. R., & Desei, F. L. (2026). Evaluasi Nilai Kerusakan Jalan Pada Ruas Molingkapoto Simpang Kwandang Menggunakan Surface Distress Index (Sdi) Dan International Roughness Index (Iri). 6(1).
Pemerintah Kabupaten Pacitan. (2024). Peraturan Bupati Pacitan Nomor 40 Tahun 2024 Tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Pacitan Tahun 2025. Pemerintah Kabupaten Pacitan.
Husein, Syahril K, Bambang Suprapto, dan Anang Bakhtiar. t.t. “Studi Perencanaan Perkerasan Ruas Jalan Km Liang-Morella Kabupaten Maluku Tengah.” 2021 Jurnal Rekayasa Sipil (e-journal), 5(2).
War’i, A., Bakhtiar, A., & Warsito. (2026). Studi Analisis Tingkat Kerusakan Jalan Menggunakan Metode Present Serviceability Index (Psi) Dan International Roughness Index (Iri) Pada Ruas Jalan Raya Sugio Kecamatan Lamongan.
Fahrurozi, M. M. F., Hendardi, A. R., & Budiman, D. (n.d.). Analisis Kerusakan Jalan Pada Ruas Ciawi – Panumbangan Dengan Metode Surface Distress Index (Sdi) Dan Software Provincial And Kabupaten Road Management System (Pkrms). 4(1).
Irhamuddin, I., Firzan, F., & Aulia Rahman3. (2023). Penilaian Kondisi Jalan Menggunakan Metode Sdi (Surface Distress Index) Dan Pendataan Dalam Gis (Geographic Information System) Di Kabupaten Nagan Raya. Jurnal Ilmiah Teknik Unida, 4(1), 79–86.
Jata, M. A., Bakhtiar, A., & Kololikiye, G. R. (2026). Analisis Kerusakan Jalan Dengan Aplikasi Provincial And Kabupaten Road Management System Sebagai Prioritas Perbaikan Jalan Kedunglurah – Gandusari Kabupaten Trenggalek.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)