PERENCANAAN PERKUATAN DAN ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA PADA METODE SOIL NAILING DAN GEOTEKSTIL DI LERENG EKSISTING STA 13±680 DUSUN BANARAN DESA DEPOK KECAMATAN BENDUNGAN KABUPATEN TRENGGALEK
Abstract
Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, merupakan wilayah dengan topografi curam dan tingkat kejenuhan tanah yang tinggi, sehingga rentan terhadap bencana tanah longsor. Lereng yang ada di STA 13+680, Dusun Banaran, Desa Depok, teridentifikasi berada dalam kondisi kritis dan memerlukan penanganan geoteknik berupa perkuatan lereng. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem perkuatan menggunakan dua alternatif, yaitu soil nailing dan geotekstil, serta membandingkan kinerja teknis dan biaya konstruksi kedua metode tersebut. Analisis stabilitas dilakukan menggunakan Metode Kesetimbangan Batas (Limit Equilibrium Method) Bishop dalam perangkat lunak GeoStudio SLOPE/W, sedangkan estimasi biaya disusun berdasarkan Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) dan Standar Satuan Harga (SSH) Kabupaten Trenggalek tahun 2026. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa perkuatan soil nailing menggunakan 11 baris nail (panjang bervariasi antara 10–20 m, kemiringan 20°) menghasilkan Faktor Keamanan (FoS) sebesar 1,671, sedangkan perkuatan geotekstil anyam (woven) sebanyak 34 lapis menghasilkan FoS sebesar 1,634; keduanya memenuhi syarat minimum FoS ≥ 1,5. Dari segi biaya, total anggaran (RAB) untuk soil nailing sebesar Rp950.823.693,96, sedangkan metode geotekstil sebesar Rp1.768.419.291,02, sehingga terdapat selisih sebesar Rp817.595.597,06 atau setara dengan penghematan biaya sebesar 46,23% jika metode soil nailing diterapkan. Berdasarkan pertimbangan teknis dan ekonomis tersebut, soil nailing direkomendasikan sebagai alternatif perkuatan yang paling optimal untuk lereng yang diteliti.
Kata kunci: stabilitas lereng, soil nailing, geotekstil, faktor keamanan, GeoStudio, estimasi biaya
ABSTRACTBendungan District, Trenggalek Regency is an area with steep topography and high soil saturation, making it prone to landslide disasters. The existing slope at STA 13±680, Banaran Hamlet, Depok Village was identified as being in a critical condition, requiring geotechnical treatment in the form of slope reinforcement. This study aims to design a reinforcement system using two alternatives, namely soil nailing and geotextile, and to compare the technical performance and construction cost of both methods. Stability analysis was performed using the Bishop Limit Equilibrium Method in GeoStudio SLOPE/W, while cost estimation was prepared based on the Unit Price Analysis (AHSP) and Standard Unit Price (SSH) of Trenggalek Regency for the year 2026. The modelling results show that soil nailing reinforcement using 11 rows of nails (length varying from 10-20 m, inclination of 20°) produced a Factor of Safety (FoS) of 1.671, while a 34-layer woven geotextile reinforcement produced a FoS of 1.634; both satisfy the minimum requirement of FoS ≥ 1.5. In terms of cost, the total budget (RAB) for soil nailing amounted to IDR 950,823,693.96, while the geotextile method amounted to IDR 1,768,419,291,02, resulting in a difference of IDR 817,595,597.06, equivalent to a 46.23% cost saving when soil nailing is adopted. Based on these technical and economic considerations, soil nailing is recommended as the most optimal reinforcement alternative for the studied slope.
Keywords: slope stability, soil nailing, geotextile, factor of safety, GeoStudio, cost estimation
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
C. Arifin, R. Rochmawati, And G. Kololikiye, “Studi Evaluasi Stabilitas Lereng Pada Jalan Tol Probolinggo Banyuwangi Sta. 38+475 Menggunakan Software Geostudio 2024,” 2025.
A. Sandrianti, D. Sanggrita A., Y. Andini, And P. G. Sabrian, “Analisis Kestabilan Lereng Menggunakan Metode Rock Mass Rating (Rmr) Untuk Menentukan Faktor Keamanan Daerah Kaubun, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur,” Jurnal Teknik Geologi : Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi, Vol. 7, No. 1, P. 26, Jun. 2024, Doi: 10.30872/Jtgeo.V7i1.18119.
D. Anggelia Septiani, “Gambaran Tingkat Kesiapsiagaan Masyarakat Menghadapi Bencana Tanah Longsor Di Dukuh Secang Sambirejo,” Calory Journal: Medical Laboratory Journal, Vol. 4, Pp. 1–29, 2026, Doi: 10.57213/Caloryjournal.V4i1.969.
M. N. Fuad, R. Rochmawati, D. Gilang, And R. Kololikiye, “Studi Analisis Stabilitas Lereng Pada Km 70+500 Ruas Jalan Raya Sumberbrantas Pacet Kabupaten Mojokerto Menggunakan Software Geo5,” 2025.
N. Azizah, R. Rochmawati, D. Gilang, And R. Kololikiye, “Studi Analisis Stabilitas Lereng Pada Proyek Jls Tulungagung Brumbun Pantai Sine Sta 12+675 Menggunakan Software Slide 6.0,” 2026.
M. Afif, K. Mundzir, R. Rochmawati, D. Gilang, And R. Kololikiye, “Analisis Stabilitas Lereng Pada Jalan Raya Malang-Kediri Di Wilayah Kedungrejo, Sukomulyo, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang Menggunakan Software Geostudio,” 2025.
B. Santoso And E. Noerhayati, “Studi Alternatif Perkuatan Lereng Pada Sisi Pelimpah Bendungan Jlantah Kabupaten Karanganyar,” 2023.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)