ANALISIS BOTTLENECK JEMBATAN JALAN LINTAS MELAWI TERHADAP KINERJA JALAN MT. HARYONO DI KOTA SINTANG
Abstract
Abstract
The bottleneck at the Melawi Crossing Bridge is the primary cause of structural traffic congestion on Jalan MT. Haryono in Sintang City. This study aims to model the impact of the bottleneck on traffic characteristics and analyze the magnitude of the resulting shockwaves. A descriptive quantitative method based on field observations was employed, utilizing a comparative approach between the Greenshields and Greenberg models. Analysis results indicate that the Greenshields model is the most accurate under normal conditions (Segment A1), with maximum volumes of 1,566 pcu/hour (Left Lane) and 1,452 smp/hour (Right Lane). However, the bottleneck in Segment A2 reduced capacity by over 40%—to 852 pcu/hour (Left Lane) and 845 pcu/hour (Right Lane)—and lowered operational speeds to below 20 km/hour. Shockwave analysis revealed the worst conditions on the Left Lane on Saturday, featuring a queue length of 1,736 meters and a delay of 1,450 vehicle-minutes, accompanied by a positive ωAB anomaly (+2.488 km/hour) due to over-saturation. Conversely, the Right Lane on Monday exhibited a normal pattern, with ωAB = -1.390 km/hour and a queue length of 761 meters. Implementing operational management for heavy vehicles is a potential strategy to alleviate congestion. Therefore, further study is required regarding heavy vehicle scheduling models and their impact on traffic volume distribution to achieve a balance between road demand and the bridge's limited capacity.
Keywords: Bottleneck, Shockwave, Greenshields, Greenberg, Gridlock.
Abstrak
Keberadaan bottleneck pada Jembatan Lintas Melawi menjadi pemicu utama kemacetan struktural di Jalan MT. Haryono, Kota Sintang. Penelitian ini bertujuan memodelkan pengaruh bottleneck terhadap karakteristik lalu lintas serta menganalisis besar gelombang kejut (shockwave) yang terbentuk. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif berbasis observasi lapangan dengan pendekatan komparatif Model Greenshields dan Greenberg. Hasil analisis menunjukkan model Greenshields paling akurat pada kondisi normal (Segmen A1) dengan volume maksimum 1.566 smp/jam (Ruas Kiri) dan 1.452 smp/jam (Ruas Kanan). Namun, bottleneck di Segmen A2 mereduksi kapasitas hingga >40% menjadi 852 smp/jam (Ruas Kiri) dan 845 smp/jam (Ruas Kanan), serta menurunkan kecepatan operasional hingga <20 km/jam. Analisis gelombang kejut menunjukkan kondisi terparah pada Ruas Kiri hari Sabtu dengan panjang antrean 1.736 meter dan tundaan 1.450 kendaraan-menit, disertai anomali ωAB positif (+2,488 km/jam) akibat over-saturation. Sebaliknya, Ruas Kanan hari Senin menunjukkan pola normal dengan ωAB = -1,390 km/jam dan antrean 761 meter. Untuk mengurangi kemacetan dapat dilakukan adalah melakukan manajemen operasional kendaraan berat. Untuk itu, diperlukan studi lebih lanjut mengenai model pengaturan jadwal kendaraan berat dan pengaruhnya terhadap distribusi volume lalu lintas guna mencapai keseimbangan antara beban permintaan jalan dengan kapasitas jembatan yang terbatas.
Kata Kunci: Bottleneck, Gelombang Kejut, Greenshields, Greenberg, Gridlock.
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Kementerian Indonesia. Perhubungan (2020). Republik Rencana strategis Kementerian Perhubungan 2020-2024.
Angka, A. B., Erdiansa, A., Pasmar, D., Halim, H., & Azis, A. (2022). Performance of traffic characteristics due to bottleneck on the Maros River Bridge. The Seybold Report, 17(110), 1648–1658.
Badan Pusat Statistik Kota Sintang. (2023). Statistik Daerah Kota Sintang 2023.
Makaida, L. (2023). Upaya peningkatan kinerja Bundaran Tugu Jam di Kabupaten Sintang (Kertas kerja wajib). Politeknik Transportasi Darat Indonesia–STTD.
Prayogi, G. R., Simatupang, M. S. F., Michael, & Yuliyanto, A. (2024). Analisis dampak penyempitan jalan terhadap karakteristik lalu lintas Jl. Letjen Alamsyah Ratu Prawiranegara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil, 7(4), 1315 1330.
Nawal, M., & Herman. (2021). Analisis gelombang kejut (shockwave) Jalan Dr Djundjunan pada segmen penyempitan jalan akibat angkut muatan sampah menggunakan metode Greenshield. Reka Racana: Jurnal Online Institut Teknologi Nasional.
Pemerintah Republik Indonesia. (2004). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan. Sekretariat Negara.
Pemerintah Republik Indonesia. (2006). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan. Sekretariat Negara
Pemerintah Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Sekretariat Negara.
Zulrehansyah, M. (2021). Analisis hubungan volume, kecepatan dan kepadatan lalu lintas dengan metode Greenshield dan Greenberg (Studi kasus: Simpang Jl. Paus - Simpang Jl. Terubuk) [Skripsi Sarjana, Universitas Islam Riau]. Perpustakaan Universitas Islam Riau.
Kementerian Pekerjaan Umum. (2023). Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI). Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum.
Ridha, M., Sismiana, M., Amalia, Zardi, M., Sriana, T., & Khalis, M. (2024). Analisis Hubungan Volume, Kecepatan Dan Kepadatan Jalan Dengan Model Greenshields, Greenberg Dan Underwood. PRINCE: Jurnal Sains dan Teknologi, 3(3), 478-487.
Saputra, B., & Savitri, D. (2021). Analisis hubungan antara volume, kecepatan dan kepadatan lalu-lintas berdasarkan model Greenshield, Greenberg dan Underwood. Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas, 5(1), 43–60.
Tamin, O. Z. (2003). Perencanaan & pemodelan transportasi: Contoh soal dan aplikasi (Ed. 1). Penerbit ITB.
Soedirdjo, T. L. (2002). Rekayasa lalu lintas. Penerbit ITB. (Dikutip pada Bab 2.4 mengenai klasifikasi 6 kelas pergerakan gelombang kejut)
Rohani, Hasyim, & Putri Salsabilah. (2025). Studi Hubungan Antara Tiga Parameter dengan Menggunakan Model Greenshield, Greenberg, Underwood dan Bell pada Ruas Jalan Dr. Sudjono Kota Mataram. Jurnal Ganec Swara, 19(1), 332-340.
Octaviani, R. S., Sjafruddin, A., Kusumawati, A., & Weningtyas, W. (2024). Analisis Gelombang Kejut pada Perlintasan Sebidang Kereta Api di Jam Sibuk (Studi Kasus: Perlintasan Sebidang Jalan Sunda, Kota Bandung). Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Teknologi Bandung.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)