STUDI EVALUASI KAPASITAS PENAMPANG SUNGAI PARON KOTA BATU DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM HECRAS

Winda Setiyowati, Bambang Suprapto, Azizah Rokhmawati

Abstract


ABSTRAK

 

Flooding is a situation where water cannot be accommodated in the drainage channel or there is an obstruction in the flow of water in the drainage channel. Paron River is one of the rivers in Batu City which almost every rainy season overflows. One method that is widely used is hydraulic modeling using HEC-RAS software. The data needed in this study is rainfall data using 3 stations, namely the Tinjumoyo, Pendem, and Temas rainfall stations. The purpose of this modeling is to analyze water flow in rivers, channels, and other hydraulic systems, both under steady flow and unsteady flow conditions, as well as in 1D and 2D models. The results of this study are the calculation of the planned flood discharge of the Paron River using the Nakayasu Synthetic Unit Hydrograph method, so that the planned discharge for the Q5-year return period is 296.65 m3

/ sec, the Q10-year return period is 340.39 m3 / sec, the Q20-year return period is 386.50 m3 / sec, the Q25-year return period is 396.44 m3 / sec, the Q50-year return period is 437.34 m3 / sec, the Q100-year return period is 483.40 m3 / sec, and the Q200-year return period is 526.94 m3 / sec. The size of the Paron river cross-section reservoir after the flood discharge data obtained was inputted into HEC-RAS and the results showed that many river cross-section points experienced overflow and the highest discharge point was at STA 4400 of

254.48 m3/sec and an overflow height of 1.9 m..

Keywords: Hec-RAS Software, Hydraulic Analysis, Hydrological Analysis, Rainfall

 

 

       Banjir adalah situasi di mana air tidak dapat ditampung di saluran drainase atau terdapat hambatan dalam aliran air di saluran drainase. Sungai Paron adalah salah satu sungai di Kota Batu yang hampir setiap musim hujan meluap. Salah satu metode yang banyak digunakan adalah pemodelan hidraulik menggunakan perangkat lunak HEC-RAS. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah data curah hujan menggunakan 3 stasiun, yaitu stasiun curah hujan Tinjumoyo, Pendem, dan Temas. Tujuan pemodelan ini adalah untuk menganalisis aliran air di sungai, saluran, dan sistem hidraulik lainnya, baik dalam kondisi aliran tunak maupun aliran tak tunak, serta dalam model 1D dan 2D. Hasil penelitian ini adalah perhitungan debit banjir terencana Sungai Paron menggunakan metode Hidrograf Satuan Sintetis Nakayasu, sehingga debit terencana untuk periode ulang Q5 tahun adalah 296,65 m3/detik, periode ulang Q10 tahun adalah 340,39 m3/detik, periode ulang Q20 tahun adalah 386,50 m3/detik, periode ulang Q25 tahun adalah 396,44 m3/detik, periode ulang Q50 tahun adalah 437,34 m3/detik, periode ulang Q100 tahun adalah 483,40 m3/detik, dan periode ulang Q200 tahun adalah 526,94 m3/detik. Ukuran penampang melintang waduk Sungai Paron setelah data debit banjir yang diperoleh dimasukkan ke dalam HEC-RAS dan hasilnya menunjukkan bahwa banyak titik penampang melintang sungai mengalami luapan dan titik debit tertinggi berada di STA 4400 sebesar 254,48 m3/detik dan ketinggian luapan 1,9 m.

 


References


D. Agustriyanto, A. Zakaria, and S. N. Khotimah, “Kinerja Metode Analisis Frekuensi Curah Hujan Harian Maksimum Menggunakan Korelasi,” JRSdd, vol. 8, no. 1, pp. 147–156, 2020.

A. Aprizal and A. Meris, “Aplikasi HEC-RAS dalam Pengendalian Banjir Sungai Way Kandis - Lampung Selatan,” Jurnal Teknik Sipil ITP, vol. 7, no. 1, pp. 1–9,

[Online].

R. Balahanti, W. Mononimbar, and P. H. Gosal, “Analisis Tingkat Kerentanan Banjir di Kecamatan Singkil Kota Manado,” Jurnal Spasial, vol. 11, pp. 69–79, 2023.

A. C. Damayanti, L. M. Limantara, and R. Haribowo, “Analisis Debit Banjir Rancangan dengan Metode HSS Nakayasu, HSS ITB-1, dan HSS Limantara pada DAS Manikin di Kabupaten Kupang,” Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air, vol. 2, no. 2, p. 313, 2022.

E. Aryanto and G. Hardiman, “Kajian Multi Varian Faktor yang Berpengaruh terhadap Infiltrasi Air Tanah sebagai Dasar Penentuan Daerah Potensial Resapan Air Tanah,” Proceeding Biology Education Conference, vol. 14, no. 1, pp. 252–257, 2017.

G. Gunawan, “Analisis Data Hidrologi Sungai Air Bengkulu Menggunakan Metode Statistik,” Inersia, Jurnal Teknik Sipil, vol. 9, no. 1, pp. 47–58, 2019.

H. Herawati et al., “Kajian Metode Empiris Untuk Menghitung Debit Banjir,” JeLAST: Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang, vol. 8, 2021.

M. Karuniasa, H. Daulay, and M. Soedarjanto, “Determination of The Best Watershed Management Practice in The Upper Ciliwung Watershed Based on Watershed Sustainability Model,” Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai, vol. 3, no. 1, pp. 79–88, 2019.

N. Novianti, B. Zaman, and A. Sarminingsih, “Kajian Status Mutu Air dan Identifikasi Sumber Pencemaran Sungai Cidurian Segmen Hilir Menggunakan Metode Indeks Pencemaran (IP),” Jurnal Ilmu Lingkungan, vol. 20, no. 1, pp. 22–29,


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Rekayasa Sipil Terindeks oleh:
 
        
 
 
 Jurnal Rekayasa Sipil is licensed under a CC BY-NC-SA
 
 

© 2023 Rekayasa Sipil. All rights reserved.

Email: sipil@unisma.ac.id | Telp: 0341551932

Tentang Kami | Hubungi Kami