STUDI EVALUASI SALURAN DRAINASE DI KELURAHAN MANGGA DUA DAN BASTIONG KECAMATAN KOTA TERNATE SELATAN KOTA TERNATE

Muhammad Hilsa Gani, Bambang Suprapto, Azizah Rokhmawati

Abstract


ABSTRAK

Banjir merupakan ancaman bagi setiap daerah yang memiliki intensitas curah hujan yang tinggi, seperti yang terjadi di lokasi Kelurahan Mangga Dua dan Bastiong, Kota Ternate Selatan, yang mengalami banjir yang diakibatkan oleh intensitas curah hujan yang tinggi dan saluran drainase yang tidak dapat menampung dan mengalirkan air secara normal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui saluran-saluran yang tidak mampu menampung debit rancangan, kemudian mengevaluasi saluran drainase dan mengatasi permasalahan yang ada di daerah tersebut.

Untuk merencanakan drainase ini diperlukan data-data pendukung seperti: data curah hujan maksimum daerah tersebut, peta tata guna lahan, dan peta topografi. Dengan menganalisa curah hujan harian maksimum, maka didapatkan nilai curah hujan rancangan untuk perhitungan intensitas hujan. Dari peta tata guna lahan dan peta topografi diperoleh koefisien pengaliran dan luas daerah tangkapan air.

Hasil evaluasi terdapat beberapa saluran yang tidak mampu menampung banjir 10 tahunan, sedangkan dalam analisis terdapat 7 saluran yang tidak mampu menampung debit banjir. Ketujuh saluran tersebut adalah M2, M8, B2, B4, B6, B9, B14. Untuk dapat menampung debit banjir maka ketujuh saluran tersebut direncanakan ulang sehingga didapatkan dimensi baru yaitu M2 dengan lebar 0,6 dan tinggi 1,2, M8 lebar 0,5, tinggi 1,0 B2 lebar 0,5, tinggi 1,0, B4 lebar 0,8 dan tinggi 1,5, B6 lebar 1,0, tinggi 2,0, B9 lebar 0,4, tinggi 0,8 dan B14 lebar 0,7 dan tinggi 1,5.

Kata Kunci : Banjir, Debit Banjir Rancangan, Saluran Drainase.

ABSTRAK

Flooding is a threat to every area that has high rainfall intensity, as happened in the location sub-districts of Mangga Dua and Bastiong, South Ternate City, which experienced flooding caused by high rainfall intensity and drainage channels that cannot accommodate and drain water normally. Theipurpose of thisiresearch is toifind out theichannels that are unable to accommodateithe design discharge, then evaluateithe drainage channels andiovercome the problemsnthat exist inbthe area. Supportingidata neededisuch as: maximum rainfall dataifromithe area, landiuse map, anditopographic map. By analyzing the maximum daily rainfall, the design rainfall value is obtained for the calculation of rain intensity. From the land use map and topographic map, the conveyance coefficient and catchment area are obtained. The results of are several channels that are unable to accommodate 10-year floods, while in the analysis there are 7jchannels thatjare unable to accommodatenfloodkdischarge.kThe seven channels are M2, M8, B2, B4, B6, B9, B14. To be able to accommodate flood discharge, the seven channels are re-planned so that the new dimensions obtained are M2 with a width of 0.6 and a height of 1.2, M8 width 0.5, height 1.0 B2 width 0.5, height 1.0, B4 width 0.8 and height 1.5, B6 width 1.0, height 2.0, B9 width 0.4, height 0.8 and B14 width 0.7 and height 1.5.

 

Keywords : Flood, inundation,  drainaged channel, cahannel conveyance


References


Rahmawati, S. . Studi Evaluasi Saluran Drainase Perkotaan Berbasis Ecodrainage Di Kelurahan Jombatan Kecamatan Jombang Provinsi Jawa Timur. (2021) 9, 9.

Rahmawati, A dkk. Evaluasi Sistem Drainase Terhadap Penanggulangan Genangan di Kota Sidoarjo, Brantas Catchment Area. Teknik Lingkungan ITS, Surabaya. (2015).

Rachmawati, A., Suhardjono, Andawayanti, U., & Tri Juwono, P. (2020). In situ permeability and shape factor of flat-base recharge wells using variations of porous walls. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 437(1). https://doi.org/10.1088/1755-1315/437/1/012031. (2020).

Subarkah Imam, Hidrologi Untuk Perencanaan Bangunan Air, Penerbit

Idea Dharma, Bandung. (1980)

Sunjoto,2011. Teknik Drainase Pro-Air. Universitas Gajah Mada. Yogyakarta.

Suripin, Suripin. Sistem Drainase Perkantoran Yang Berkelanjutan. Yogyakarta Andi. 2004

Suwarno. Hidrologi, aplikasi metode statistik untuk analisa data. Bandung. 1995.

Sri Harto BR.. Analisis hidrologi. Jakarta. 1993.

Ven Te Chow. Hidrolika saluran-terbuka. Penerbit Erlangga. 1989.

Wesli. Drainase Perkotaan. 2008.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Rekayasa Sipil Terindeks oleh:
 
        
 
 
 Jurnal Rekayasa Sipil is licensed under a CC BY-NC-SA
 
 

© 2023 Rekayasa Sipil. All rights reserved.

Email: sipil@unisma.ac.id | Telp: 0341551932

Tentang Kami | Hubungi Kami