EVALUASI SISTEM DRAINASE BERBASIS ARC-GIS DI KECAMATAN KEDUNGKANDANG
Abstract
Banjir terjadi ketika curah hujan yang tinggi menyebabkan volume air melebihi kapasitas saluran drainase atau sungai, sehingga mengakibatkan luapan dan genangan yang mengganggu aktivitas masyarakat. Sistem drainase jalan di Kota Malang dinilai belum memadai karena banyak saluran yang tersumbat oleh sampah, sedimen, dan vegetasi liar. Penelitian ini mengkaji permasalahan banjir di Kecamatan Kedungkandang dan mengevaluasi kinerja sistem drainase di beberapa titik rawan. Evaluasi dilakukan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan data curah hujan dari Stasiun Blimbing, Sukun, dan Kedungkandang, beserta data geometri drainase. Analisis hidrologi menunjukkan debit banjir maksimum sebesar 22.644 m³/dtk. Beberapa saluran eksisting tidak mampu menampung debit rencana, sehingga memerlukan perancangan ulang, dengan saluran terbesar berukuran 4 × 4,1 m.
Flooding occurs when high rainfall causes water volume to exceed the capacity of drainage channels or rivers, resulting in overflow and inundation that disrupt community activities. The road drainage system in Malang City is considered inadequate because many channels are obstructed by garbage, sediment, and wild vegetation. This study examines flooding issues in Kedungkandang District and evaluates the performance of drainage systems at several vulnerable points. The evaluation is carried out using a Geographic Information System (GIS) with rainfall data from the Blimbing, Sukun, and Kedungkandang Stations, along with drainage geometry data. Hydrological analysis shows that the maximum flood discharge is 22.644 m³/s. Several existing channels are unable to accommodate the design discharge, requiring redesign, with the largest channel measuring 4 × 4.1 m.
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
A. Rahmawati, A. Damayanti, dan E. S. Soedjono, “Evaluasi Sistem Drainase Terhadap Penanggulangan Genangan di Kota Sidoarjo,” 2015.
A. Rachmawati, Suhardjono, U. Andawayanti, dan P. Tri Juwono, “In situ permeability and shape factor of flat-base recharge wells using variations of porous walls,” IOP Conf. Ser.: Earth Environ. Sci., vol. 437, no. 1, hlm. 012031, Feb 2020, doi: 10.1088/1755-1315/437/1/012031.
A. Rachmawati, “Aplikasi SIG (Sistem Informasi Geografis) untuk evaluasi sistem jaringan drainase di sub DAS Lowokwaru Kota Malang,” Jurnal rekayasa sipil, vol. 4, no. 2, hlm. 111–123, 2010.
A. Rachmawati dan J. M. Haryono, “APLIKASI SIG (SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS) UNTUK EVALUASI SISTEM JARINGAN DRAINASE DI SUB DAS LOWOKWARU KOTA MALANG,” JURNAL REKAYASA SIPIL, vol. 4, 2010.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
© 2023 Rekayasa Sipil. All rights reserved.
Email: sipil@unisma.ac.id | Telp: 0341551932
1.jpg)
.jpg)
.jpg)
1.jpg)
1.jpg)
1.jpg)
1.jpg)
1.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

