STUDI EVALUASI KAPASITAS PENAMPANG PADA SUNGAI BENDOMONGAL KABUPATEN KEDIRI DENGAN METODE HEC-RAS

Rosalia Dwi Septaningtyas, Eko Noerhayati, Azizah Rokhmawati

Abstract


ABSTRACT

Sungai Bendomongal adalah salah satu sungai yang hampir setiap musim hujan terjadi luberan (overtopping) dan mengakibatkan banjir. Untuk mengevaluasi kapasitas Sungai Bendomongal, diperlukan metode yang akurat dan efisien. Salah satu metode yang banyak digunakan adalah pemodelan hidraulika menggunakan software HEC-RAS. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui debit banjir rencana dengan kala ulang 25 tahun (Q25), mengetahui titik penampang sungai yang tidak dapat menampung debit banjir rencana dan mengetahui kapasitas tampungannya. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif dengan tahapan pengumpulan data curah hujan, peta DAS, data DEM, dan geometrik sungai. Selanjutnya dilakukan analisis hidrologi, hidrolika dan stabilitas tanggul. Hasil penelitian menunjukkan besarnya debit banjir pada Sungai Bendomongal periode kala ulang 25 tahunan yaitu sebesar 96,34 m3/detik. Terdapat 14 titik STA yang tidak mampu mengakomodasi debit aliran ini. Oleh karena itu, diperlukan pekerjaan normalisasi dan pembangunan tanggul. Tanggul dirancang dengan spesifikasi teknis sebagai berikut: rasio kemiringan 1:1, lebar puncak 2 meter, dan tinggi jagaan 0,6 meter. Bagian tanggul tertinggi terletak di STA 14+000 pada sisi kanan, dengan ketinggian 3,5 meter. Analisis stabilitas menunjukkan faktor keamanan 1,76 yang melampaui persyaratan minimum 1,50, mengindikasikan bahwa tanggul aman secara struktural terhadap potensi kegagalan lereng.

Kata kunci: Banjir, HecRAS, Sungai Bendomongal, Tanggul

ABSTRACT

The Bendomongal River is one of the rivers that experiences overtopping almost every rainy season, leading to flooding. To evaluate the capacity of the Bendomongal River, an accurate and efficient method is required. One widely used method is hydraulic modeling using HEC-RAS software. This study aims to determine the design flood discharge with a 25-year return period (Q25), identify river cross-section points that cannot accommodate the design flood discharge, and assess its capacity. This research employs a quantitative descriptive method with several stages, including collecting rainfall data, watershed maps, DEM data, and river geometry. Subsequently, hydrological, hydraulic, and embankment stability analyses are conducted. The analysis results indicate that the flood discharge of the Bendomongal River for a 25-year return period is 96.34 m³/s. There are 14 STA points that are unable to accommodate this discharge, namely at STA 13+600, STA 13+800, STA 14+000, STA 14+200, STA 14+400, STA 14+600, STA 14+800, STA 15+000, STA 16+200, STA 17+600, STA 17+800, STA 18+000, STA 18+200, and STA 18+800. Therefore, normalization works and levee construction are required. The levee is designed with the following technical specifications: a slope ratio of 1:1, crest width of 2 meters, and a freeboard height of 0.6 meters. The highest levee section is located at STA 14+000 on the right side, with a height of 3.5 meters. Stability analysis shows a safety factor of 1.76, which exceeds the minimum requirement of 1.50, indicating that the levee is structurally safe against potential slope failure.

Keywords: Bendomongal River, Embankmet, Flood, HEC-RAS


References


Pemerintah Indonesia, “Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 38 Tahun 2011 tentang Sungai.” 2011.

B. Umarilla, E. Noerhayati, dan B. Suprapto, “Studi Pengendalian Banjir pada Sungai Legundi Kota Probolinggo dengan Metode HEC-RAS,” Univ. Islam Malang, 2023. http://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/7009

A. Salman, E. Noerhayati, dan A. Rachmawati, “STUDI NORMALISASI SUNGAI REJOSO DI KABUPATEN PASURUAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE HEC-RAS.,” J. Rekayasa Sipil E-J., vol. Vol 9, No 4, 2021.

B. Wijayanto, “Tanggul Sungai Bendo Mongal dan Sungai Putat Jebol, 60 Rumah Warga Tiron dan Bakalan Terendam Banjir,” koranmemo.com, Kediri, 12 April 2024. https://www.koranmemo.com/daerah/19212407766/tanggul-sungai-bendo-mongal-dan-sungai-putat-jebol-60-rumah-warga-tiron-dan-bakalan-terendam-banjir

1960 - Suripin, Sistem Drainase Perkotaan yang Berkelanjutan. Yogyakarta: Andi, 2004.

D. S. Hartati, E. Noerhayati, dan A. Rachmawati, “STUDI PENGENDALIAN BANJIR DI SUNGAI PENGULURAAN KAB.MALANG MENGGUNAKAN METODE HEC-RAS,” J. Rekayasa Sipil, vol. Vol 11, No 1, 2022.

Y. R. Kurniawan, B. Suprapto, dan A. Rachmawati, “Studi Normalisasi Sungai Baduk Akibat Banjir di Kabupaten Nganjuk Menggunakan Program HEC-RAS,” Univ. Islam Malang, 2023. http://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/7004

N. Mashari, “Ratusan Rumah Terdampak Banjir Tanggul Jebol di Kediri,” beritajatim.com, 12 November 2024. https://beritajatim.com/ratusan-rumah-terdampak-banjir-tanggul-jebol-di-kediri

USACE, “HEC-RAS River Analysis System User’s Manual,” Hydrologic Engineering Center, versi terbaru saat ini: HEC-RAS .0 2023. https://www.hec.usace.army.mil/software/hec-ras/


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Rekayasa Sipil Terindeks oleh:
 
        
 
 
 Jurnal Rekayasa Sipil is licensed under a CC BY-NC-SA
 
 

© 2023 Rekayasa Sipil. All rights reserved.

Email: sipil@unisma.ac.id | Telp: 0341551932

Tentang Kami | Hubungi Kami