ANALISIS KETERSEDIAAN AIR UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN AIR DI DAERAH IRIGASI MANGGE KABUPATEN PONOROGO
Abstract
RINGKASANDaerah Irigasi Mangge, seluas 419 ha, sangat penting bagi pertanian padi.Dengan pertumbuhan penduduk dan perluasan pertanian, permintaan air meningkat, sehingga memerlukan evaluasi dan perencanaan yang cermat untuk memastikan pasokan air yang berkelanjutan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis ketersediaan air, permintaan air, dan neraca air masa depan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Mangge. Sumber irigasinya adalah Bendungan Mangge. Data curah hujan dari dua stasiun (Pohijo dan Sumoroto) yang mencakup periode 20 tahun (2003–2022) dianalisis untuk menentukan curah hujan bulanan, andal, dan efektif. Metode F.J. Mock diterapkan untuk memperkirakan debit sungai berdasarkan karakteristik curah hujan, evapotranspirasi, infiltrasi, dan limpasan. Metode KP-01 kemudian digunakan untuk menghitung kebutuhan air irigasi dengan mempertimbangkan kebutuhan air tanaman, curah hujan efektif, dan efisiensi irigasi. Analisis neraca air bulanandilakukan dengan membandingkan ketersediaan air yang dihitung dan kebutuhan irigasi. Analisis menunjukkan ketersediaan air sebesar 1,49 m³/detik dan kebutuhan air sebesar 1,24 m³/detik. Meskipun sebagian besar bulan menunjukkan surplus air, beberapa bulan, seperti Januari (permintaan: 3,28 m³/detik; pasokan: 0,58 m³/detik), menunjukkan defisit, sehingga membutuhkan sumber tambahan seperti sumur pompa. Secara keseluruhan, neraca air bulanan yang positif hampir sepanjang tahun menunjukkan potensi pengelolaan air berkelanjutan dengan perencanaan yang tepat.Kata Kunci: Ketersediaan air, Debit andalan, Kebutuhan air irigasi. ABSTRACTThe Mangge Irrigation Area, covering 419 ha, is vital for rice farming. With growing population and agriculturalexpansion, water demand is increasing, requiring careful evaluation and planning to ensure sustainable watersupply. This study aims to analyze water availability, water demand, and the future water balance in the Manggewatershed. The irrigation source is the Mangge Dam.Rainfall data from two stations (Pohijo and Sumoroto)covering a 20-year period (2003–2022) were analyzed to determine monthly, dependable, and effective rainfall.The F.J. Mock method was applied to estimate river discharge based on rainfall, evapotranspiration, infiltration,and runoff characteristics. The KP-01 method was then used to calculate irrigation water requirementsconsidering crop water needs, effective rainfall, and irrigation efficiency. A monthly water balance analysis wascarried out by comparing calculated water availability and irrigation demand.The analysis shows wateravailability at 1.49 m³/s and water demand at 1.24 m³/s. While most months indicate a water surplus, some, likeJanuary (demand: 3.28 m³/s; supply: 0.58 m³/s), show a deficit, requiring supplementary sources such as pumpwells. Overall, the positive monthly water balance for most of the year suggests the potential for sustainablewater management with proper planning.Keywords: Water availability, Dependable discharge, Irrigation water needs.
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)Refbacks
- There are currently no refbacks.
Jurnal Rekayasa Sipil Terindeks oleh:
© 2023 Rekayasa Sipil. All rights reserved.
Email: sipil@unisma.ac.id | Telp: 0341551932
1.jpg)
.jpg)
.jpg)
1.jpg)
1.jpg)
1.jpg)
1.jpg)
1.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

