STUDI ALTERNATIF PENINGKATAN PERKERASAN LENTUR RUAS JALAN PANTURA GENDING - PAITON (STA. 0+000 – 15+000) PROBOLINGGO MENGGUNAKAN METODE MDP 2024 BERBASIS ARCGIS

Romli Jamaludin, Azizah Rachmawati, Ita Suhermin Ingsih

Abstract


Berdasarkan Manual Desain Perkerasan (MPD) 2024 yang diterbitkan oleh Bina Marga, penelitian ini mengkaji
persyaratan struktural untuk pelebaran bahu jalan di sepanjang ruas Gending–Paiton di koridor nasional
Pantura. Pekerjaan ini mencakup bentangan sepanjang 15 km dengan pelebaran 4 m. Dengan mengadopsi kerangka kerja mekanistik-empiris,
studi ini menggunakan penilaian lapangan terhadap nilai lalu lintas harian rata-rata (ADT) dan Rasio Daya Tampung Tanah California (CBR) yang diberikan oleh Dinas Pekerjaan Umum. Lapisan Cement-Treated Base (CTB)
ditetapkan sebagai komponen pondasi yang optimal untuk sistem perkerasan. Analisis menunjukkan bahwa
desain yang diusulkan dapat mengakomodasi kebutuhan lalu lintas yang setara selama umur desain 15–20 tahun.
Penggabungan teknologi ArcGIS menghasilkan pemetaan spasial yang presisi, yang mendukung perencanaan proyek yang terperinci. Secara keseluruhan, hasilnya menawarkan panduan praktis untuk meningkatkan kinerja jalan, menurunkan risiko kecelakaan, dan
memfasilitasi mobilitas yang lebih aman dan efisien bagi masyarakat setempat dan pengguna jalan.

Guided by the 2024 Manual of Pavement Design (MPD) published by Bina Marga, this research examines the 
structural requirements for widening the road shoulder along the Gending–Paiton segment of the Pantura 
national corridor. The work covers a 15 km stretch with a 4 m expansion. Adopting a mechanistic–empirical 
framework, the study draws on field-based assessments of average daily traffic (ADT) and subgrade California 
Bearing Ratio (CBR) values supplied by the Public Works Department. A Cement-Treated Base (CTB) layer was 
determined to be the optimal foundation component for the pavement system. Analysis confirms that the 
proposed design can accommodate equivalent traffic demands over a 15–20year design lifespan. 
Incorporating ArcGIS technology provided precise spatial mapping, supporting detailed project planning. 
Overall, the outcomes offer practical guidance for enhancing road performance, lowering accident risks, and 
facilitating safer, more efficient mobility for the local community and road users alike. 


References


R. O. Kresnawan, A. Rachmawati, dan A.

Bakhtiar, Studi Peningkatan Jalan. Program

Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas

Islam, pp. 76–84, 2018.

S. Isfaticha, A. Rokhmawati, dan I. S. Ingsih,

"Studi Analisis Pengaruh Komposisi Campuran

Aspal Panas Antara Rancangan Design Mix

Formula Dengan Pencampuran Job Mix

Formula," Jurnal Rekayasa Sipil, 2024.

A. Bakhtiar, I. S. Ingsih, dan A. Rahmawati,

M. Ilyas, B. Suprapto, dan A. Rokhmawati,

Studi Perencanaan Sistem Jaringan Drainase di

Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo,

Kementerian Pekerjaan Umum, Manual

Desain Perkerasan Jalan, 2024.

Pedoman Bina Marga, Tata Cara

Perencanaan Geometrik Jalan Antar Kota, 2024.

Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional

Surabaya, Data Pelebaran Jalan, 2024.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.