ANALISIS PERBANDINGAN PERKERASAN LENTUR DAN PERKERASAN KAKU BERDASARKAN LIFE CYCLE COST ANALYSIS PADA RUAS JALAN SP. BANGGO – KEMPO KABUPATEN DOMPU DENGAN METODE MDPJ 2024

Ayu Putri Tadzkirah, Azizah Rokhmawati, Ita Suhermin Ingsih

Abstract


Jalan berperan penting dalam mendukung kegiatan ekonomi dan sosial. Di Kabupaten Dompu, kondisi jalan yang kurang optimal menghambat mobilitas dan meningkatkan risiko kecelakaan. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan konstruksi perkerasan lentur dan perkerasan kaku pada ruas jalan Banggo-Kempo sepanjang 6 km dengan menggunakan metode MDPJ 2024. Dari hasil perhitungan diperoleh tebal perkerasan lentur setebal 47 cm dengan AC-WC = 4 cm, AC-BC = 8 cm, LPA Kelas A = 20 cm, dan LPA Kelas B = 15 cm. Sedangkan untuk perkerasan kaku, didapatkan mutu beton total sebesar 30 Mpa dengan ketebalan = 25 cm dan lapis pondasi menggunakan beton tipis dengan ketebalan = 20 cm. Dan untuk jenis perkerasan kaku ini menggunakan JPCP. Analisis ekonomi dengan LCCA menunjukkan biaya perkerasan lentur sebesar Rp 36.228.705.252 untuk konstruksi dan Rp 34.697.385.753 untuk pemeliharaan selama 20 tahun. Sedangkan perkerasan kaku membutuhkan biaya konstruksi sebesar Rp 54.743.109.426 dan biaya pemeliharaan sebesar Rp 261.130.711.274 selama 40 tahun. Kesimpulannya, perkerasan kaku lebih tahan lama, namun perkerasan lentur lebih ekonomis.

Roads play an important role in supporting economic and social activities. In Dompu Regency, suboptimal road conditions hamper mobility and increase the risk of accidents. This research aims to plan the construction of flexible pavement and rigid pavement on the 6 km Banggo-Kempo road section using the MDPJ 2024 method. From the calculation results, it is obtained that the thickness of the flexible pavement is 47 cm thick with AC-WC = 4 cm, AC-BC = 8 cm, LPA Class A = 20 cm, and LPA Class B = 15 cm. As for rigid pavement, the total concrete quality is obtained 30 Mpa with a thickness of = 25 cm and the foundation layer uses thin concrete thickness = 20 cm. And for this type of rigid pavement using JPCP. Economic analysis with LCCA shows the cost of flexible pavement is Rp 36,228,705,252 for construction and Rp 34,697,385,753 for maintenance for 20 years. While rigid pavement requires construction cost of Rp 54,743,109,426 and maintenance cost of Rp 261,130,711,274 for 40 years. In conclusion, rigid pavement is more durable, However, flexible pavement is more economical.


References


Andini, E. M. A. (2021). Studi Analisa Dampak Beban Kendaraan Terhadap Sisa Umur Rencana Pada Jalan Nasional Mojosari Kabupaten Mojokerto.

Febriansyah, F. D. (2023). Studi Analisis Pemilihan Perkerasan Kaku (Rigid Pavement) Dan Perkerasan Lentur (Flexible Pavement) Berdasarkan Life Cycle Cost Analysis Kabupaten Pasuruan (Ruas: Jalan Sukorejo Bangil)

. Rasyid, D. M. A., Rokmawati, A., & Ingsih, I. S. (2025). Studi Alternatif Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Ruas Jalan Kembur-Paka-Nceang Kecamatan Borong, Manggarai Timur Dengan Metode Mdpj 2024. Jurnal Rekayasa Sipil (E-Journal), 15(1), 81-89.

. Maulana, A. (2023). Studi Analisis Tingkat Kerusakan Ruas Jalan Bultok-Pegantenan Kabupaten Pamekasan Menggunakan Metode Asphalt Institute.

. Attamimi, M. Y. (2023). Studi Evaluasi Tebal Perkerasan Lentur Menggunakan Metode Bina Marga 2017 dan Analisis Menggunakan Program Kenpave pada Ruas Jalan Nasional Cirebon–Losari.

. Rokhmawati, A., & Rahmawati, A. (2022). Evaluasi Kerusakan Jalan Dengan Metode Pavement Condition Index Pada Ruas Jalan Mastrip, Sumbersari Kabupaten Jember (Sta 0+000 – Sta 2+100). Jurnal Rekayasa Sipil, 13(1), 394.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Rekayasa Sipil Terindeks oleh:
 
        
 
 
 Jurnal Rekayasa Sipil is licensed under a CC BY-NC-SA
 
 

© 2023 Rekayasa Sipil. All rights reserved.

Email: sipil@unisma.ac.id | Telp: 0341551932

Tentang Kami | Hubungi Kami