ANALISIS KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN AC-WC MENGGUNAKAN ABU SERBUK KAYU DAN KAPUR

Agung Badrus Sholeh, Anang Bakhtiar, Ita Suhermin Ingsih

Abstract


Masyarakat memperoleh manfaat dari pembangunan jalan di berbagai lokasi karena dapat mempermudah mobilitas. Campuran aspal, yang terdiri dari agregat, aspal, dan filler, merupakan komponen utama yang digunakan dalam pembangunan jalan. Filler konvensional yang umum digunakan meliputi semen, abu terbang (fly ash), dan kapur. Sampah atau limbah merupakan masalah yang terus-menerus dihadapi di setiap daerah. Limbah organik dari proses pemotongan atau penggergajian kayu di Desa Segaran, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, seperti abu serbuk kayu, digunakan dalam penelitian ini. Senyawa nonpolar pada karbon aspal memiliki kesamaan dengan komposisi kimia serbuk kayu yang telah dibakar, seperti silika. Oleh karena itu, dilakukan Analisis Karakteristik Marshall pada Campuran AC-WC dengan Menggunakan Abu Serbuk Kayu dan Kapur.

Dalam penelitian ini, digunakan abu serbuk kayu dan kapur sebagai filler dengan variasi perbandingan yang berbeda. Variasi rasio filler 25%:75% dan 50%:50% memenuhi spesifikasi, sedangkan variasi 0%:100% dan 15%:85% tidak berada dalam rentang 2 hingga 4 mm. Selama sifat Marshall dari campuran masih memenuhi persyaratan teknis yang diperlukan, hasil analisis penambahan abu serbuk kayu sebagai filler pengganti dapat digunakan hingga rasio tertentu. Variasi rasio filler 25%:75% dan 50%:50% memenuhi spesifikasi, namun variasi 0%:100% dan 15%:85% tidak masuk dalam kisaran 2 hingga 4 mm. Selama sifat Marshall dari campuran tetap memenuhi persyaratan teknis yang ditentukan, hasil analisis ini menunjukkan bahwa abu serbuk kayu dapat dimanfaatkan sebagai filler pengganti hingga ratio tertentu.

 

The community does benefit from the construction of roadways in different locations since it makes mobilization easier. An asphalt mixture, which is made up of aggregate, asphalt, and filler, is the primary component used in road building. Commonly used conventional fillers include cement, fly ash, and lime. Garbage, or waste, is a persistent issue in every area. Organic waste from the wood-cutting or sawing process in Segaran Village, Tiris District, Probolinggo Regency, such as sawdust ash, was employed in this study. The nonpolar compound in asphalt carbon is the same as the chemical makeup of sawdust, such as silica, when it is burned. Thus, the Marshall Characteristic Analysis of AC-WC Mixtures Using Sawdust Ash and Lime was studied. In different proportions, sawdust ash and lime filler were used in the investigation. Variations in the filler ratio of 25%:75% and 50%:50% satisfy the specifications, however variations of 0%:100% and 15%:85% do not fall within the 2- to 4-mm range. As long as the mixture's Marshall properties still satisfy the necessary technical requirements, the findings of the analysis of adding sawdust ash as a substitute filler can be used up to a certain ratio. Variations in the filler ratio of 25%:75% and 50%:50% satisfy the specifications, however variations of 0%:100% and 15%:85% do not fall within the 2- to 4-mm range. As long as the mixture's Marshall properties still satisfy the necessary technical requirements, the findings of the analysis of adding sawdust ash as a substitute filler can be used up to a certain ratio.


References


Akbar, S. Jalalul, and L. Ayu Widari.

"Penggunaan Kapur Sebagai Filler

Pada Campuran Aspal (Ac-Bc)

Terhadap Parameter MarshalL." Teras

Jurnal 8.1 (2018).

Akbardin, Juang, and Galih Sukma

Permadi. "KAJIAN PENGGUNAAN

FILLER KAPUR PADA AC-WC HALUS

SPESIFIKASI JALAN BINA MARGA

" ASTONJADRO 3.2 (2014): 43-

Anggiyansyah, Herru, et al. "Pengaruh

Penambahan Abu Serbuk Kayu

Sebagai Bahan Tambah Filler Pada

Campuran Aspal AC-WC." Jurnal

Deformasi 9.1 (2024): 37-47.

Anggreana, Vella, and Dino Hardian.

"Pengaruh Penambahan Abu Limbah

Pemotongan Kayu Sebagai Pengganti

Filler Terhadap Karakteristik Marshall

Pada Campuran Asphalt ConcreteBinder Course (AC-BC)." Akselerasi:

Jurnal Ilmiah Teknik Sipil 6.1 (2024).

Da Gomez, Laurensius M., and Wita

Meutia. "Penggunaan Filler Abu

Serbuk Kayu Kelapa Pada Aspal Beton

AC-WC." Jurnal Artesis 1.2 (2021):

-166.

Dayanti, Roza Is, Irwansyah Irwansyah,

and Wan Alamsyah. "Abu Batu Kapur

Sebagai Alternatif Filler dalam

Campuran Aspal Beton untuk Lapisan

Aus." Jurnal Ilmiah Telsinas Elektro,

Sipil dan Teknik Informasi 7.1 (2024):

-73.

Pratama, Fatullah Dani, Bunyamin

Bunyamin, and Febrina Dian

Kurniasari. "PENGARUH

PENGGUNAAN SUBTITUSI FILLER

SERBUK KAYU PADA CAMPURAN

LAPISAN ASPAL BETON." Jurnal Teknik

Sipil Unaya 7.2 (2021): 123-134.

Septiani, Ria, Sofyan M. Saleh, and

Lulusi Lulusi. "Penggunaan Styrofoam

dan Abu Serbuk Kayu pada Campuran

Laston Lapis Aus dengan Metode

Pencampuran Basah." Journal of The

Civil Engineering Student (2021): 63.

Setiawan, Deni. "Komputerisasi

Perhitungan Parameter Marshall

Untuk Rancangan Campuran Beton

Aspal." Jurnal Teknik Sipil 4.1 (2008):

-27.

Simanjuntak, Andy Junestin, and Sutan

Parasian Silitonga. "Pemanfaatan Abu

Serbuk Kayu Sebagai Tambahan Filler

Pada Campuran Perkerasan Jalan Jenis

HRS-WC (Hot Rolled Sheet-Wearing

Course)." Jurnal Teknika: Jurnal

Teoritis dan Terapan Bidang

Keteknikan 5.1 (2021): 1-10.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.