ANALISIS DAERAH RAWAN TANAH LONGSOR DI DAS BAREK KABUPATEN MALANG BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

Tedi Cahyono, Eko Noerhayati, Budi Santoso

Abstract


ABSTRAK

Tanah longsor adalah suatu fenomena alam yang terjadi imbas dari geraknya tanah yang menyebabkan intensitas perpindahan material batuan dan tanah yang cukup besar. Kabupaten Malang adalah daerah bagian dari kabupaten di Jawa Timur yang sering mengalami longsor. Salah satu DAS yang berpotensi terhadap kejadian tanah longsor adalah DAS Barek. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tingkat kerawanan longsor, mendeskripsikan faktor yang berpengaruh terhadap kerawanan longsor dan mendeskripsikan kerawanan longsor berdasarkan wilayah administrasi. Studi ini diterapkan melalui pendekatan deskriptif kuantitatif dengan tahapan pengumpulan data curah hujan, peta jenis tanah, peta penggunaan lahan, data DEM, peta kemiringan lereng, dan peta geologi DAS Barek. Selanjutnya dilakukan analisis skoring dan dilanjutkan dengan overlay. Hasil penelitian menunjukkan persebaran tingkat kerawanan longsor di DAS Barek terbagi dalam tiga kategori yaitu kurang rawan seluas 3,21 km², kategori rawan seluas 144,06 km² atau seluas 97,53% dari luas total DAS, dan kategori sangat rawan seluas 0,44 km² atau 0,30% dari luas total DAS. Berdasarkan luasan tertinggi, daerah dengan kategori kurang rawan longsor terdapat pada Desa Girimulyo Kecamatan Gedangan seluas 1,844 km2, daerah dengan kategori rawan longsor terdapat pada Desa Bantur Kecamatan Bantur seluas 18,98 km2, daerah dengan kategori sangat rawan longsor terdapat pada Desa Srigonco Kecamatan Bantur seluas 0,282 km2.

Kata kunci: ArcGIS, DAS Barek, Kabupaten Malang, Tanah Longsor

ABSTRACT

Landslides are a natural phenomenon that occur as a result of soil movement, causing a significant displacement of rock and soil materials. Malang Regency is one of the regions in East Java that frequently experiences landslides. One of the watersheds (DAS) with a high potential for landslides is the Barek Watershed.The objective of this study is to describe the level of landslide susceptibility, identify the factors influencing landslide susceptibility, and analyze landslide susceptibility based on administrative regions. This study employs a quantitative descriptive approach, involving several stages: data collection on rainfall, soil type maps, land use maps, DEM data, slope maps, and geological maps of the Barek Watershed. The analysis is carried out using a scoring method followed by an overlay process.The results indicate that the distribution of landslide susceptibility levels in the Barek Watershed is classified into three categories: low susceptibility, covering an area of 3.21 km²; moderate susceptibility, covering 144.06 km² or 97.53% of the total watershed area; and high susceptibility, covering 0.44 km² or 0.30% of the total watershed area. Based on the largest area coverage, the low landslide susceptibility category is found in Girimulyo Village, Gedangan District, covering 1.844 km²; the moderate landslide susceptibility category is found in Bantur Village, Bantur District, covering 18.98 km²; and the high landslide susceptibility category is found in Srigonco Village, Bantur District, covering 0.282 km2.

Keywords: ArcGIS, Barek Watershed, Landslide, Malang Regency

References


Adaptian, O., Warsito, W., & Suprapto, B. (2017). Studi Perencanaan Stabilitas Dinding Penahan Tanah pada Tebing Sungai Butong, Kelurahan Melayu Kabupaten Barito Utara Provinsi Kalimantan Tengah. Jurnal Rekayasa Sipil, 5(1), 22–32. Diambil dari http://riset.unisma.ac.id/index.php/ft/article/view/1786

Agusman, R., Hayana, N. H., & Stiano, D. D. (2023). Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk pemetaan tingkat rawan longsor menggunakan metode skoring dan overlay di Kabupaten Serang, Banten. Jurnal Sains Geografi, 1(2), 1–11. https://doi.org/10.2210/jsg.vx1ix.xxx

Darwis, M. R., Uca, U., & Yusuf, M. (2021). Pemetaan Zonasi Daerah Rawan Bencana Longsor Berbasis Sistem Informasi Geografi Di Das Jeneberang Kabupaten Gowa. Jurnal Environmental Science, 3(2). https://doi.org/10.35580/jes.v3i2.20080

Hutomo, I. A., & Maryono, M. (2016). Model Prediksi Kawasan Rawan Bencana Tanah Longsor di Kecamatan Karangkobar. Jurnal Pembangunan Wilayah & Kota, 12(3), 303. https://doi.org/10.14710/pwk.v12i3.12905

Jaya, S., Suprapto, B., & Rochmawati, A. (2021). Normalisasi Sungai Winongo Untuk Penanggulangan Banjir di Kecamatan Mlati Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta Menggunakan Program HEC-RAS 5.0.7. Jurnal Rekayasa Sipil, 10(3), 56–68.

Kencana, A., Noerhayati, E., & Rokhmawati, A. (2021). Studi Evaluasi Drainase di Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Jurnal Rekayasa Sipil, 9(4), 312–321.

Noerhayati, E., & Rokhmawati, A. (2023). Studi Alternatif Penanggulangan Banjir Sungai Code Dengan Metode Sudetan Di Daerah Istimewa Yogyakarta Menggunakan …. Jurnal Rekayasa Sipil (e-journal), 13, 207–216. Diambil dari http://jim.unisma.ac.id/index.php/ft/article/view/19562%0Ahttp://jim.unisma.ac.id/index.php/ft/article/download/19562/14901

Sinaga, T. W., Noerhayati, E., & Suprapto, B. (2022). Banjir Di Kecamatan Baruga Kota Kendari Sulawesi. Jurnal Rekayasa Sipil, 11(2), 1–10.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Rekayasa Sipil Terindeks oleh:
 
        
 
 
 Jurnal Rekayasa Sipil is licensed under a CC BY-NC-SA
 
 

© 2023 Rekayasa Sipil. All rights reserved.

Email: sipil@unisma.ac.id | Telp: 0341551932

Tentang Kami | Hubungi Kami