OPTIMASI MANAJEMEN WAKTU PROYEK MENGGUNAKAN METODE CPM DAN PERT PADA PELAKSANAAN PEKERJAAN STRUKTUR RUMAH SAKIT BIRRUL WALIDAIN KABUPATEN LAMONGAN

Titanicktyas Aurely Shah, Bambang Suprapto, Azizah Rokhmawati

Abstract


Dalam membangun gedung bertingkat, semua aspek harus diperhatikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Untuk membantu mencapai aspek tersebut diperlukan pembangunan pelayanan publik. Salah satu bagian terpenting suatu proyek konstruksi bangunan adalah menganalisis sistem manajemen konstruksi yang baik, khususnya keberhasilan pembangunan proyek konstruksi tepat waktu dan sesuai anggaran. Melihat kondisi tersebut studi ini bertujuan untuk mengoptimasi aktivitas pekerjaan yang mengalami keterlambatan progress sebesar 45,56% pada pekerjaan struktur Rumah Sakit Birrul Walidain Kabupaten Lamongan. Melakukan kegiatan pengoptimalan aktivitas pekerjaan dapat mempercepat keberhasilan proyek sesuai waktu yang ditentukan. Perhitungan analisa percepatan menggunakan metode CPM (Critical Path Methode) dan PERT (Program Evaluation and Review Technique). Perhitungan percepatan dilakukan dengan penguraian aktivitas kritis setiap pekerjaan dan membuat estimasi waktu minimum dan maksimum di setiap kegiatannya. Hasil pekerjaan yang mendapat nilai kritis >0 merupakan kegiatan yang dapat dilakukan percepatan. Hasil analisa PERT dapat memberikan prosentase nilai keberhasilan maksimum pekerjaan yaitu pada pekerjaan struktur lantai 3 sebesar 74,23% dengan hasil waktu percepatan 36 hari estimasi 10 hari lebih cepat dibandingkan dengan time schedule eksisting.Hasil simulasi yang didapat menggunakan aplikasi Microsoft Project 16 terdapat beberapa pekerjaan yang dapat dilakukan lebih cepat dengan hasil akurasi yang lebih besar dengan melakukan penambahan kode yang dapat mempermudah monitoring pekerjaan percepatan lebih efisien. Dari hasil tersebut, angka percepatan yang dihasilkan adalah 28 hari artinya 18 hari lebih cepat dari pada time schedule eksisting proyek. Simulasi ini dilakukan agar dapat memenuhi kriteria pekerjaan dan dapat digunakan sebagai media untuk mempermudah manajemen kerja di lapangan.

Kata kunci: Keterlambatan Proyek, Metode Percepatan Penjadwalan, CPM and PERT

In constructing a multi-storey building, all aspects must be considered in accordance with the provisions of laws and regulations. To help achieve these aspects, the construction of public services is required. One of the most important parts of a building construction project is to analyze a good construction management system, especially the success of building construction projects on time and within budget. Seeing these conditions, this study aims to optimize work activities that experience a delay in progress of 45.56% in the structural work of the Birrul Walidain Hospital, Lamongan Regency. Performing work activity optimization activities can accelerate project success according to the specified time. Calculation of acceleration analysis using CPM (Critical Path Method) and PERT (Program Evaluation and Review Technique) methods. Acceleration calculations are carried out by decomposing the critical activities of each job and estimating the minimum and maximum time in each activity. The results of work that gets a critical value> 0 is an activity that can be accelerated. The results of PERT analysis can provide the maximum percentage success value of the work, namely on the 3rd floor structure work of 74.23% with the result of 36 days of acceleration time, estimated to be 10 days faster than the existing time schedule. The simulation results obtained using the Microsoft Project 16 application, there are several jobs that can be done faster with greater accuracy by adding codes that can facilitate more efficient monitoring of acceleration work. From these results, the resulting acceleration rate is 28 days, which means 18 days faster than the existing project time schedule. This simulation is carried out in order to meet the work criteria and can be used as a medium to facilitate work management in the field.

Keywords: Project Delay, Scheduling Acceleration Method, CPM and PERT


References


Gede Wira Hadinata, M. N. A. R. W. (2013). View of ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PEMBENGKAKAN REALISASI BIAYA TERHADAP RENCANA ANGGARAN PELAKSANAAN

PADA PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG. Jurnal Ilmiah Elektronik InfrastrukturTeknik Sipil, 2(2),1–8.

Hamdan Dimyati dan Kadar Nurjaman. (2014). Manajemen proyek (1st ed.). PUSTAKA SETIA.

Husein, Abrar.Manajemen Proyek : Perencanaan, Penjadwalan, Dan Pengendalian Proyek / Husein, A. . 201. (n.d.). No Title (Husein; Abrar. (Ed.); 2nd ed.).

Kementrian Pekerjaan Umum. (2017). Modul Pengendalian Pelaksanaan Proyek. SIMANTU: Sistem Manajemen Pengetahuan, 1, 73.

Pratama, Y. A. (2020). Analisis Penjadwalan Proyek dengan Metode PERT. Skripsi, 81.

Proyek, M. (2009). Manajemen proyek : konsep & implementasi (1st ed.). Yogyakarta : Graha Ilmu, 2009.

Siswanto, A., & Salim, M. (2019). Manajemen Proyek Pengadaan Jasa Konstruksi Dengan E-Procurement View project International Journal of Civil Engineering and Technology View project (Issue June).

Wibowo, D., Wirawan, I., Rosdiana, R., & Ilham, I. (2022). Hubungan Fasilitas Rumah Sakit terhadap Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Limbah: Studi Kasus Rumah Sakit Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Jurnal Ilmiah Pendidikan Lingkungan Dan Pembangunan, 22(02), 12–22.

Wiyana, Y. E. (2012). Analisis Kegagalan Konstruksi Dan Bangunan Dari Perspektif Faktor Teknis. Wahana Teknik Sipil, 17(2), 77–86.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.