EVALUASI SALURAN DRAINASE DI KAWASAN GALUNGGUNG GADINGKASRI TERHADAP BANJIR MENGUNAKAN SOFTWARE EPA SWMM

Miasz Abdel Muhammad, Azizah Rokhmawati, Ita Suhermin Ingsih

Abstract


Banjir merupakan salah satu bentuk fenomena alam yang terjadi akibat intensitas curah hujan tinggi dimana terjadi kelebihan air yang tidak tertampung oleh jaringan pematusan suatu wilayah. Saat ini salah satu permasalahan drainase yang dihadapi di Kota Malang, khususnya di Kelurahan Gadingkasri adalah timbulnya genangan ketika hujan turun. Akibat meningkatnya pembangunan dan perkembangan ekonomi di Jawa Timur serta adanya perubahan tata guna lahan yang menyebabkan berkurangnya daerah resapan air atau infiltrasi tanah.
Sistem pengaliran drainase yang dirancang dan dikelola dengan baik sangat penting untuk mencegah banjir, melindungi infrastruktur, dan menjaga kualitas lingkungan. Penggunaan teknologi modern dan pendekatan berkelanjutan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas sistem drainase, terutama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan urbanisasi yang cepat. Drainase memainkan peran penting dalam mencegah dan mengurangi risiko banjir. Sistem drainase yang dirancang dan dipelihara dengan baik akan memastikan bahwa air hujan atau limpasan tidak menggenang dan menyebabkan banjir. Sebagai upaya untuk mengatasi genangan air yang melimpas dilakukannya evaluasi kapasitas saluran eksisting guna mencari titik mana saja yang terdampak limpasan air hujan serta mencari faktor faktor yang mempengaruhi terjadinya genangan dengan menggunakan pemodelan yang memanfaatkan Software EPA SWMM
Hasil dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui saluran yang tidak mampu menampung debit banjir air rancangan. Metode yang digunakan dalam menghitung curah hujan rata-rata memakai metode Polygon Thiessen. Untuk perhitungan curah hujan rancangan menggunakan metode Log Person type III dengan kala ulang 10 tahun yang didapatkan dari hasil curah hujan rancangan sebesar 84, 909 mm. Besarnya debit banjir rancangan total di Jalan Galunggung yaitu sebesar 65,72653 m3/det. dan selanjutnya dari hasil perhitungan kapasitas pada. Dari hasil evaluasi saluran dapat diketahui bahwa Saluran di jalan Galunggung Kelurahan Gadingkasri tidak mampu menampung debit banjir rancangan kala ulang 10 tahun.
Kata Kunci: Banjir, Drainase, EPA SWMM

Flooding is a form of natural phenomenon that occurs due to high rainfall intensity where there is excess water that cannot be accommodated by the drainage network of an area. Currently, one of the drainage problems faced in Malang City, especially in Gadingkasri Village, is the occurrence of puddles when it rains. As a result of increasing development and economic development in East Java and changes in land use that have caused a reduction in water absorption areas or soil infiltration..
A well-designed and managed drainage system is essential to prevent flooding, protect infrastructure, and maintain environmental quality. The use of modern technology and sustainable approaches can improve the efficiency and effectiveness of drainage systems, especially in the face of the challenges of climate change and rapid urbanization. Drainage plays a vital role in preventing and reducing the risk of flooding. A well-designed and maintained drainage system will ensure that rainwater or runoff does not stagnate and cause flooding. As an effort to overcome the overflowing water puddles, an evaluation of the existing channel capacity was carried out to find which points were affected by rainwater runoff and to find factors that influence the occurrence of puddles using modeling that utilizes EPA SWMM Software..
The results of this study are to determine the channels that are unable to accommodate the design flood discharge. The method used in calculating the average rainfall uses the Polygon Thiessen method. For the calculation of design rainfall using the Log Person type III method with a 10-year return period obtained from the design rainfall results of 84, 909 mm. The total design flood discharge on Jalan Galunggung is 65.72653 m3/sec. and then from the results of the capacity calculation on. From the results of the channel evaluation, it can be seen that the Channel on Jalan Galunggung, Gadingkasri Village is unable to accommodate the design flood discharge with a 10-year return period.

Keywords: Flood, Drainage, EPA SWMM

Refbacks

  • There are currently no refbacks.