ANALISIS KESESUAIAN LAHAN UNTUK LOKASI PENGEMBANGAN PERMUKIMAN MENGUNAKAN METODE SKORING (STUDI KASUS: KECAMATAN MONCONGLOE KABUPATEN MAROS)
Abstract
Meningkatnya kebutuhan akan ruang di perkotaan sebagai akibat dari penduduk menjadikan daerah-daerah pinggiran kota atau sub urban sebagai tempat dalam memenuhi kebutuhan akan ruang khususnya permukiman. Salah satu kecamatan di Kabupaten Maros yang menjadi sasaran dalam pemenuhan ruang Kota Makassar yaitu Kecamatan Moncongloe Kabupaten Maros yang secara administrasi secara langsung berbatasan dengan Kota Makassar. Maka dari itu perlu adanya analisis untuk pengembangan lahan permukiman di kecamatan Moncongloe Kabupaten Maros. Pada penelitian ini membahas kriteria lahan yang dapat dikembangkan menjadi permukiman dengan metode skoring dan pembobotan dengan overlay menggunakan aplikasi ArcgGis 10.8. Untuk proyeksi penduduk di penelitian ini menggunakan metode aritmatik untuk menghitung daya tampung kecamatan Moncongloe 10 tahun mendatang. Dari hasil analisis kecamatan Moncongloe memiliki 43,99 km2 atau 93,86% dari luas wilayah yang masuk dalam kriteria untuk dijadikan lahan permukiman. Lahan yang memiliki potensi untuk digunakan pengembangan permukiman di Kecamtan Moncongloe sebesar 29,68 km2 atau 63,32% dari luas wilayah kecamatan Moncongloe dan masih dapat menampung penduduk dalam 10 tahun kedepan.
Kata Kunci : Kesuaian Lahan, Permukiman, Metode Skoring, ArcGis, Maros
The increasing need for space in urban areas due to population growth has led to the utilization of suburban or fringe areas to meet residential space requirements. One of the sub-districts in Maros Regency targeted for urban space fulfillment in Makassar City is Moncongloe Sub-district, which administratively borders directly with Makassar City. Therefore, an analysis is needed for the development of residential land in Moncongloe Sub-district, Maros Regency. This study discusses the criteria for land that can be developed into residential areas using scoring and weighting methods with overlay analysis using ArcGIS 10.8. For population projections, the arithmetic method is used to estimate the capacity of Moncongloe Sub-district over the next 10 years. The analysis results indicate that Moncongloe Sub-district has 43.99 km² or 93.86% of its area meeting the criteria for potential residential land. Of this 29,68 km2 atau 63,32% of the sub-district's area has potential for residential development and can still accommodate the population over the next 10 years.
Keywords: Land Suitability, Settlement, Scoring Method, ArcGis, Maros
References
Rachmawati, A. (2010). Aplikasi SIG (Sistem Informasi Geografis) untuk evaluasi sistem jaringan drainase di sub DAS Lowokwaru Kota Malang. Jurnal rekayasa sipil, 4(2), 111-123.
Saputra, D, Noerhayati, N, Ingsih, I. (2023). Studi Perencanaan Desain Pengolahan Air Limbah Perumahan Puri Delta Asri Kota Kendal.
Widjaja, H. (2021). Proses Desa-Kota dan Generasi Terakhir Pertanian di Moncongloe. PRISMA, 40, 80–90.
Pemerintah Indonesia (2011). Undang-Undang No 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman. Sekretariat Negara.
Peraturan Daerah Kabupaten Maros. (2023.) Peraturan Daerah Kabupaten Maros No. 7 Tahun 2023 Tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah. Bupati Maros.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
© 2023 Rekayasa Sipil. All rights reserved.
Email: sipil@unisma.ac.id | Telp: 0341551932
1.jpg)
.jpg)
.jpg)
1.jpg)
1.jpg)
1.jpg)
1.jpg)
1.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

