STUDI EVALUASI KINERJA JARINGAN IRIGASI TERSIER DI DAERAH KLAMPIS KECAMATAN KEDUNGDUNG KABUPATEN SAMPANG

Ach. Lizam Iroqi, Eko Noerhayati, Anita Rahmawati

Abstract


ABSTRAK


Daerah Irigasi Klampis merupakan daerah irigasi teknis yang mengambil air dari sumber air di sungai melalui bendung tetap. Daerah irigasi ini memiliki luas 2080 Ha, dan mengalirkan air ke sawah yang berjenis tanaman padi dan palawija. Dengan demikian tujuan irigasi ini adalah mengalirkan air secara teratur sesuai kebutuhan tanaman pada saat persediaan lengas tanah tidak mencukupi untuk mendukung pertumbuhan tanaman,sehingga tanaman bisa tumbuh dengan normal. Daerah Irigasi Klampis memiliki jumlah ketersediaan air mencukupi, namun distribusi air tidak terjaga maka menyebabkan air tidak dapat mencukupi seluruh areal yang direncanakan. Penelitian ini merencanakan saluran jaringan irigasi tersier yang tidak mampu memuat dan mengalirkan debit air yang akan dialirkan sehingga dibutuhkan perencanaan ulang karena debit saluran eksisting sebesar 1,52 m3/det sedangkan debit rencana sebesar 2,39 m3/det. Maka di dapat perencanaan dimensi ekonomis saluran trapesium sebesar, lebar dasar saluran (B) = 1,20 m, tinggi muka air = 1,20, dan di dapat pula debit (Q) sebesar 6,29 m3/det. Dengan adanya evaluasi rencana dimensi saluran maka saluran jaringan mampu untuk menampung debit air yang akan mengaliri persawahan sehingga tidak terjadinya banjir. Dan penelitian ini juga mengitung anggaran biaya pembuatan ulang saluran dengan jumlah total keseluran berkisar Rp. 146.678.775,13.


Kata Kunci: Irgasi Tersier, Klampis, Kabupaten Sampang.


ABSTRACT


The Klampis Irrigation Area is a technical irrigation area that takes water from water sources in the river through a fixed weir. This irrigation area has an area of 2080 Ha, and drains water to the rice fields which are of the type of rice and secondary crops. Thus the purpose of this irrigation is to drain water regularly according to plant needs when the soil moisture supply is insufficient to support plant growth, so that plants can grow normally. The Klampis Irrigation Area has sufficient water availability, but water distribution is not maintained, causing water to not be sufficient for the entire planned area. This study plans tertiary irrigation network channels that are not able to load and flow the water discharge that will be flowed so that a re-planning is needed because the existing channel discharge is 1.52 m3/s while the planned discharge is 2.39 m3/s. Then we can plan the economic dimension of the trapezoidal channel, the width of the channel base (B) = 1.20 m, the water level = 1.20, and we can also get the discharge (Q) of 6.29 m3/sec. With the evaluation of the channel dimension plan, the network channel is able to accommodate the water discharge that will flow through the rice fields so that flooding does not occur. And this study also calculates the budget for channel re-creation with a total number of around Rp. 146,678,775.13.


Keywords: Tertiary Irrigation, Klampis, Sampang Regency.


References


DAFTAR PUSTAKA

Husaini, dkk. (2020). Evaluasi Kinerja Jaringan Irigasi Daerah irigasi Baro Kanan Kabupaten Pidie. Universitas Syiah Kuala. Banda Aceh.

Noerhayati, E. & Suprapto, B. 2018. Perencanaan Jaringan Irigasi Saluran Terbuka. Malang: Inteligensia Media.

Partama, dkk. (2020). Evaluasi Kinerja Jaringan Irigasi Pada Daerah Irigasi Tungkup Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung. Prodi Teknik Sipil Universitas Ngurah Rai. Bali.

Soemarto, C.D. 1987. Hidrologi Teknik, Edisi Kedua, Penerbit Erlangga, Jakarta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Rekayasa Sipil Terindeks oleh:
 
        
 
 
 Jurnal Rekayasa Sipil is licensed under a CC BY-NC-SA
 
 

© 2023 Rekayasa Sipil. All rights reserved.

Email: sipil@unisma.ac.id | Telp: 0341551932

Tentang Kami | Hubungi Kami