EVALUASI SISTEM JARINGAN DISTRIBUSI AIR BERSIH DI DESA PLALANGAN KECAMATAN JENANGAN KABUPATEN PONOROGO
Abstract
ABSTRAK
Kabupaten Ponorogo memiliki 279 desa, salah satunya adalah Desa Plalangan pada tahun 2022 jumlah penduduk Desa Plalangan 5.209 jiwa dengan jumlah penduduk yang terus meningkat namun penyediaan prasarana air bersih yang masih terbatas. Menyikapi hal terebut maka dalami studi ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan air bersih, maka diperlukan suatu studi untuk mendukung peningkatan pelayanan dan mengetahuiikebutuhan air bersih di Desa Plalangan pada masa sekarang dan masa yang akan datang menggunakan program bantu Epanet 2.2 didalam simulasi jaringan distribusi. Metode yang di gunakan untuk perhitungan analisa proyeksi penduduk dengan metode Aritmatika. Hasil studi menunjukan nilai kehilangan air yang melebihi asumsi sebesar 29,1 %. Dalam analisis sistem jaringan menggunakan program Epanet 2.2 jaringan kondisi eksisting dinyatakan belum memenuhi kriteria yang ada. Penduduk Desa Plalangan mengalami pertumbuhan menjadi 5.798 jiwa pada tahun 2032, kemudian kapasitas debit sumber air bersih sebesar 11 liter/detik masih memenuhi jumlah kebutuhan air bersih di Desa Plalangan pada kondisi pengembangan yaitu 10,11 liter/detik maka tidak diperlukan lagi peningkatan kapasitas debit pada tahun proyeksi. Hasil analisis sistem jaringan menggunakan epanet pada kondisi pengembangan 2032 kondisi hidrolis jaringan sistem distribusi air bersih layak dan dapat teraliri sehingga sistem tersebut dapat mendistribusikan air bersih ke seluruh pelanggan.
Kata Kunci : Evaluasi Jaringan Air Bersih, Epanet 2.2, Proyeksi Penduduk
ABSTRACT
Ponorogo Regency has 279 villages, one of which is Plalangan Village. In 2022 the population of Plalangan Village is 5,209 people with a population that continues to increase but the provision of clean water infrastructure is still limited. In response to this, thisistudy aims to meet the need for clean water, so a study is needed to support service improvement and determineithe need for clean water in Plalangan Village in the present and the future using the Epanet 2.2 assist program in a distribution network simulation. The method used for calculating population projection analysis is the Arithmetic method. The results ofithe study showithat the value of water loss exceeds the assumption of 29.1%. In the analysis of the network system using the Epanet 2.2 program, the existing network conditions were declared not to meet the existing criteria. The population of Plalangan Village has grown to 5,798 people in 2032, then the discharge capacity of clean water sources of 11 liters/second still meets the total demand for clean water in Plalangan Village under development conditions, namely 10.11 liters/second, so there is noineed to increase the discharge capacity in projection year. The resultsiof the analysis of the network system using EPANET on the development conditions of 2032, the hydraulic condition of the clean water distribution system network is feasible and can be drained so that the system can distribute clean water to all customers.
Keywords: Evaluation of Clean Water Network, Epanet 2.2, Population Projection
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Asnan, Moh. 2021. “Tinjauan Maslahah Terhadap Eksistensi Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (P3N) Di Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo.†IAIN Ponorogo.
Hidayati, Deny. 2017. “Memudarnya Nilai Kearifan Lokal Masyarakat Dalam Pengelolaan Sumber Daya Air.†Jurnal Kependudukan Indonesia 11 (1): 39–48.
Kadu, Yohanes. 2019. “Analisis Pengembangan Penyediaan Air Bersih Di Kota Mbay Kab. Nagakeo-Prov. Nusa Tenggara Timur.†Universitas Bosowa.
Tafano, Bastyo, Eko Noerhayati, and Azizah Rachmawati. 2017. “Studi Perencanaan Distribusi Air Bersih Di Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung.†Jurnal Teknik Sipil 7 (02).
Refbacks
- There are currently no refbacks.
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)