ANALISIS KERUNTUHAN BENDUNGAN BAGONG TRENGGALEK DENGAN APLIKASI HEC-RAS
Abstract
ABSTRAK
Bendungan Bagong adalah Bendungan jenis urugan yang terletak di Kabubapten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur. Adapun tujun penelitian ini adalah menganalisis keruntuhan Bendungan Bagong dengan aplikasi HEC-RAS (Hydrologic Engineering Center’s River Analysis System). Dalam penelitian ini dilakukann 2 metode simulasi yaitu overtopping dan piping, dengan memasukan parameter rekahan tertentu untuk mendapatkan peta sebaran genangan banjir, keruntuhan yangg memberikan dampak tersbesar dengan banjir desain PMF 191,613 m3/s dan 1129,655 m3/s. Keruntuhan bendungan yang disimulasikan mendapat hasil 6 desa di dua kecamatan yang terancam tergenang akibat keruntuhan Bendungan Bagong saat kondisi overtopping dan piping. Desa-desa tersebut Sengon, Ngares, Sumberdadi, Ngantru, Surodakan dan Sumbergedong dan terdapat 30.436 jiwa penduduk yang terkena risiko. Pada simulasi keruntuhan, tinggi genangan banjir masksimum pada alur sungai bagian hilir kondisi piping sebesar 9.931 meter. Dengan jarak jangkauan terjauhh 6,50km dari Bendungan Bagong, maka Bendungan Bagong termasuk dalam klasifikasi zona bahaya tingkat 4 atau bahaya sangat tinggi. Untuk mendapatkan tingkat akurasi yang tingggi darii hasil perhitungan program HEC-RAS 6.2 perlu dilakukan perbandingan dengan hasil pada metode lain maupun aplikasi lain.
Kata kunci: Analisis, Bendungan Bagong, Banjir, Hec-Ras, Keruntuhan, Overtopping, Piping
ABSTRACT
Bagong Dam is an embankment-type dam located in Trenggalek Regency, East Java Province. The purpose of this research is to analyze the collapse of Bagong Dam with the application of HEC-RAS (Hydrologic Engineering Center's River Analysis System). In this research, two simulation methods were carried out, namely overtopping and piping, by entering certain fracture parameters to obtain a map of the distribution of flooding, the collapse of which had the greatest impact with PMF design floods of 191.613 m3/s and 1129.655 m3/s, respectively.The simulated dam collapse resulted in six villages in two sub-districts that were threatened with inundation due to the Bagong Dam collapse during overtopping and piping conditions. These villages are Sengonn, Ngares, Sumberdadi, Ngantru, Surodakan, and Sumbergedong, and there are 30,436 people at risk. In the collapse simulation, the maximum flood height in the downstream part of the river in piping condition is 9,931 meters. With a distance of 6.50km from the dam, the dam is included in the classification of danger level 4, or very high danger. To get a high level of accuracy from the calculation results of the HEC-RAS 6.2 program, it is necessary to compare them with other methods or other applications.
Keywords: Analysis, Bagong Dam, Flood, Hec-Ras, Collapse, Overtopping, Piping
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Yunik’ati, Noerhayati E., Rokmawati, A. 2022 Analisis kerunutuhan Bendungan Bendo Ponorogo Dengan Aplikasi HEC-RAS. Jurnal Rekasyas Sipil.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 27. 2015. Bendungan. Jakarta
Derana Dwiki Novantaka., Noerhayati, E, Suprapto, B. (2022). Studi Perencanaan Tubuh Bendungan Greneng Desa Tunjungan Kecamatan Tunjungan Kabupaten Blora. Jurnal Rekayasa Sipil
Refbacks
- There are currently no refbacks.
© 2023 Rekayasa Sipil. All rights reserved.
Email: sipil@unisma.ac.id | Telp: 0341551932
1.jpg)
.jpg)
.jpg)
1.jpg)
1.jpg)
1.jpg)
1.jpg)
1.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

