STUDI EVALUASI SALURAN DRAINASE UNTUK PENANGGULANGAN BANJIR DI KELURAHAN GADING KASRI KECAMATAN KLOJEN KOTA MALANG
Abstract
ABSTRAK
Salah satu kota di Indonesia yang sering terjadi banjir dan genangan adalah Kota Malang. Kota ini memiliki luas daerah kurang lebih 145,28 km2 merupakan kota terbesar kedua setelah Kota Surabaya yang terletak di Provinsi Jawa Timur. Saluran drainase yang berada diwilayah Kelurahan Gading Kasri kurang mampu menampung debit air hujan yang mengakibatkan terjadinya banjir, maka dari itu diperlukan studi evaluasi penanggulangan banjir di Kelurahan Gading Kasri dengan tujuan mengetahui kapasitas saluran eksisting yang tidak mampu menampung debit air sesuai dengan debit rancangan. Metode yang digunakan yaitu alternatif perhitungan perencanaan sumur resapan menggunakan buis beton lingkaran karena buis beton lingkaran paling banyak dipakai untuk pekerjaan sumur resapan. Pemasangan buis beton berada dibawah tanah, pada studi kali ini buis beton yang direncanakan akan dipasang dibeberapa ruas wilayah Kelurahan Gading Kasri Kecamatan Klojen Kota Malang sebagai solusi penanggulangan banjir yang diharapkan mampu mengatasi kelebihan debit rancangan sehingga jalan tidak tergenang. Hasil dari studi alternatif penanggulangan banjir ini disarankan menggunakan sumur resapan agar dapat menampung debit banjir rencana dengan kala ulang 10 tahun sebesar 270,615 m3/detik. Berdasarkan hasil dari analisis terdapat 22 saluran yang tidak memenuhi kapasitas debit banjir rancangan. Untuk itu dilakukan perbaikan dengan merencanakan sumur resapan sebagai solusi penanggulangan banjir sehingga didapatkan debit saluran yang mampu memenuhi kapasitas debit banjir rancangan.
Kata kunci: Alternatif, ArcGIS, Drainase, Sumur Resapan
ABSTRACT
One of the cities in Indonesia that often experiences floods and puddles is Malang City. This city has an area of approximately 145.28 km2 is the second largest city after Surabaya City which is located in East Java Province. The drainage channels in the Gading Kasri Village area are unable to accommodate rainwater discharge which results in flooding, therefore an alternative study of flood control is needed in the Gading Kasri Village with the aim of knowing the capacity of the existing channels which are unable to accommodate the water discharge according to the design discharge. The method used is an alternative calculation of infiltration well planning using circular concrete buis because circular concrete buis is the most widely used for infiltration well work. The installation of concrete buis is underground, in this study the concrete buis is planned to be installed in several sections of the Gading Kasri Village, Klojen District, Malang City as a solution to flood prevention which is expected to be able to overcome the excess discharge design so that the road is not inundated. The results of this alternative flood control study suggest using infiltration wells to accommodate the planned flood discharge with a 10-year return period of 270.615 m3/second. Based on the results of the analysis there are 22 channels that do not meet the design flood discharge capacity. For this reason, improvements are made by planning infiltration wells as a solution to flood prevention so that a channel discharge is obtained that is able to meet the design flood discharge capacity.
Keywords: Alternative, ArcGIS, Drainage, Infiltration Wells
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)Refbacks
- There are currently no refbacks.
© 2023 Rekayasa Sipil. All rights reserved.
Email: sipil@unisma.ac.id | Telp: 0341551932
1.jpg)
.jpg)
.jpg)
1.jpg)
1.jpg)
1.jpg)
1.jpg)
1.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

