STUDI EVALUASI SALURAN DRAINASE PERKOTAAN PADA KELURAHAN PURWANTORO KECAMATAN BLIMBING KOTA MALANG, JAWA TIMUR MENGGUNAKAN PROGRAM EPA-SWMM

Muhamad Nasrudin, Eko Noerhayati, Eko Noerhayati, Anita Rahmawati, Anita Rahmawati

Abstract


Akibat dari meningkatnya jumlah penduduk pada Kecamatan Blimbing, maka banyak didirikan rumah-rumah serta bangunan untuk menunjang keberlangsungan hidup masyarakat. Maka hal tersebut mengakibatkan kurangnya daerah resapan air sehingga timbul genangan dan banjir. Banjir menjadi permasalahan yang rutin pada setiap musim hujan dan wilayah yang terdampak semakin melebar tidak hanya daerah yang biasa banjir, namun daerah yang tidak pernah banjir ikut merasakan genangan-genangan yang ada. Dengan adanya hal ini, maka sangat perlu sistem drainase yang baik untuk mengurangi dampak banjir. Sistem drainase di Kota Malang khususnya di Kecamatan Blimbing yang bertepatan pada kelurahan Purwantoro terbilang kurang memadahi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan solusi dari permasalahn banjir yang ada di Kelurahan Purwantoro. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka peneliti perlu mengamati serta mengevaluasi sistem drainase pada Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Maka dari itu peneliti memiliki harapan untuk mengevaluasi serta memecahkan permasaahan yang ada. Metode yang di gunakan pada penelitian ini adalah menggunakan metode Rasional dan di simulasikan menggunakan Software EP-SWMM. debit banjir rancangan pada masing-masing Outlet adalah: outle 1 2,9866 m3/det, Outlet 2 13,0026 m3/det, Outlet 3 4,2420 m3/det, Outlet 4 7,9731 m3/det, Outlet 5 0,2654 m3/det, Outlet 6 4,2064 m3/det. kapasitas outlet 1 = 32,545 m3/dt; outlet 2 = 4,052 m3/dt; outlet 3 = 5,811 m3/dt; outlet 4 = 6,429 m3/dt; outlet 5 = 0,476 m3/dt; outlet 6 = 3,614 m3/dt. Hanya jaringan drainase dari Outlet 5 yang mampu menampung limpasan air hujan. Sedangkan untuk Outlet 1,2,3,4 dan 6 tidak mampu menampung curah hujan dengan debit rencana kala ulang 5 tahun. Untuk mengurangi genangan tersebut, dibutuhkan rencana rehabilitasi saluran drainase sekunder pada masing-masing outlet dan alternatif pengalihan debit limpasan. Dimensi saluran baru yang telah direncanakan tidak hanya mampu menampung limpasan air hujan.

 

Kata kunci: Evaluasi, Saluran Drainase, EPA-SWMM

Flooding is a routine problem in every rainy season and the area affected is widening, not only areas that are usually flooded, but areas that have never flooded also feel the existing inundation. Given this, it is very necessary to have a good drainage system to reduce the impact of flooding. The drainage system in Malang City, especially in the Blimbing District, which coincides with the Purwantoro sub-district, is somewhat inadequate. This research aims to provide a solution to the flood problem in Purwantoro Village. Based on these problems, researchers need to observe and evaluate the drainage system in Purwantoro Village, Blimbing District, Malang City. Therefore researchers have hope to evaluate and solve existing problems. The method used in this study is using the Rational method and simulated using the EP-SWMM Software. The design flood discharge for each outlet is: outlet 1 2.9866 m3/sec, outlet 2 13.0026 m3/sec, outlet 3 4.2420 m3/sec, outlet 4 7.9731 m3/sec, outlet 5 0.2654 m3/sec, outlet 6 4.2064 m3/sec. outlet capacity 1 = 32.545 m3/s; outlet 2 = 4.052 m3/s; outlet 3 = 5,811 m3/s; outlet 4 = 6.429 m3/s; outlet 5 = 0.476 m3/s; outlet 6 = 3.614 m3/s. Only the drainage network from Outlet 5 is capable of accommodating rainwater runoff. As for Outlets 1,2,3,4 and 6 are not able to accommodate rainfall with a 5 year return period discharge plan. To reduce the inundation, a secondary drainage canal rehabilitation plan is needed at each outlet and alternatives for diverting runoff discharge. The dimensions of the new canal that have been planned are not only capable of accommodating rainwater run.Keywords: Evaluation, Drainage Channel, EPA-SWMM

References


Kota. 2016. Pada KBBI Daring. Diakses 2 Agustus 2021, dari https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/kota.

Bintara, L. S., Sipil, J. R., Teknik, F., & Mataram, U. M. (2020). “ EVALUASI KINERJA SALURAN DRAINASE DI JALAN TELUK BANYUR DAN JALAN SWAKARYA III KELURAHAN KEKALEK JAYA .â€

Fairizi, D. (2015). file:///F:/Jurnal Drainase/Pemodelan Bahaya Banjir Kawasan Perkotaan Kota Kendari.pdf. Sipil, Jurusan Teknik Sriwijaya, Universitas Besar, Bukit Sumatera, Palembang, 3(No. 1).

Nurhamidin, A. E., Jasin, M. I., & Halim, F. (2015). Analisis Sistem Drainase Kota Tondano ( Studi Kasus Kompleks Kantor Bupati Minahasa ). Jurnal Sipil Statik, 3(9), 599–612.

Putri, H. P., Suprapto, B., & Rachmawati, A. (2017). Studi evaluasi saluran drainase di kecamatan tarakan tengah kota tarakan, 138–146.

Sutanto, P. D. (1986). “Penginderaan Jauh Jilid 1,2â€. Gadjahmada University Press., 8(2).

Widhita Satya Herlambang. (2015). Evaluasi Kinerja Sistem Drainase Di Wilayah Jombang. Skripsi. INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL MALANG.

Heriadi Agustono. (2016) Aplikasi Realisasi Pencapaian Pembangunan Berbasis GIS. Jurnal Informatika dan Multimedia. TEKNIK INFORMATIKA. POLI TEKNIK KEDIRI.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Rekayasa Sipil Terindeks oleh:
 
        
 
 
 Jurnal Rekayasa Sipil is licensed under a CC BY-NC-SA
 
 

© 2023 Rekayasa Sipil. All rights reserved.

Email: sipil@unisma.ac.id | Telp: 0341551932

Tentang Kami | Hubungi Kami