PENGARUH EROSI DAN SEDIMENTASI TERHADAP SISA UMUR EFEKTIF BENDUNG KEDUNGKANDANG DI KOTA MALANG

Fakhri Fansuri Almu, Eko Noerhayati, Eko Noerhayati, Azizah Rokhmawati, Azizah Rokhmawati

Abstract


Daerah Aliran Sungai (DAS) memegang peran yang sangat vital dalam menjaga keberlanjutan ekosistem alam, terutama dalam aspek pengelolaan sumber daya air. Manusia menggunakan DAS dalam berbagai kegiatan yang mendukung keberlangsungan hidup dan peningkatan kesejahteraan. Kesehatan DAS dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kondisi tanah, lingkungan air, lingkungan sekitar, serta interaksi manusia. Penggunaan berlebihan terhadap sumber daya lahan dapat mengakibatkan konsekuensi yang merugikan. Salah satu hasil negatif dari eksploitasi lahan yang berlebihan adalah erosi, yang berdampak pada masalah sedimentasi di daerah aliran sungai.Dalam upaya untuk mengukur tingkat erosi, sedimentasi, dan estimasi umur sisa efektif Bendung Kedungkandang, digunakan Metode USLE (Universal Soil Losses Equation). Pemilihan metode ini sesuai dengan kondisi di lokasi penelitian, karena metode ini melibatkan langkah-langkah khusus untuk menganalisis tingkat erosi dan sedimentasi di Bendung Kedungkandang dengan bantuan perangkat lunak ArcGIS 10.5.Hasil penelitian mengungkapkan bahwa besar tingkat erosi yang mencapai Bendung Kedungkandang melalui pendekatan USLE adalah sekitar 1015,2912 Ton/Ha/Tahun, sedangkan tingkat sedimentasi yang masuk ke Bendung Kedungkandang dengan menggunakan pendekatan SDR diperkirakan mencapai sekitar 91873,9392 m3/ha/Tahun. Umur efektif Bendung Kedungkandang diperkirakan berkisar antara 28 hingga 29 Tahun.

Kata Kunci: ArcGIS, Bendung Kedungkandang,Erosi,Umur Bendung

 

Watersheds play a very vital role in maintaining the sustainability of natural ecosystems, especially in the aspect of water resources management. Humans use watersheds in various activities that support survival and improved welfare. Watershed health is influenced by various factors such as soil conditions, water environment, surrounding environment, and human interaction. Overuse of land resources can lead to adverse consequences. One of the negative results of overexploitation of land is erosion, which has an impact on sedimentation problems in watersheds. In an effort to measure the rate of erosion, sedimentation, and estimation of the effective residual life of the Kedungkandang Dam, the USLE (Universal Soil Losses Equation) Method is used. The selection of this method is in accordance with the conditions at the research site, because this method involves special steps to analyze the level of erosion and sedimentation in the Kedungkandang Dam with ArcGIS software assistance 10.5.The results revealed that the erosion rate that reached the Kedungkandang Dam through the USLE approach was around 1015.2912 Tons / Ha / Year, while the sedimentation rate that entered the Kedungkandang Dam using the SDR approach was estimated to reach around

91873.9392 m3 / ha / Year. The effective lifespan of Kedungkandang DAM   is estimated to range from 28 to 29 years.

Keywords: ArcGIS, Kedungkandang DAM,Erosion,Weir Life


References


Arsyad, S. 2000. Konseirvasii Tanah dan Aiir. IiPB Bogor.

Arsyad. 2010. Konseirvasii Tanah dan Aiir. IiPB Preiss, Bogor.

Noeirhayatii and Rokhmawatii, 2022. Analiisa Seidiimeintasii Beirbasiis Arcviieiw Giis Pada Beindungan Sumii Kabupatein Biima. Jurnal Reikayasa Siipiil. 12 (1): 57-67

Saputro eit al., 2020. Analiisa Laju Eirosii dan Seidiimeintasii Beindungan Bajulmatii Kabupatein Banyuwangii deingan Meitodei Uslei dan Muslei. Jurnal Reikayasa Siipiil. 8 (5): 372-381.

Soeidiibyo. 1993. Teikniik Beindungan. PT. Pradnya Paramiita. Jakarta Soeimarto, 1999. Hiidrologii Teikniik, Peineirbiit Eirlangga, Jakarta.

Soeiwarno, 1991. Hiidrologii Peingukuran dan Peingolahan Data Aliiran Sungaii (Hiidromeitrii), Nova, Bandung.

Soeiwarno, 1995. Teintang Hiidrologii, Peineirbiit Eirlangga, Jakarta.

Sosrodarsono Suyono, Keinsaku Takeida, 2003. Hiidrologii Untuk Peingaiiran, Pradnya Paramiita, Jakarta.

Suriipiin. 2002. Peileistariian Sumbeir Daya Tanah dan Aiir. Yogyakarta: Peineirbiit Andii. Triiatmodjo, B. (2010). Hiidrologiiei teirapan. Beita Offseit.

Utomo, 1994. Eirosii Dan Konveirsii Tanah. Malang : IiKIiP Malang.

Wiischmeiiieir, W. H., and Smiith L. D. (1978). Preidiictiing Raiinfall-Eirosiion Losseis : A Guiidei To Conseirvatiion Planniing. USDA Agriiculturei Handbook.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Rekayasa Sipil Terindeks oleh:
 
        
 
 
 Jurnal Rekayasa Sipil is licensed under a CC BY-NC-SA
 
 

© 2023 Rekayasa Sipil. All rights reserved.

Email: sipil@unisma.ac.id | Telp: 0341551932

Tentang Kami | Hubungi Kami