STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN DISTRIBUSI AIR BERSIH KECAMATAN BEJI KABUPATEN PASURUAN MENGGUNAKAN SOFTWARE EPANET 2.0
Abstract
Secara umum kebijakan pemerintah dalam bidang pembangunan prasarana penyediaan air bersih direalisasikan dengan membangun sistem perpipaan. Sasaran pembangunan prasarana air bersih meliputi kota-kota besar maupun perdesaan baik dengan sistem perpipaan ataupun non perpipaan. Sistem perpipaan dikelola oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan sistem non perpipaan dikelola oleh penduduk setempat. Pembangunan Nasional yang sesuai dengan sasaran dalam Peraturan Pemerintah No.16 Tahun 2005 Tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum dan Peraturan Menteri No. 294/PRT/M/2005 Tentang Badan Pendukung Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum. Menindak lanjuti Peraturan tersebut  Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui dinas-dinas terkait melakukan pembangunan, pengoperasian dan pemeliharaan jaringan distribusi air bersih di Kabupaten Pasuruan secara berkala.. Hasil Evaluasi dan Analisis distribusi air bersih yang dibantu dengan software EPANET 2.0 menggunakan sistem gravitasi melalui reservoir. Jumlah kebutuhan air bersih sampai tahun 2032 adalah sebesar 76,03 lt/detik . Pipa yang digunakan PVC dengan sistem gravitasi dan berdiameter 200 mm untuk pipa primer dan 90 mm     untuk pipa sekunder
Kata Kunci: Air bersih, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Epanet 2.0
Â
In general, government policies in the field of clean water supply infrastructure development are realized by building a piping system. The target of developing clean water infrastructure includes big cities and rural areas, both with piped and non-piped systems. The piping system is managed by the Regional Drinking Water Company (PDAM) and the non-piped system is managed by local residents. National Development in accordance with the targets in Government Regulation No. 16 of 2005 concerning the Development of Drinking Water Supply Systems and Ministerial Regulation No. 294/PRT/M/2005 concerning Support Agency for the Development of Drinking Water Supply Systems. Following up on this regulation, the Government of Pasuruan Regency, through its related offices, regularly builds, operates and maintains a clean water distribution network in Pasuruan Regency. Evaluation and Analysis Results of clean water distribution assisted by EPANET 2.0 software using a gravity system through a reservoir. The total need for clean water until 20322 is 7603 liters/second. The pipes used are PVC with a gravity system and a diameter of 200 mm for the primary pipe and 90 mm for the secondary pipe.
Keywords: Clean water, Beji District, Pasuruan Regency, Epanet 2.0
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
BSN] Badan Standardisasi Nasional. 2000. Pemakaian Air Domestik. SNI 08- 4417-2000.Jakarta: Badan Standardisasi Nasional., n.d.
Dewi, R. F., Noerhayati, E., & Rokhmawati, A. (2021). Studi Perencanaan Jaringan Distribusi Kebutuhan Air Bersih Di Kabupaten Bengkulu Tengah. Jurnal Rekayasa Sipil, 9(4), 280–292.
Noerhayati, E., Rahmawati, A., & Wahyudi, S. Y. (2020). Water Spread Test On Iot (Internet Of Things) Based Automatic Irrigation System. Journal Innovation of Civil Engineering (JICE), 1(1), 1–6
Peraturan Pemerintah No. 82, “Pengelolaan Kualitas Air Dan Pengendalian Pencemaran Airâ€. Jakarta: Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, 2001, n.d.
Rossman, Lewis A. “EPANET 2 Users Manual,†n.d., 2007.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)