STUDI EVALUASI SISTEM DRAINASE DI KECAMATAN GRESIK KABUPATEN GRESIK MENGGUNAKAN SOFTWARE EPA SWMM

abiel umar syarif

Abstract


ABSTRAK

Banjir merupakan salah satu bentuk fenomena alam yang terjadi akibat intensitas curah hujan tinggi dimana terjadi kelebihan air yang tidak tertampung oleh jaringan pematusan suatu wilayah. Saat ini salah satu permasalahan drainase yang dihadapi di Kabupaten Gresik, khususnya di Kecamatan Gresik adalah timbulnya genangan ketikan hujan turun. Meningkatnya pembangunan dan perkembangan ekonomi di timur pulau jawa. Adanya perubahan tata guna lahan yang menyebabkan berkurang nya daerah resapan air atau infiltrasi tanah. Penelitian ini menitikberatkan pada evaluasi genangan air berdasarkan kondisi eksisting saluran drainase dan factor-faktor yang mempengaruhi terjadinya genangan dengan menggunakan software EPA SWMM. Hasil dari penelitian yang telah dilaksanakan yakni evaluasi saluran dapat diketahui bahwa tidak semua saluran dapat menampung debit rancangan dengan kala ulang 10 tahun. Dari 87 saluran yang dievaluasi terdapat 68 saluran yang tidak mampu menampung debit rancangan. Agar dapat mengatasi permasalahan ini maka perlu diadakanya perbaikan saluran penampang dengan penambahan tinggi saluran disesuaiikan dengan kondisi eksisting yang ada dilapangan saat ini.

Kata Kunci: Banjir, Drainase, EPA SWMM

ABSTRACT

Flood is a form of natural phenomenon that occurs due to high rainfall intensity where there is excess water that is not accommodated by the sever network of an area. Currently, one of the drainage problems faced in Gresik Regency, especially in Gresik Subdistrict, is the emergence of puddles when it rains. Increased development and economic development in the eastern island of Java. There is a change in land use that causes a reduction in water catchment areas or soil infiltration. This study focuses on evaluating the water layer based on the drainage conditions of the existing canal and the factors that influence the occurrence of inundation by using the EPA SWMM software. The results of the research that has been carried out, namely channel evaluation, can be seen that not all channels can accommodate the design discharge with a return period of 10 years. Of the 87 channels evaluated 68 channels were unable to accommodate the design discharge. In order to overcome this problem, it is necessary to repair the channel cross-section by adding the height of the channel according to the existing conditions in the current field.

Keywords: Flood, Drainage, EPA SWMM


References


Dwikora, D.M., Rokhmawati, A. and Rahmawati, A. (2021) ‘Studi Evaluasi Sistem Drainase Perkotaan Berbasis Ecodrainage Pada Wilayah Desa Subussalam Utara Kecamatan Simpang Kiri Kota Subussalam Aceh’, p. 10.

Jannah, M., Suprapto, B. and Rokhmawati, A. (2021) ‘Studi Evaluasi Jaringan Drainase Perkotaan Berbasis Ecodrainage Di Kecamatan Magersari Kota Mojokerto Menggunakan Aplikasi Arcgis’, p. 7.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Rekayasa Sipil Terindeks oleh:
 
        
 
 
 Jurnal Rekayasa Sipil is licensed under a CC BY-NC-SA
 
 

© 2023 Rekayasa Sipil. All rights reserved.

Email: sipil@unisma.ac.id | Telp: 0341551932

Tentang Kami | Hubungi Kami