STUDI ALTERNATIF PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI PABRIK TAHU KENDALSARI DI KELURAHAN TULUSREJO KOTA MALANG

moh andhika, Eko Noerhayati, Eko Noerhayati, Anita Rahmawati, Anita Rahmawati

Abstract


ABSTRAK 

Pada umumnya produksi tahu di Indonesia masih dilakukan dengan teknologi dasar. Akibatnya, limbah diproduksi dengan kecepatan tinggi dan sumber daya seperti air dan bahan mentah digunakan secara tidak efisien. Industri tahu Indonesia didominasi oleh usaha kecil dengang modal terbatas. Industri tahu tersebar di seluruh Indonesiar dari segi lokasi. Sebagian besar masyarakat yang bekerja pada proses pembuatan tahu tidak memiliki pendidikan yang tinggi. Selama proses pengolahan tahu, dihasilkan limbah cair dan padat. Proses penyaringan dan penggumpalan menghasilkan limbah padat. Sebagian besar limbah padat ini dijual oleh para ahli dan diolah menjadi tempe gembus, wafer sisa tahu pakan ternak dan diolah menjadi tepung ampas tahu. Pencucian, perebusan, pengepresan, dan pencetakan tahu menghasilkan limbah cair.

Industri tahu merupakan usaha rumah tangga sederhana yang menghasilkan limbah cair dalam jumlah yang cukup besar. Berdasarkan temuan pengamatan yang telah dilakukan, pabrik tahu Kendalsari membuang greywater langsung ke tanah atau ke saluran terdekat (sungai, selokan, atau selokan) tanpa melalui pengolahan lebih lanjut. Desa Tulusrejo berpenduduk 16.817 jiwa dan memiliki 134 jiwa per ha. dahulu. Teknologi Anaerobik Filter akan digunakan untuk pengolahan air limbah greywater yang direncanakan. Teknologi ini dipilih karena kemudahan pengoperasiannya, serta pertimbangan teknis dan finansial serta ketersediaan lahan.

Dari perencanaan diketahui bahwa kualitas air limbah BOD 0,89 mg/l, COD 34,35 mg/l, dan TSS 246,35 mg/l, memenuhi baku mutu buku. Rata-rata BOD, COD, TSS, dan pH yang digunakan dalam perencanaan masing-masingaadalah 1192 mg/Le, 2956 mg/L, 492,7 mg/L, dan 3,96 mg/L.

KatazKunci : AircLimbah, Anaerobic Filter, Aerobik Biofilter, wetland, Kelurahan Tulusrejo, Kota Malang.

ABSTRACT

In general, tofu production in Indonesia is still done using basic technology. As a result, waste is produced at a rapid rate and resources such as water and raw materials are used inefficiently. The Indonesian tofu industry is dominated by small businesses with limited capital. The tofu industry is spread throughout Indonesia in terms of location. Most of the people who work in the tofu-making process do not have a higher education. During the processing of tofu, liquid and solid waste is produced. The process of filtering and clumping produces solid waste. Most of this solid waste is sold by experts and processed into tempe gembus, leftover tofu wafers, animal feed and processed into tofu dregs flour. Washing, boiling, pressing and molding tofu produces liquid waste.

The tofu industry is a simple household business that produces quite a large amount of liquid waste. Based on the observations that have been made, the Kendalsari tofu factory discharges the greywater directly onto the ground or into the nearest canal (river, ditch, or gutter) without further processing. Tulusrejo Village has a population of 16,817 people and has 134 people per hectare. formerly. Anaerobic Filter Technology will be used for the planned greywater wastewater treatment. This technology was chosen because of its ease of operation, as well as technical and financial considerations as well as land availability.

From planning it is known that the quality of wastewater BOD 0.89 mg/l, COD 34.35 mg/l, and TSS 246.35 mg/l, meets the book quality standard. The average BOD, COD, TSS, and pH used in the planning were 1192 mg/L, 2956 mg/L, 492.7 mg/L and 3.96 mg/L, respectively.

Keywords: Wastewater, Anaerobic Filter, Aerobic Biofilter, wetland, Tulusrejo Village, Malang City.


References


Pamungkas, Agung Wahyu, dan Agus Slamet. 2017. “Pengolahan Tipikal Instalasi Pengolahan Air Limbah Industri Tahu di Kota Surabaya.†Jurnal Teknik ITS 6(2): D123–28.

Pemerintah Daerah Jawa Timur. 2013. Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 72 Tahun 2013 tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Industri dan/atau Kegiatan Usaha Lainnya. Sekretariat Daerah Jawa Timur. Surabaya.

Rahmawati, A. And -, W. (2020) ‘Pengolahan Limbah Cair Domestik Dengan Tanaman Eceng Gondok (Eichornia Crassipes) Untuk Menghasilkan Air Bersih Di Perumahan Green Tombro Kota Malang’, Jurnal Rekayasa Hijau, 4(1), Pp. 1–8. Doi:10.26760/Jrh.V4i1.1-8.

Saenab, S., Henie, M., Al, I., Rohman, F., & Arifin, A. N. (2018). Pemanfaatan Limbah Cair Industri Tahu Sebagai Pupuk Organik Cair ( Poc ) Guna Mendukung Program Lorong Garden ( Longgar ) Kota Makassar, (April), 31–38.

Sasse, L., Gutterer, B., Panzerbieter, T., dan Reckerzugel, T. (2009). Decentralised Wastewater Treatment Systems (DEWATS) and Sanitation in Developing Countries. UK: BORDA


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Rekayasa Sipil Terindeks oleh:
 
        
 
 
 Jurnal Rekayasa Sipil is licensed under a CC BY-NC-SA
 
 

© 2023 Rekayasa Sipil. All rights reserved.

Email: sipil@unisma.ac.id | Telp: 0341551932

Tentang Kami | Hubungi Kami