STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN STRUKTUR BANGUNAN BAWAH JEMBATAN SEI ALALAK BANJARMASIN’’
Abstract
ABSTRAK
Jembatan di Kayu Tangi 1 merupakan jembatan lama yang akan dikembangkan untuk memperlancar arus lalu lintas dari Kota Banjarmasin ke Kab Barito Kuala (Batola). Berdasarkan kondisi perencanaan yang ada dilapangan, diperoleh bentang jembatan 140 meter dengan struktur jembatan cable stayed dengan beton sebagai lantai kendaraannya. Tujuan penelitian ini mengetahui beban yang digunakan dalam perencanaan, agar dapat mengetahui dimensi abutment dan pilar, serta mengetahui ukuran dan jumlah pondasi yang digunakan. Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang meliputi metode literatur dan metode observasi.
Hasil perencanaan besar pembebanan dari perencanaan beban primer diperoleh berat plat lantai kendaraan: 1550345,803 kg; beban hidup: 190621,85 kg; dan beban garis “Pâ€: 11466 kg. Sedangkan untuk beban sekunder di dapat pada beban lalu lintas: 2242,61 kg. Pada perhitungan abutment didapat tinggi 7 m; dengan lebar atas 2 m dan lebar bawah 6 m, Tinggi pilar 9 m lebar atas 3 m dan lebar bawah 3 m. Pada perencanaan pondasi digunakan pondasi tiang pancang dengan diameter 100 cm, kedalaman 70 m berjumlah 12 tiang untuk pilar dan 14 untuk abutment.
Â
Kata Kunci: Jembatan, Sei Alalak Banjarmasin.
Â
ABSTRACT
The bridge in Kayu Tangi 1 is an old bridge that will be developed to expedite traffic flow from Banjarmasin City to Barito Kuala (Batola) Regency. Based on the existing planning conditions in the field, a 140 meter bridge span was obtained with a cable stayed bridge structure with concrete as the vehicle floor. The purpose of this study is to determine the load used in the planning, so that you can determine the dimensions of the abutments and pillars, as well as determine the size and number of foundations used. In this study, a quantitative descriptive method was used which included literature methods and observation methods. The results of planning the magnitude of the load from the planning of the primary load obtained the vehicle floor plate weight: 1550345.803 kg, live load: 190621.85 kg, and load line "P": 11466 kg. As for the secondary load, the traffic load can be: 2242.61 kg. In the abutment calculation, the height is 7 m, with a top width of 2 m and a bottom width of 6 m. The pillar height is 9 m, the top width is 3 m and the bottom width is 3 m. In planning the foundation used pile foundation with a diameter of 100 cm, a depth of 70 m totaling 12 piles for pillars and 14 for abutments.
Â
Keywords : Sei Alalak Bridge Banjarmasin.
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Bina Marga. (2016). Standar Nasional Indonesia (SNI) 2833:2016 Perencanaan Jembatan terhadap Beban Gempa.
Ghoffar, Fuad Nurul, Warsito, and Azizah Rokhmawati. 2022. Studi Alternatif Perencanaan Jembatan Dengan Plate Girder Pada Jembatan Kali Anyar Balekambang – Kedungsalam Malang. Malang: Jurnal Rekayasa Sipil.
Susanto Agus, Renaningsih, Candrarini Aditya Riska. Perencanaan Fondasi Tiang Bor Abutment Jembatan Kali Kendeng. Din Tek SIPIL. 2020;Vol. 13/No. 2, Hal 30-36.
Sosrodarsono, S. and Nakazawa, K. (2000) Mekanika Tanah dan Teknik Pondasi. Jakarta: Pradnya Paramita
Refbacks
- There are currently no refbacks.
© 2023 Rekayasa Sipil. All rights reserved.
Email: sipil@unisma.ac.id | Telp: 0341551932
1.jpg)
.jpg)
.jpg)
1.jpg)
1.jpg)
1.jpg)
1.jpg)
1.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

