STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN DIMENSI SALURAN PIPE CULVERT PADA JALAN LINTAS SELATAN STA 12+500 BESUKI, KABUPATEN TULUNGAGUNG
Abstract
ABSTRAK
           Jalan Lintas Selatan Kabupaten Tulungagung akan melewati beberapa sungai yang nantinya akan menjadi saluran pembuang untuk saluran drainase jalan ini. Salah satu sungai yang telah dipasang saluran drainase pada STA 12+500 belum bekerja secara maksimal karena belum terdapat saluran pendukung untuk mengalirkan air limpasan agar langsung masuk kedalam saluran drainase, sehingga diperlukan studi alternatif perencanaan untuk mengatasi dan melindungi kontruksi jalan, serta sebagai bangunan pengendalian banjir. Pada penelitian ini alternatif yang dipilih yaitu membuat perhitungan perencanaan saluran drainase menggunakan pipa beton karena paling banyak dipakai untuk area luas yang membutuhkan daya tahan beban tinggi. Hasil menunjukan bahwa jenis pipa beton dengan tipe double dapat menampung debit banjir rencana dengan kala ulang 20 tahun sebesar 611,929 m3/detik denganjari-jari pipe culvert yaitu 3,34 m dengan diameter 6,69 m2 dan Panjang saluran 71 m. Dengan saluran pengarah sebagai pendukung agar saluran masuk kedalam pipa beton yang dihubungkan dengan menggunakan bak kontrol.
Kata Kunci : Drainase, Debit Banjir, Pipa Beton
ABSTRACK
           Several rivers that would ultimately serve as drains for this route will cross the South Cross Road of Tulungagung Regency. Because there is no supporting channel to drain runoff water so that it goes directly into the drainage channel, one of the rivers that has installed a drainage channel at STA 12+500 has not worked as well as it could have. As a result, an alternative planning study is required to overcome and protect road construction as well as a flood control building. Because concrete pipes are the most frequently utilized for big regions that need high load resistance, this study's option was to use them to calculate drainage channel planning. The findings demonstrate that a double-walled concrete pipe with a return duration of 20 years, a diameter of 6.69 m2, and a channel length of 71 m can handle the anticipated flood flow with a return rate of 611.929 m3/second. Using a guide channel as support, the control tub-connected concrete pipe is entered through the channel.
Keywords: Drainage, discharge from flooding, and concrete pipe
References
DAFTAR PUSTAKA
Kartawijaya, S. A., Sutandi, A., & Kurniawan, V. (2021). Analisis Kapasitas Saluran Drainase Di Kecamatan Kelapa Gading. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil, 4(2), 469.
Meuraxa, Y. R. P. (2021). Evaluasi Sistem Drainase Pada Pembangunan Proyek Jalan Tol Binjai–Langsa Zona 1. 1.
Jannah, M., Suprapto, B., & Rokhmawati, A. (2021). Studi Evaluasi Jaringan Drainase Perkotaan Berbasis Ecodrainage Di Kecamatan Magersari Kota Mojokerto Menggunakan Aplikasi Arcgis. Jurnal Rekayasa Sipil, 9(2), 93–99.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)