STUDI PERENCANAAN JARINGAN IRIGASI DAERAH IRIGASI POSANGKE KABUPATEN MOROWALI UTARA SULAWESI TENGAH

Anggun Ainun B.Wakirin, Eko Noerhayati, Azizah Rokhmawati

Abstract


ABSTRAK

 

Kabupaten Morowali Utara khususnya desa Posangke mempunyai kemampuan sumber daya air serta lahan pertanian yang belum dikembangkan. Sistem irigasi dan pola tata tanam saat ini masih sederhana, agar petani mendapatkan air sesuai dengan kebutuhan tanaman maka perlu adanya sistem irigasi yang baik agar produksi pertanian pada petani meningkat. Metode yang digunakan dalam analisis data untuk menghitung ketersediaan air digunakan F.J Mock dengan bantuan kalibrasi program Microsoft Excel berupa program Solver, dan untuk menghitung kebutuhan air irigasi digunakan metode FAO,nilai WLR 1,65 mm/hari dan perkolasi sebesar 2 mm/hari dan curah hujan rata-rata dihitung menggunakan Poligon Thiessen.Berdasarkan pemilihan 8 alternatif Pola Tata Tanam yang memiliki perbedaan awal tanam padi dimulai dari September periode I sampai Maret periode II, dipilih alternatif VII karena memiliki hasil kebutuhan air bersih (Net Field water Requirement) rerata yang paling kecil. Sehingga menghasilkan kebutuhan air irigasi dalam setahun sebesar 44.963.624.448,02 liter atau 44.963.624,45 m3. Dari perhitungan debit yang di lakukan kepada 5 saluran, total nilai debit dari ke 5 saluran sebesar 5,863 m3/detik. Dari perhitungan dimensi saluran sekunder dengan bentuk penampang trapesium, didapat tinggi muka air dasar saluran sekunder (h) 0,9 m, lebar dasar saluran (b) 1,8 m dengan kemiringan talud (m) 1, tinggi jagaan 0,5 m, luas penampang (A) 2,5 m2, keliling basah (P) 4,5 m, radius hidrolis (R) 0,6 m, kecepatan aliran (V) 0,5 m/detik dan debit aliranya (Q) 1,2, untuk dimensi saluran dua dan seterusnya dapat dilihat pada tabel 4.42. Perhitungan Dimensi Saluran.

Kata kunci: F.J Mock, Irigasi, Pertanian, Debit, Desa , Kabupaten Morowali Utara.

 

 

ABSTRACT

 

North Morowali Regency,especially Posangke Village has the ability of water resources and undeveloped agricultural land. The current irrigation system and cropping pattern are still simple, so that farmers get water according to the needs of their plants, it is necessary to have a good irrigation system so that agricultural production for farmers increases.The method used in data analysis to calculate water availability was F.J Mock with the help of Microsoft Excel program calibration in the form of the Solver program, and to calculate irrigation water requirements the FAO method,WLR value 1, 65 mm/day and a percolation of 2 mm/day and the average rainfall was calculated using the Thiessen Polygon.Based on the selection of 8 alternative Cropping Patterns which have differences in the initial rice planting starting from September period I to March period II, alternative VII was chosen because it has the smallest average Net Field water Requirement. This results in the need for irrigation water in a year of 44,963,624,448.02 liters or 44,963,624.45 m3. From the calculation of the discharge carried out for 5 channels, the total value of the discharge from the 5 channels is 5.863 m3/second. From the calculation of the dimensions of the secondary channel with a trapezoidal cross section, the bottom water level of the secondary channel (h) is 0.9 m, the bottom width of the channel (b) is 1.8 m with a slope (m) 1, the guard height is 0.5 m, cross-sectional area (A) 2.5 m2, wet circumference (P) 4.5 m, hydraulic radius (R) 0.6 m, flow velocity (V) 0.5 m/s and flow rate (Q) 1.2 , for the dimensions of channel two and so on can be seen in table 4.42. Channel Dimension Calculation.

Keywords: F.J Mock, Irrigation, Agriculture, Debit, Village, North Morowali Regency.


References


Aasniari, Noerhayati, E., & Suprapto, B. (2020). Studi Evaluasi Perencanaan Jaringan Daerah Irigasi Perdamaian Singkut Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi. Jurnal Rekaya Sipil, Vol. 8, No. 7.

Asri, S. S., Noerhayati, E., & Rachmawati, A. (2020). Studi Evaluasi Jaringan Irigasi Pada Daerah Irigasi Gapuk Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur. Jurnal Rekaya Sipil, Vol. 8, No. 1. Hal: 45-53.

Bardan, M. (2014). Irigasi (Vol. 1). Graha Ilmu.

Direktorat Jendral SDA. (2013). Standar Perencanaan Irigasi Kriteria Perencanaan Bagian Saluran KP-03. Kementrian PU SDA.

Firnanda, A., Fauzi, M., & Siswanto. (2016). Analisis Stabilitas Bendung (Studi Kasus: Bendung Tamiang). Jom Fteknik, 3 No. 2, 1–11.

Fitriyanti, Z. (2018). Analisis Hidrologi Untuk Penentuan Debit Banjir Di Wilayah Das Sungai Karang Mumus. Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil, 1 No. 1, 15.

Noerhayati, E., & Suprapto, B. (2018). Perencanaan Jaringan Irigasi Saluran Terbuka. Inteligensia Media.

Priyonugroho, A. (2014). Analisis Kebutuhan Air Irigasi (Studi Kasus pada Daerah Irigasi Sungai Air Keban Daerah Kabupaten Empat Lawang). Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan, 2 No. 3.

Soewarno. 2014. Aplikasi Metode Statistika Untuk Analisa Data Hidrologi. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Suripin. 2004. Sistem Drainase Perkotaan Yang Berkelanjutan. Yogyakarta: Andi Offser.

Wesli. 2008. Drainase Perkotaan. Graha ilmu,Yogyakarta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.