Studi Tingkat Erosi dan Limpasan di Sub DAS Lesti, Malang

Galih Putra Laksana

Abstract


Sub DAS Lesti merupakan Daerah Aliran Sungai terbesar Kecamatan : Kepanjen, Malang. Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat, mengenai pemanfaatan Lahan diSub DAS Lesti.  Pemanfaatan lahan yang tidak sesuai menyebabkan tanah mudah terjadinya erosi menimbulkan terjadinya pendangkalan pada tanah bagian bawah.  Perlu dilakukan pedugaan laju erosi dan sedimen diSub DAS Lesti, mengingat besarnya limpasan ke permukaan, perhitungan laju erosi  dengan menggunakan metode USLE.  Penelitian ini dengan menganalisa beberapa faktor-faktor yang dapat menyebabkan erosi. Dampak terjadinya erosi, data-data  diperlukan Data curah hujan (R), Data Jenis tanah, luas 250 /ha variasi topografi didapat sebuah stasiun pengamatan dengan luas 120.000-500.000/ha, memiliki beberapa stasiun menggunakan metode rata-rata aljabar, stasiun pengamatan tersebar secara merata dapat menggunakan metode Poligon Thiessen Type III.  Luas 500.000 ha/m, menggunakan metode Isohyet.  Untuk menentukan nilai erodibilitas tanah, pengelolaan lahan dan tanaman untuk memperoleh nilai CP.  Daerah Aliran Sungai, sampai titik outlet  terletak diwilayah  Kabupaten Malang, kurang lebih 25/km. Sungai Lesti dengan ketinggian 235-3676/m, diatas permukaan. Berdasarkan analisa tingkat erosi metode USLE dapat diketahui luas seluruh Sub DAS Lesti 58.385/ha.  Daerah aliran sungai  Lesti seluruhnya berada diwilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur meliputi 22 desa dan 2 wilayah kecamatan : Kepanjen wilayah Poncokusumo, Dampit, Sumbermanjing wetan, Tumpuk renteng, Pagelaran, Gondanglegi kulon, Sukolilo, Druju, Sumberejo, Bakalan dan Pagak.

 

Kata kunci :  Erosi, Limpasan,   Metode USLE

Full Text:

PDF

References


Asdak, 2004. Hidrologi dan Pengelolaan Lahan Daerah Aliran Sungai. Universitas Gadjah Mada University Press. Yogyakarta

Asdak, 2003 Curah Hujan rata-rata DAS Lesti dengan cara Polygon Thiesen, Malang.

Arsyad, 2003 Dampak terjadinya Erosi pada

Tanah. ITS,Surabaya.

Asdak, 2004Letakgeosrafispada system titik

koordinat. ITB, Bandung.

Asdak, 2004 Ekosistem Daerah Aliran Sungai. Bandung.

Asdak, 2004 Letak geosrafis pada system koordinat. ITB.Bandung.

Arsyad,2001Teknik Konservasi Tanah, UGM, Jogjakarta.

Arsyad, 2001 Perhitungan nilai koefisien, University Gajah Mada, Jakarta: Jogjakarta.

Arsyad, 2002 Bentuk pengelolaan lahan dengan metode USLE. Universitas Brawijaya, Malang

Arsyad, 1987 Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya Erosi, ITS, Surabaya

Arsyad, 2003, Dampak terjadinya Erosi Tanah.ITS, Surabaya

Kartasapoetra2004 ’’Teknologi Konservasi lahan mengenai jenis tanah dan air’’.Jakarta: Yogyakarta.

Suripin, 2003. ‘’Pelepasan Partikel-partikel tanah Sub Das Lesti’’. Malang

Suripin,2004,Faktor-faktor erosi lahan, Malang.

Subarkah , 2003,‘’Kondisi meteorologi pada stasiun yang di uji DAS Lesti. Malang

Suripin , 2004,‘’Faktor -faktor yang terjadi erosi lahan,Universitas Brawijaya , Malang.

Mulvaney, 2002 ‘’Pengelolaan lahan dan tanaman ‘’ dengan metode SCS. ITB. Bandung


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Rekayasa Sipil Terindeks oleh:
 
        
 
 
 Jurnal Rekayasa Sipil is licensed under a CC BY-NC-SA
 
 

© 2023 Rekayasa Sipil. All rights reserved.

Email: sipil@unisma.ac.id | Telp: 0341551932

Tentang Kami | Hubungi Kami