Analisa Lahan Kritis Untuk Konservasi Sumberdaya Air di Wilayah Kota Batu Malang
Abstract
Wilayah Kota Batu merupakan daerah hulu dari DAS Brantas, sehingga kondisi kualitas lingkungannya sangat berpengaruh terhadap daerah hilirnya. Dalam kaitannya dengan potensi bahaya banjir dan kekeringan, sangat berpengaruh terhadap Kota Malang. Sedangkan dalam kaitannya dengan erosi permukaan, maka sangat berpengaruh terhadap umur ekonomis Bedungan Sengguruh dan Bendungan Sutami. Topografi, dan kondisi hidrologis, serta mayoritas pekerjaan penduduk Kota Batu sangat berpotensi timbulnya lahan kritis. Pengamatan di lapangan memberikan informasi adanya kerusakan lingkungan, yaitu berupa alih fungsi lahan dan cara olah tanah yang salah. Oleh karena hal tersebut, maka perlu adanya konservasi lahan untuk konservasi sumber daya air (SDA).
Efektifitas konservasi dapat ditingkatkan dengan pemilihan lokasi yang tepat, dan jenis tindakan yang tepat pula. Lokasi yang tepat dapat diperoleh dengan menganalisa data: kemiringan lereng, jenis tanah, hujan, dan penggunaan lahan. Akurasi hasil analisa dapat ditingkatkan dengan menggunakan sarana bantu dan konsep system informasi geografis (SIG). Hasil kajian menunjukkan bahwa tingkat kekritisan lahan mulai dari: baik, normal, kritis dan sangkat kritis dengan persentase masing-masing 41,63 %, 13,34%, 38,78%, dan 6,25% dari total luas wilayah Kota Batu.Â
Â
Kata kunci: Â Lahan Kritis, Kota Batu, Potensi Banjir dan KekeringanFull Text:
PDFReferences
Anonim , “ Sistem Informasi Geografis : ArcView Lanjut†cetakan pertama, CV. Informatika, Bandung, 2003.
Anonim “ Sistem Informasi Geografis : Tools dan Plugs-Insâ€, cetakan pertama, CV. Informatika, Bandung, 2004.
Aronoff, Stanley, “Geographic Information System : A Management Perspectiveâ€, WDL Publication, Ottawa, Canada, 1989.
Burrough, P.A., “ Principles of Geographical Information System for Land Resources Assesmentâ€, Oxford University Press Inc, New York, 1994.
Departemen Kehutanan dan Perkebunan, “Panduan Kehutanan Indonesiaâ€, Republik Indonesia Tahun 1999
D. Djaenudin, Marwan H., H. Subagyo, Anny Mulyani, N. Suharta, , “ Kriteria Kesesuaian Lahan Untuk Komoditas Pertanianâ€, Departemen Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Pusat Penelitian Tanah dan Agriklimat, Versi 3, September 2000.
Eddy Prahasta, “Konsep-Konsep Dasar Sistem Informasi Geografisâ€, cetakan pertama, CV. Informatika, Bandung, 2001.
Eddy Prahasta,, “ Sistem Informasi Geografis : Tutorial ArcView†cetakan kedua, CV. Informatika, Bandung, 2004.
Eko Budiyanto, “Sistem Informasi Geografis Menggunakan Arc View GISâ€, cetakan pertama, Andi , Yogyakarta, 2002.
I Wayan Nuarsa, “ Menganalisis Data Spasial dengan Arcview 3.3. untuk Pemulaâ€, cetakan pertama, PT. Gramedia, Jakarta, 2005.
Munir, M. 1996. â€Tanah-Tanah Utama Indonesia : Karakteristik, Klasifikasi dan Pemanfaatannyaâ€, PT. Dunia Pustaka Jaya, Jakarta.
Wahana Komputer Semarang, “ Sistem Informasi Geografi dengan AutoCad Mapâ€, Andi, Yogyakarta, 2002
Refbacks
- There are currently no refbacks.
© 2023 Rekayasa Sipil. All rights reserved.
Email: sipil@unisma.ac.id | Telp: 0341551932
1.jpg)
.jpg)
.jpg)
1.jpg)
1.jpg)
1.jpg)
1.jpg)
1.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

