STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG RSI UNISMA MENGGUNAKAN STRUKTUR BAJA

shautaka amiqi, Warsito Warsito, Azizah Rachmawati

Abstract


Struktur baja merupakan material dasar rancangan konstruksi terbaru yang banyak digunakan untuk persyaratan struktur bangunan dan struktur rancangan penghubung jalan. Malang menjadi salah satu Kota dengan perkembangan pembangunan gedung yang berkembang dengan sangat pesat. Banyak terdapat gedung-gedung baru yang dibangun guna untuk menarik orang untuk berkunjung ke Kota ini. Sesuai dengan harapan adanya hubungan yang positif dimana semakin banyaknya gedung yang dibangun akan berpengaruh pada bertambahnya orang yang berkunjung ke Kota Malang yang dimana akan berdampak pada peningkatan citra Kota tersebut. Pembangunan dan pembaruan fasilitas prasarana seperti penginapan, rumah sakit, wisata, tempat pendidikan, tempat perbelanjaan dan sebagainya akan terus dilakukan guna dapat menjadi daya tarik serta dapat menampung lonjakan pengunjung yang datang. Sehingga akhir-akhir ini terdapat banyak didirikan bangunan vertikal dengan berbagai model terbaru. Rumah Sakit Islam Universitas Islam Malang menjadi salah satu instansi yang melakukan pembaruan gedung untuk mendapatkan bangunan yang vertikal dan lebih modern. Pemilihan penggunaan pengembangan baja pada observasi ini dikarenakan konstruksinya yang sederhana serta kekuatannya yang sangat tinggi. Objek penelitian tersebut memiliki panjang 46 m, lebar 20 m, tinggi 38 m serta bertingkat 9 lantai. Pada observasi kali ini akan  akan ditingkatkan dengan memanfaatkan struktur rangka baja dengan menggunakan kaidah penataan, yakni “SNI 1726:2012, SNI 1727:2013, SNI 2847:2013, SNI 03-1726-2002, SNI 03-1729-2002 dan SNI 1729-2015â€. Hasil estimasi menggunakan tampilan model 2D dengan aplikasi STAAD Pro V8i. Hasil analisis mendapatkan tebal pelat 125 mm dengan tumpuan dasar Ø10-125 dan tumpuan sengkang 10-150; beban gempa yang dihasilkan 1794 kg, 3466 kg, 5064 kg, 6459 kg, 7867 kg, 9262 kg, 10646 kg, 12021 kg, 12135 kg; poros anak-anak menggunakan profil WF 350.175.77.11; pilar utama menggunakan profil WF 900.300.16.28; bagian profil yang digunakan WF 400x400x13x2. Dasar bangunan yang digunakan tergantung pada penataan dengan kedalaman hingga 12 meter, dengan SPT tergantung pada daya dukung yang ada pada tiang yakni 110.319 ton

Kata Kunci: Perencaan, Struktur, Baja, Gedung


References


Badan Standarisasi Nasional. (2012), “Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Bangunan Gedungâ€, SNI 03-1726-2012. Jakarta

Badan Standarisasi Nasional. 2013. “Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedungâ€, SNI 03:2847:2013.Jakarta.

Badan Standarisasi Nasional. 2013. “Beban Minimum untuk Perancangan Bangunan Gedung dan Struktur Lainnyaâ€. SNI 03:1727:2013.Jakarta.

Badan Standarisasi Nasional. 2015. SNI 1729:2015. “Spesifikasi Bangunan Gedung Baja Strukturalâ€. Jakarta

Badan StandarisasiNasional. 2016 . SNI 1725:2016. “Pembebanan untuk jembatanâ€, Jakarta

Sardjono, 1988, “Pondasi Tiang Pancang Jilid 2â€, Penerbit Sinar Wijaya, Surabaya.

Setiawan, Agus. 2008. “Perencanaan Struktur Baja dengan Metode LRFDâ€. Jakarta. Erlangga.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Rekayasa Sipil Terindeks oleh:
 
        
 
 
 Jurnal Rekayasa Sipil is licensed under a CC BY-NC-SA
 
 

© 2023 Rekayasa Sipil. All rights reserved.

Email: sipil@unisma.ac.id | Telp: 0341551932

Tentang Kami | Hubungi Kami