Studi Komparasi Tiga Metode Evapotranspirasi Dalam Analisa Debit Metode F.J.Mock Pada DAS Martapura Kalimantan Selatan
Abstract
Metode yang digunakan dalam penyusunan analisa debit ini ada 3 Metode evapotaranpirasi yang pertama Metode Blaney Criddle dalam metode ini menentukan nilai evaporasi potensial (ETo) dengan memasukan data suhu rata-rata bulanan, letak lintang. Metode Radiasi menentukan nilai evaporasi potensial (ETo) dengan memasukan data suhu rata-rata bulanan, letak lintang dan kecerahan matahari. Penman dalam metode ini menentukan nilai evaporasi potensial (ETo) dengan memasukan data suhu rerata bulanan, kelembaban dan kecerahan matahari. Analisa debit metode F.J.Mock adapun langkah-langkahnya Uji Konsistensi Data Hujan, Data Hujan harian Maksimum tiap stasiun Hujan (n), Analisa Curah Hujan Maksimum Rerata Daerah Menggunakan Poligon Thiessen (p), evapotranspirasi potensial (ETo), factor resensi aliran air tanah (k), angka koefisien infiltrasi (i), menentukan besar hujan di permukaan tanah (Ds), menentukan harga kelembaban tanah (SMC), menentukan air lebihan tanah (water surplus), menentukan kandungan air bawah tanah (Vn), menentukan perubahan kandungan air bawah tanah (DVn), menentukan aliran dasar dan aliran langsung, menentukan debit yang tersedia di sungai.
Berdasarkan hasil analisa debit dan usaha konservasi pada DAS Martapura, dapat ditarik beberapa kesimpulan Besarnya curah hujan rata-rata yang terjadi di DAS Martapura adalah pada bulan Januari 216 mm, febuari 174 mm, Maret 384 mm, April 301 mm, Mei 128 mm, Juni 41 mm, Juli 5 mm, Agustus 4 mm, September 28 mm, Oktober 49 mm, November 237 mm, Desember 301 mm. Besarnya evapotranspirasi yang terjadi pada DAS Martapura pada tahun 2011 menggunakan metode Blaney Criddle sebesar 51.55 mm/hari, Menggunakan metode Radiasi sebesar 56.65 mm/hari, dan Menggunakan metode Penman sebesar 64.2499 mm/hari. Debit aliran yang terjadi pada DAS Martapura pada tahun 2011 menggunakan Evapotranspirasi metode Blaney Criddle dengan perhitungan debit metode F.J. Mock sebesar 3765.68 m3/detik, menggunakan  Evapotranspirasi metode Radiasi dengan perhitungan debit metode F.J. Mock sebesar 3791.29 m3/detik, menggunakan  Evapotranspirasi metode Penman dengan perhitungan debit metode F.J. Mock sebesar 3778.00 m3/detik. .
Kata Kunci : Curah Hujan, Evapotranspirasi Metode Blaney Criddle Radiasi Penman , Analisa Debit F.J.Mock
References
Asdak, C. (2002). Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (edisi kedua). Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Baumgartner, A. and E. Reichel. (1975). The World Water Balance (Mean Annual Global, Continental and Maritime Precipitation, Evapotraspiration, and Run-off). Elsevier Scientific Publishing Company. New York.
Kodoatie, R.J. (1996). Pengantar Hidrogeologi. Andi. Yogyakarta.
Kodoatie, R.J. dan R. Sjarief .(2005). Pengelolaan Sumberdaya Air Terpadu. Andi. Yogyakarta.
Limantara Montarcih lily (2010). Hidrologi Praktis, Lubuk Agung Bandung
Pawitan, H. (2000). Panduan Pengelolaan Data Iklim dan Hidrologi Untuk Perencanaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Proyek Pengendalian Banjir Jawa Bagian Selatan Direktorat Kenderal Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial departemen Kehutanan. Jakarta.
Soemarto CD. ( 1987 ), Hidrologi Teknik, Penerbit Usaha Nasional, Surabaya
Soewarno. (2000). Hidrologi Operasional (Jilid Kesatu). PT. Citra Aditya Bakti. Bandung.
Sosrodarsono, S. dan K. Takeda. (1987). Hidrologi Untuk Pengairan. PT. Pradnya Paramita. Jakarta.
Sri Harto Br. (2000). Hidrologi (Teori, Masalah, Penyelesaian). Nafiri Offset. Paramita. Jakarta.
Suhardjono. (1994). Kebutuhan Air Tanaman. ITN Malang Press. Malang.
Suripin. (2004). Sistem Drainase Perkotaan yang Berkelanjutan. Andi. Yogyakarta.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
© 2023 Rekayasa Sipil. All rights reserved.
Email: sipil@unisma.ac.id | Telp: 0341551932
1.jpg)
.jpg)
.jpg)
1.jpg)
1.jpg)
1.jpg)
1.jpg)
1.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

