Studi Perencanaan Jalan Mantangai – Lamunti (STA.5+400 – 12+400) Di Kota Kuala Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah
Abstract
Jalan Mantangai – Lamunti merupakan jalan alternatif yang sering digunakan untuk bepergian menuju Kecamatan Mantang dari Kota Kuala Kapuas begitu juga sebaliknya dikarenakan dengan melalui ruas Jalan Mantangai – Lamunti memberikan efisiensi bagi pengguna jalan baik itu dalam segi waktu, tenaga maupun biaya. Oleh karena itulah dilakukannya perencanaan perkerasan jalan agar mampu meningkatkan kenyamanan dan keamanan bagi para pengguna jalan yang melaluii ruas Jalan Mantangai - Lamunti.
Metode yang digunakan dalam penyusunan studi ini adalah dengan Metode Analisa Komponen. Adapun langkah-langkah untuk menentukan Tebal Lapis Struktur Perkerasan Jalan tersebut adalah Jalur Rencana, Umur Rencana (UR), Indeks Permukaan (IP), Lalu lintas Harian Rata-rata (LHR), Angka Ekivalen (E), Lintas Ekivalen Permulaan (LEP), Lintas Ekivalen Akhir (LEA), Lintas Ekivalen Tengah (LET), Daya Dukung Tanah (DDT), Faktor Regional (FR), dan Indeks Tebal Perkerasan (ITP). Sedangkan untuk analisa drainasenya sendiri dilakukan dengan mengolah data curah hujan dan menganalisa hidrologi dengan tahapan Pengujian Konsistensi, Perhitungan Hujan dengan Metode Rata – rata Aljabar, Analisa Dengan Metode Log Person Type III, Analisa Uji Frekwensi, Analisa Debit Rancangan dan Dimensi Saluran.
Dari hasil perhitungan Tebal Lapis Struktur Perkerasan Jalan Kalimantan Provinsi Mantangai – Lamunti dengan tebal lapis permukaan 7,5 cm menggunakan Laston, tebal lapis pondasi atas 20 cm menggunakan batu pecah kelas A, tebal lapis pondasi bawah 21 cm menggunakan sirtu kelas A dengan umur rencana 10 tahun. Untuk analisa hidrologi dengan pengolahan data curah hujan dari dua stasiun penakar hujan yaitu Stasiun Dadahup dan Stasiun Mandomai sehingga diperoleh nilai untuk luas penampang saluran sebesar 0,424 m2, keliling aliran air pada salaran sebesar 2,92 m, keceepatan aliran air dalam saluran sebesar 1,101 m/detik dan kapasitas saluran sebesar 0,4668 m3/detik, dimana saluran yang direncanakan adalah saluran dengan bentuk trapesium.
Kata Kunci : perencanaan jalan, perkerasan lentur, drainase jalan rayaFull Text:
PDFReferences
Alamsyah, A,A, Edisi Revisi (2006),Rekayasa Jalan Raya, Penerbit Universitas Muhamadiyah Malang
Direktorat Jendral Bina Marga, (1992), Standart Perencanaan Geometric Untuk Jalan Perkotaan, Penerbit Direktorat Pembina Jalan Kota
Hendarsin, S.L, Cetakan Pertamaa (2000),Perencanaan Tekik Jalan Raya,Penerbit Politeknik Negri Bandung Jurusan Teknik Sipil, Bandung
Suryadharma, H, dan Susanto, B, (1999), Rekayasa Jalan Raya, Penerbit Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Sukirman, S, (1994), Dasar-Dasar Perencanaan Geometrik Jalan, Penerbit Nova Bandung
Sukirman, S, (1994), Perkerasan Lentur Jalan Raya, penerbit Nova Bandung
Suripin, (2003), Sistem Drainase Perkotaan yang Berkelanjutan, Penerbit Andi Yogyakarta
(Sumber: PPGJR Direktorat Bina Marga: 1992)
(Sumber: PU Bina Marga Kota Kuala Kapuas: 2012)
(sumber: http://library.binus.ac.id)
(sumber: http://www.pu.go.id/uploads/services/infopubl ik20120703162920.pdf)
Refbacks
- There are currently no refbacks.
© 2023 Rekayasa Sipil. All rights reserved.
Email: sipil@unisma.ac.id | Telp: 0341551932
1.jpg)
.jpg)
.jpg)
1.jpg)
1.jpg)
1.jpg)
1.jpg)
1.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

